Pertahankan Keberlanjutan Pariwisata, ITO Yakinkan Menangkan Persaingan Perubahan Mendatang


Nusa Dua, suryadewata.com

Tenaga Ahli Bidang Pemasaran Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI Prof. Dr. I Gde Pitana mengatakan pariwisata Indonesia meningkatkan kepariwisataan baik secara kualitas maupun kuantitas.

Keberlanjutan pariwisata tergantung pada wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Kalau tidak ada turis maka usaha tidak ‘sustainable’. Namun kalau banyak turis juga dengan perilaku yang tidak baik maka tidak berkelanjutan,” kata Prof. Pitana di Denpasar, Jumat (23/11).

Hal itu disampaikan disela-sela acara Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2019 yang digelar Hotel Ayodya Nusa Dua.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Estepers sebagai forum alumni Sekolah Pariwisata Bali yang dibentuk tahun 2016.

Pada kesempatan itu hadir pula Ketua Perhimpunan Hotel dan Restorant Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Estepers I Nyoman Sukadana.

Ia mengatakan, keseimbangan antara kualitas dan kuantitas agar tetap dijaga dengan baik.

Untuk itu masalah kualitas dan kuantitas ini jangan dipertentangkan.

Selain itu, pihaknya mengaku terkejut melihat angka pertumbuhan pariwisata Bali di tahun 2017 yang hanya mencapai 1,32 persen.

“Dugaan saya karena jembatannya sudah tidak ada. Bandara Ngurah Rai hanya mampu menampung 25 ATR per jam. Jembatan udara sudah tidak ada maka orang tidak bisa mendarat lagi ke Bali,” ujarnya.

Menurutnya, Bali memerlukan tambahan bandara. Berdasarkan informasi yang dia terima dari Bandara Ngurah Rai bahwa permintaan sangat tinggi.

Tetapi kemampuan atau kapasitas bandara baik runway maupun terminalnya sudah di atas daya tampung.

“Saya di Kementerian Pariwisata dapat banyak permintaan dari berbagai airlines untuk ‘direct flight’ ke Bali. Kami belum bisa memenuhi karena over capacity untuk Bali,” ujarnya.

Padahal 80 persen wisatawan datang ke Bali lewat udara. Jadi solusinya harus menambah jembatan udara.

Sementara itu, Ketua Umum Estepers I Nyoman Sukadana yang didampingi Ketua Panitia ITO I Made Ramia Adnyana mengharapkan dapat memberikan sumbangsih terhadap keberlanjutan pariwisata.

“Sumbangan terobosan pembangunan industri pariwisata yang berkelanjutan,” ujarnya.

Upaya itu dalam menjaga persaingan pariwisata yang semakin kompetitif dengan adanya arus globalisasi.

Selain menjajaki peluang dan tantangan pariwisata 2019, ajang itu juga meyakinkan pelaku pariwisata lebih percaya diri dalam menghadapi persaingan pada masa yang akan datang. (ART)

Previous Sand Beach Bar & Restaurant Pelayanan Ramah Diimbangi Menu Lezat, Pesisir Pantai Sanur Nan Asri
Next Presiden WHP Pastika; Tak Sebatas Hafal, Bhagavadgita Solusi Generasi Milineal

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *