Deklarasi Rumah Jokowi Murni Bergerak Independen. Tanpa Kolaborasi Dengan Partai Lain


Denpasar, suryadewata.com

Pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin mendapat tambahan dukungan di Bali dari Dewan Pengelola Daerah (DPD) Rumah Jokowi Provinsi Bali yang dideklarasikan Jumat (23/11/2018) di Jalan Jayagiri, Denpasar. Organisasi kemasyarakatan (ormas) ini menargetkan memberikan tambahan satu juta suara untuk Jokowi-Ma’ruf Amin, di luar suara yang dikumpulkan tim kampanye daerah dan struktur partai koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kami di Rumah Jokowi murni bergerak independen. Tidak ada kolaborasi dengan partai lain atau tim kampanye daerah,” kata Ketua Dewan Pengelola Rumah Jokowi Provinsi Bali Wayan Dharma S.H., di sela-sela deklarasi.

Rumah Jokowi adalah sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang didirikan di Jakarta tanggal 11 April 2014 yang ditandai dengan penandatanganan piagam Rumah Jokowi di Jalan Perdatam, Jakarta Selatan dengan Ketua Umum Dewan Pengelola Pusat (DPP) Yongki Jonacta Yani.

Sementara Dewan Pengelola Daerah (DPD) Rumah Jokowi Provinsi Bali  dibentuk tanggal 14 Oktober 2018, dengan Ketua Wayan Dharma S.H., dan Sekretaris Dr. Subadra S.H., M.H.,,M.M. Di Bali kepengurusan Rumah Jokowi baru dibentuk sampai tingkat kabupaten/kota yang juga dideklarasikan bersama dengan pengurus tingkat provinsi ini.

Kepengurusan Rumah Jokowi Bali baik di tingkat Provinsi maupun kabupaten/kota dinyatakan steril atau bebas dari unsur partai politik. “Artinya, mereka yang duduk di kepengurusan Rumah Jokowi Bali tidak ada yang duduk dalam kepengurusan partai politik manapun ataupun tidak ada yang menjadi caleg,” terang Dharma didampingi Ketua Panitia Deklarasi Rumah Jokowi Bali Wayan Suyadnya.

Melainkan di dalamnya diisi  tokoh dari berbagai  kalangan dan  profesi seperti akademisi, pengusaha, tokoh masyarakat seperti tokoh pemuda, tokoh perempuan dan komponen lainnya.

Misalnya dr. I Gusti Ngurah Oka (pemilik pos Bali dan sejumlah radio), akademisi seperti Prof. IB Raka Suardana dan Prof. AA Bagus, pengusaha seperti Nyoman Parsua, Wayan Dharma, Subadra, dan sejumlah pengusaha lainnya, termasuk tokoh LSM dan lainnya.

Tujuan Rumah Jokowi dalam jangka pendek yakni memenangkan Jokowi-Ma’ruf  Amin presiden dan wakil presiden pada Pilpres  17 April 2019 mendatang. Sementara dalam jangka pendek yakni menularkan/memasyarakatkan tiga progam kebaikan (kebaikan sosial, kebaikan daya saing dan kebaikan industri).

“Rumah Jokowi Bali tak ingin latah gebyar-gebyar ikut hanya sekedar meramaikan pilpres 2019 dan memenangkan Jokowi karena sesungguhnya Jokowi tidak sulit memenangkan Pilpres 2019 apalagi Bali,” tegas Dharma yang juga pengusaha wisata bahari ini.

Di Bali kekuatan Jokowi sangat besar. Di DPRD Bali hasil Pileg 2014 PDI P selaku pengusung utama Jokowi-Ma’ruf Main peraih kursi dominan 24 kursi. Disusul partai  koalisi lainya seperti Golkar 11 kursi, Hanura dan PKPI masing-masing 1 kursi serta Nasdem 2 kursi. Seluruhnya menjadi 39 kursi.

Sedangkan tetangganya Jokowi hanya memiliki Demokrat 8 kursi, Gerindra 7 kursi dan PAN 1 kursi.  Seluruhnya 16 kursi. Jadi perbandingan kekuatannya 39 : 16. Dengan matematika politik seperti itu tidak sulit bagi Jokowi- Ma’ruf untuk memenangkan Pilpres 2019.

“Artinya tidak ada kami pun Jokowi sudah menang. Terlebih lagi secara nasional telah terbentuk 700 relawan Jokowi. Lalu untuk apa kami ada? Inilah yang kami sebutkan bahwa kami tidak ingin latah.  Karena itulah, kami akan terus bergerak,” tambah Dharma.

Maka Rumah Jokowi ini akan menyasar segmen pemilih atau konstituen yang selama ini tidak digarap dan sulit digarap partai politik. Dan ladang garapan ini sangat luas. Mengambil data Pilgub (Pemilihan Gubernur) Bali 2018, tingkat partisipasi pemilih masih rendah. Dari berkisar 3 juta DPT (Daftar Pemilih Tetap), yang menggunakan hak pilih dalam Pilgub 2018 lalu, hanya 2 juta pemilih.

“Berarti ada satu juta pemilih yang kami akan garap dengan tuntas dan pas. Jadi Jokowi di Bali tak hanya sekedar menang, melainkan menang dengan tingkat partisipasi yang maksimal,” tegas Dharma.

“Ini akan menjadi pekerjaan ekstra kami selama empat bulan ke depan. Makin dekat dengan 17 April, penetrasi kami akan semakin kuat,” imbuh pria asal Tanjung Benoa ini.

Strategi yang dilakukan Rumah Jokowi tidak main-main. “Kami tidak mencatat mereka yang telah dicatat oleh relawan Jokowi yang lain termasuk partai politik pendukung Jokowi. Agar tidak orangnya sama, tapi dicatat tiga, empat, apalagi lebih,” tandas Dharma. (*)

Previous Pemerintah Tiongkok Respon Positif Gubernur Bali Tertibkan Toko “Shopping” Ilegal & legal Mafia dari Negerinya
Next Kodam IX/Udayana Telah Siap Selenggarakan Yongmoodo Kasad Cup Ke-8 Tahun 2018

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *