Presiden WHP Pastika; Tak Sebatas Hafal, Bhagavadgita Solusi Generasi Milineal


Denpasar, suryadewata.com
Presiden World Hindu Parisad (WHP) I Made Mangku Pastika mengupas kitab suci “Veda” dijadikan pedoman hidup yang lebih baik.

“Bhagavadgita sebagai nyanyi suci Tuhan dapat dijadikan pedoman dalam mengatasi keragu-raguan kehidupan yang penuh dengan kegelapan (kebodohan),” kata Pastika di Denpasar, Sabtu (24/11).

Hal itu disampaikan ketika membuka “Gita Champion” yang diselenggarakan Perkumpulan International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) Indonesia bekerjasama dengan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) maupun Universitas Hindu Indonesia (UNHI).

Menurutnya, ajaran Bhagavadgita agar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya menghafal sloka-slokanya saja.

Namun lebih bagus umat sudah membaca sloka dan memahami, tinggal diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Apabila umat tidak membaca Bhagavadgita, bagaimana memahami apalagi menerapkannya,” ungkapnya.

Menurutnya, Bhagavadgita relevan diterapkan oleh generasi Milineal memasuki persaingan global dan pesatnya arus teknologi.

Dalam Bhagavadgita mengajarkan intisari sebuah kehidupan, tanpa perlu menjalani sebuah keyakinan dengan penuh keharusan.

“Bhagavadgita mengajarkan agar umat mendalami pengetahuan rohani (tatwa) sebagai makanan jiwa (atman), karena badan kenyang akan makan pada umumnya nasi, lauk yang enak,” ungkapnya.

Upaya itu dalam menghilangkan kebingungan terhadap berbagai pilihan-pilihan hidup yang penuh dengan teka-teki yang kadang menyesatkan dan jauh dari kebenaran.

Bahkan Bhagavadgita mengarjakan menghaturkan persembahan yang sederhana tanpa melakukan ahimsa (pembunuhan) dengan bunga, api, air, daun dan buah.

Apabila hal tersebut mampu diterapkan, pihaknya meyakini kehidupan umat Hindu akan menjadi lebih baik dan menghindari adanya perpidahan agama.

Mengingat umat Hindu di Bali masih berkutat pada ritual dan upacara yang menghabiskan dana yang besar hingga miliyaran rupiah.

“Bayangkan dana tersebut disisihkan untuk kemanusiaan dan pendidikan tentu jauh lebih bermanfaat, karena upakara yang bersifat satwik tidak menghabiskan dana yang begitu besar,” ujarnya.

Baginya, melaksanakan upakara yang besar itu tidak boleh tetapi mengingat realita bahwa masih banyak masyarakat yang patut dibantu pendidikannya maupun orang Bali sendiri masih ada terlantar khususnya lanjut usia (lansia).

Misalnya, dana upakara menelan enam miliyar bisa dikurangi menjadi lima miliyar dan satu miliyar gunakan membantu pendidikan maupun perguruan tinggi.

Dengan dana satu miliyar berapa orang bisa dibantu menjadi orang yang berpengetahuan.

Untuk itu, topik-topik Gita Champion agar mampu mengukas hal demikian.

“Sehingga kita tidak terlena pada kejayaan masa lalu saja, tanpa membenahi diri dengan cepat menatata masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Pinandita Ketut Pasek Swastika menambahkan, ajang itu berperan optimal dalam menyadarkan generasi muda mendalami pengetahuan rohaninya.

Upaya itu, umat Hindu tidak hanya fokus menyelenggarakan upkara semata tanpa memahami pelaksanaan hidup sesuai kitab suci Veda.

Ia menyadari perlunya kerja keras dalam meningkatkan pemahaman rohani umat dalam menjalani kehidupan.

“Acara ini tidak terhenti sampai disini tetapi bisa berlanjut secara terus-menerus,” harapnya.

Ketua ISKCON Nengah Wijana mengharapkan, Bhagavadgita menjadi solusi terbaik bagi umat yang ingin intisari pengetahuan Veda.

Oleh karena umur manusia tidak cukup umur jika ingin mempelajari keseluruhan Veda. Disamping Bhagavadgita disabdakan langsung oleh Tuhan Krishna kepada Arjuna.

“Pengetahuan ini yang sempat diajakan kepada Dewa Surya sejak lampau,” ungkapnya.

Maka dari itu, pengetahuan Bhagavadgita agar disebarkan ke seluruh pelosok umat dan negeri. (ART)

Previous Pertahankan Keberlanjutan Pariwisata, ITO Yakinkan Menangkan Persaingan Perubahan Mendatang
Next Gubernur Bali Koster Paparkan Kebijakan Pengembangan Pariwisata Bali ke Konjen Tiongkok

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *