Simakrama Gubernur Bali-AMPB, Tata Pariwisata Termasuk Wisatawan Tiongkok


Kuta , suryadewata.com

Gubernur Bali Wayan Koster bertemu dengan Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB) di Legian Beach Hotel, Kuta, Rabu (28/11) siang.

Pada kesempatan itu, hadir Ketua PHRI / BPPD Badung, IGAN Suryawijaya, Penasehat AMPB, I Gede Wirata, Putu Antara, Panudhiana Khun, Agus Wiyasa Pande, Agus Mahausada, dan beberapa anggota AMPB.

Hadir juga Ketua Paiketan Krama Bali Dr. Ir. A.A. Suryawan Wirantha, M.Sc yang didampingi oleh Pembina Paiketan Krama Bali Ida Rsi Wisesanatha, Executive Direktur Paiketan Krama Bali I Nyoman Mertha, dan didampingi beberapa anggota PKB. Juga hadir Ketua Bali Villa Association, Drs. I Gede Ricky Sukarta, MBA, Wakil Ketua Umum DPP Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) I Made Ramia Adnyana, SE, MM, CHA, Perwakilan Bali Hotels Association, Ketua Divisi Tiongkok Dewan Pimpinan Pusat Asita Heri Sudarto, Bapak Eddy Sunyoto dan Candra Salim.

Turut hadir beberapa tokoh dari industry seperti Singapore Airlines, Febi Indah, Perwakilan STP Bali Dr. Eka Mahadewi, M.Par, CHE, serta tokoh lainnya.

Pada kesempatan ini Gubernur menyampaikan berbagai langkah yang akan dilakukannya khususnya di bidang pariwisata untuk mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Gubernur menyampaikan berbagai langkah yang sudah, sedang dan akan dilakukannya untuk membenahi Bali ke depan.

Beberapa diantaranya terkait dengan penataan lingkungan, pembangunan infrastruktur, kebijakan ekonomi kerakyatan yang bersinergi dengan dunia pariwisata, termasuk kebijakan di bidang pariwisata itu sendiri. “Semua aspek akan saya tata,” kata Gubernur.

Ia mengajak para pelaku pariwisata untuk turut serta mendukung kebijakan positif yang menguntungkan semua pihak khususnya masyarakat lokal Bali ini.
Rencana yang disampaikan Gubernur ini mendapat respon positif dari peserta pertemuan.

Ketua AMPB Dr. Gusti Kade Sutawa menyampaikan hampir semua poin yang ingin ditanyakan oleh AMPB kepada Gubernur sudah terjawab dalam pertemuan ini.

Banyak masukan yang disampaikan oleh AMPB kepada Gubernur seperti: masterplan pembangunan kepariwisataan Bali, infrastruktur, persoalan sampah, kemacetan, persoalan moratorium pembangunan akomodasi, transportasi dan termasuk praktik jual beli kepala.

Langkah penertiban praktik pariwisata oleh Gubernur Koster mendapat apresiasi dari AMPB. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh Gubernur terkait dengan berbagai langkah yang akan diambil yang akan dilakukannya di bidang pariwisata sesuai visi “Nangun Sat kertih Lokha Bali” Gubernur dengan sangat lugas menjelaskan apa yang sudah, sedang dan akan dilakukannya untuk menata Bali kedepan seperti pembangunan infrastruktur yang terintegrasi terutama transportasi baik darat, laut dan udara termasuk short cut yang sudah dimulai dengan ground breaking.

Penataan lingkungan Bali baik sungai, danau, dan laut. Pengembangan energy yang ramah lingkungan. Pengelolaan air untuk mengurangi pembuatan sumur bor. Pembangunan lapangan udara di Bali Utara untuk pemerataan pembangunan kepariwisataan di Bali.

Sementara masih menunggu finalisasi dari tim ahli Gubernur Bali terkait ragulasi atau aturan untuk tata kelola beberapa aspek dalam menata Bali kedepan.

Seperti Peraturan Gubernur terkait penggunaan buah lokal di hotel hotel dan restaurant, pengurangan penggunaan produk plastik sekali pakai.

Pada kesempatan simakrama ini juga secara khusus dibacakan beberapa masukan dari DPP Asita Divisi Tiongkok terkait pasar Tiongkok. Disebukan bahwa penurunan wisatawan ke Bali bukan diakibatkan oleh penutupan toko-toko sovernir.

Dengan tutupnya toko toko itu keluhan wisatawan yang datang ke Bali akan berkurang dan secara perlahan pasar Tiongkok di Bali akan kembali normal.

Penuruan kedatangan wisatawan Tiongkok datang ke Bali karena penurunan ekonomi Tiongkok.

Hal ini mengacu pada pernuruan yang terjadi di Menado dan Rusia. Hal lain juga karena pemberitaan yang terkait kejadian Lion Air di Tiongkok disamping karena memang Nopember sampai pertengahan Desember adalah low season.

Faktor lain yang mempengaruhi persepsi wisatawan Tiongkok adalah jatuhnya pesawat Lion Air dan bencana gempa Lombok serta Tsunami Palu.

Berita-berita ini termasuk soal penipuan dan ketidakramahan oknum toko-toko ilegal membuat penurunan sebenarnya sudah dirasakan sejak bulan Juni.

Itu sebabnya langkah yang diambil Gubernur Bali untuk menertibkan toko-toko tersebut dipandang sebagai hal yang positif untuk keberlangsungan pariwisata Bali ke depan.

ASITA DPP Tiongkok dan AMPB Mendukung kebijakan Gubernur Bali dalam menegakkan aturan dalam menata toko-toko souvernir. Semua masukan dan point point permasalahan yang dihadapi para tokoh ini yang disampaikan dalam bentuk surat resmi kepada Gubernur Bali yang secara langsung di serahkan oleh Ketua AMPB I Gusti Kade Sutawa.

Dukungan juga disampaikan Wakil Ketua Umum DPP IHGMA I Made Ramia Adnyana terhadap semua langkah yang telah, sedang dan akan dilakukan oleh Gubernur Bali dalam melakukan penataan pariwisata Bali.

Asalkan tujuannya untuk penataan serta dalam  rangka menjaga destinasi Bali agar Berkualitas dan berkelanjutan.

“Pengaruhnya terhadap industri pariwisata terutama hotel adalah tamu yang datang akan semakin berkualitas sehingga pendapatan hotel akan meningkat dan service charge untuk karyawan juga akan meningkat,” ungkap Ramia yang juga Ia juga Caleg DPRD Provinsi Bali No Urut 3 Dapil 7 Karangasem kader PDIP.

Acara simakrama di akhiri dengan photo bersama dan jamuan makan siang yang dihost oleh  Peter Arya selaku Pemilik Legian Beach Hotel. (ART)

Previous Rektor Dwijendara Umumkan Perkuliahan Sudah Berjalan Normal
Next Banjir Butus Tenggelamkan Alat Berat Penambang Galian C, Warga Minta Bangun Jembatan

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *