Tim Klinik Hukum YYDIAZ Surati PT.Magnum IndonesiaTerkait Hak Upah Pekerja Annual Meeting IMF-World Bank


Denpasar, suryadewata.com

Permasalahan yang dialami sejumlah pekerja Annual Meeting IMF-World Bank 2018 yang direkrut PT.Magnum Indonesia Bali, hari Jumat satu pekan lalu (18/11/2018), mendatangi Klinik Hukum YYDiaz Sinergi di jalan Tukad Musi I / No.5 Renon, Denpasar.

“ permasalahan yang dialami para pekerja ini setelah berkonsultasi perlu ditindak lanjuti secara praksis dan kami telah membentuk tim yang terdiri dari para advokat”, Ungkap inisiator Klinik Hukum YYDiaz, Valerian Libert Wangge, Kamis (22/11/2018).

Vakerian yang akrab disapa Faris menjelaskan yang datang berkonsultasi merupakan para pekerja muda yang meminta advice atas belum terbayarnya upah mereka sebagai pekerja dalamg pertemuan IMF-World Bank di Nusa Dua Bali bulan lalu,

“ Umumnya mereka bekerja selama 28 hari, dijanjikan upah per hari (12 jam) sebesar 250 ribu rupiah per orang, rata-rata mereka berhak menerima upah per orang sebesar 7 juta rupiah”

Seperti pada umumnya ebelum bekerja mereka sudah menjalani serangkaian tes wawancara, menyerahkan bukti identitas pribadi, serta dibekali ID Card dan selama bekerja wajib mengisi daftar hadir,

“Pertemuan IMF-World Bank telah selesai bulan Oktober 2018 lalu, tetapi sampai saat ini upah mereka belum dibayarkan ” jelas Faris.

Menyikapi hal tersebut pihaknya telah melayangkan surat kepada pimpinan PT.Magnum Indonesia pada hari Senin lalu (19/11/2018), namun hingga saat ini tidak ada balasan apalagi penjelasan resmi,

“Kami sangat menyayangkan hal ini, padahal maksud kami bersurat untuk meminta klarifikasi yang berangkat dari itikad baik agar permasalahan dapat diketahui secara lebih objektif” tegas Faris
Sehingga timnya per hari ini, Kamis (22/11/2018) melayangkan somasi resmi kepada pimpinan PT.Magnum Indonesia Bali,

“inti surat tersebut kami siap berdialog, duduk bersama menyelesaikan masalah ini di YYDiaz Center hari Sabtu, 24 November 2018 dari pukul 14:00 sampai 17:00 Wita.
Pihaknya berharap agar pihak PT.Magnum Indonesia mau kooperatif menyelesaikan permasalahan ini dengan berdialog dan duduk bersama,
Mudah-mudahan pihak mereka mau hadir dan menyelesaikan permsalahan ini”, tutup Faris yang juga Sekjen dari Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Bersatu DPD Bali ini.

Klinik Hukum YYDiaz Sinergi melayani konsultasi hukum secara gratis yang buka setiap hari Jumat dan Sabtu, hingga kini klinik telah banyak menerima aduan warga Kota Denpasar dan sekitarnya dengan berbagai masalah antara lain permasalahan lingkup rumah tangga, bisnis hingga hak-hak pekerja (*)

Previous Permasalahan Toko “Shopping” Mafia Tiongkok Belum Tuntas, Guide Mandarin Ilegal Disidangkan
Next FPPI-PKK Bali Akan Sinergi Berdayakan Perempuan

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *