Mediasi Tim Klinik Hukum YYDiaz Dengan PT. magnum Terkait Upah Pekerja Event IMF-WB


Denpasar, suryadewata.com

Tim klinik hukum YYDiaz yang diinisiasi Yosep Yulius Diaz yang akrab disapa Yusdi memediasi permasalahan para pekerja muda yang belum dibayarkan upah mereka sebagai pekerja dalam pertemuan IMF-World Bank di Nusa Dua Bali bulan lalu oleh PT. Magnum Bali Indonesia, di jalan Tukad Musi I / No.5 Renon, Denpasar, Jumat tanggal 23/11/20018

Inisiator Klinik Hukum YYDiaz, Valerian Libert Wangge yang akrab disapa Faris menjelaskan pada hari ini intinya menyelesaikan permasalahan pembayaran upah pekerja  11 orang yang belum terbayar dan kami sama-sama berkomitmen untuk menemukan solusinya dan akan ada pembayaran tahap pertama.

Rotario Dossantos Pereira selaku Manager marketing PT. Magnum Bali Indonesia pada kesempatan tersebut menjelaskan permasahan belum terbayarnya upah pekerja karena proses administrasi yang cukup panjang dan sampai hari belum menerima oembayaran dari pihak pemenang tender PT. D Pacto sebagai penyedia tenaga sekuriti.

“Kita masih terus kejar supaya permasalahan ini secepat mungkin bisa clear karena prosesnya dari pihak Intro Pep ke D Pacto baru ke PT. Magnum sebagai tangan ke 3 dan juga masih dalam pengecekan BPHP ( Badan Pemeriksa Pekerjaan Harian )

Sampai hari ini masih menunggu dan memonitor sampai sejauh mana prosesnya berjalan dan hari ini kesebelas pekerja yang belum dibayar upah kerjanya sementara diberikan upah kerjanya sejumlah Rp. 150.000 per orang perhari kerja 12 jam.

Dossantos juga menjelaskan angka nominal Rp.150.000 per hari selama 12 jam sama untuk semua pekerja dalam satu tim.

Dalam kesempatan ini Dossantos dan Manajemen PT. Magnum meminta maaf atas keterlambatan pembayaran upah kerja dan mohon kesabaran pekerja karena masih dalam proses dan terus akan dimonitor jelas Dossantos

Sementara Yusdi pada kesempatan tersebut mengatakan Tim Klinik Hukum YYDiaz menginisiasi agar ada titik temu para pekerja yang upahnya  belum dibayar dengan pihak PT. Magnum agar jangan menjadi liar dan bias yang bisa menyebabkan aksi premanisme karena emosi.

Mereka para pekerja harian yang kerja hari ini untuk makan hari ini sedangkan bos-bos diatas bisa dibayarkan belakangan.
Kemudian pembaranya secara berjenjang dalam hal ini menurut cerita Dossantos PT. Magnum juga menjasi korban sebagai perekrut pekerja.

Upah per hari selama 12 jam Rp.150.000 ada kesenjangan angka yang sangat besar karna diawal dijanjikan upah Rp.250.000 perhari dari segi pengamanan event dunia resikonya besar karena menyangkut nama Indonesia dimata dunia internasional ternyata yang besar mengorbankan para pekerja kecil dibalik kesuksesan event besar pertemuan IMF World Bank, jelas Yusdi

Begitu pula Dossantos selaku perwakilan dari PT. Magnum merasa tertekan karena dikejar oleh pekerja yang yang belum dibayar berjumlah 260 orang.

” Hari ini atas itikad baik PT. Magnum mau menalangi dulu upah pekerja Rp.150.000 perhari tetapi itu tidak wajar sisanya lagi Rp.100.000 bagaimana untuk itulah kita duduk bersama
dan pada event berikutnya janganlah begini “, tegas Yusdi

Diakhir mediasi pihak PT. Magnum dengan pihak Klinik Hukum YYDiaz selaku kuasa dari 11 pekerja yang belum dibayar upahnya sepakat menandatangani surat Berita Acara yang isinya sebagai berikut :
Pembayaran upah pekerja yang seharusnya Rp.250.000 telah dibayarkan per hari ini tahap pertama sebesar Rp.150.000.
Selanjutnya sisa upah lagi Rp.100.000 per hari per pekerja akan diperjuangkan pihak PT. Magnum bersama ex pekerja dalam jangka waktu hingga 20 Desember 2018.
Apabila hingga tanggal 20 Desember 2018 belum ada kepastian maka kedua belah pihak akan kembali bertemu dan jika diperlukan akan diupayakan tindakan hukum lebih lanjut

Previous Kodim Gianyar Dan Lapas Kerobokan Bersinergi Lakukan Penghijauan
Next Sand Beach Bar & Restaurant Pelayanan Ramah Diimbangi Menu Lezat, Pesisir Pantai Sanur Nan Asri

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *