HUT KORPRI, ASN UNUD Perkuat Tranformasi Penguatan SDM Hadapi Revolusi Industri 4.0


Caption : Kepala Unit KORPRI Unud Indra Kecapa memberi bingkisan ke satpam, cleaning service dan pegawai

Badung , suryadewata.com

Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke- 47 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di Universitas Udayana (UNUD) dilaksanakan di Lobi Gedung Rektorat Kampus Bukit Jimbaran, Kamis (29/11).

Apel diikuti oleh para pimpinan, dosen dan pegawai dilingkungan UNUD dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. I Gusti Bagus Wiksuana, SE.,MS. selaku Pembina Upacara.

Dalam sambutan Presiden RI, Joko Widodo yang dibacakan oleh Pembina Upacara, Presiden meminta kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara untuk segera memperkuat diri untuk menjadi agen transformasi penguatan SDM, menjadi agen transformasi dalam membangun talenta-talenta anak bangsa.

Selain itu, menekenkan mengenai revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan lanskap sosial, politik, ekonomi dan budaya di seluruh dunia. Untuk itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta menyikapi hal ini dengan terus melakukan inovasi, menyederhanakan proses kerja, memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi, serta berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait.

Lebih jauh Joko Widodo mengurai, Revolusi Industri 4.0 antara lain ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, terutama komputerisasi dan media sosial.

Pada satu sisi, perkembangan teknologi di bidang informasi ini memfasilitasi dan mempermudah jajaran birokrasi dalam bekerja. “Namun, teknologi tersebut juga memfasilitasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut pelayanan yang lebih baik dari Aparatur Sipil Negara,” ujarnya.

Menurut Presiden Jokowi, pemanfaatan teknologi oleh masyarakat dan juga dunia usaha untuk menyampaikan aspirasinya akan menjadi beban bagi Aparatur Sipil Negara jika tidak dikuti dengan perubahan kerja. Mau tidak mau, Aparatur Sipil Negara harus melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh, meningkatkan kualitas kerja dan tata kelola pemerintahan, serta menjaga akuntabilitas. Kata Jokowi, Aparatur Sipil Negara harus selalu open mind, terus melakukan inovasi, menyederhanakan proses kerja, memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi, serta berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait.

Lebih dari itu, Jokowi tak ingin Aparatur Sipil Negara tidak terjebak dengan ego-sektoral, ego-organisasi, atau ego-program masing-masing. Karena menurutnya semua permasalahan yang ada di masyarakat  bersifat lintas sektoral bahkan juga lintas daerah. Dengan berkolaborasi serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, Ia yakin Aparatur Sipil Negara bisa mengaktualisasikan baktinya secara lebih baik kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Pada bagian lain, Presiden Jokowi menegaskan pula bahwa selama 47 tahun, KORPRI beserta seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara telah memberikan kontribusi besar terhadap masyarakat, bangsa dan negara.

KORPRI telah menjadi salah satu pengikat dalam memperkokoh persaudaraan dan persatuan nasional dalam keberagaman.

“Jajaran Aparatur Sipil Negara telah menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan menjadi motor penting dalam pembangunan nasional. Jajaran Aparatur ipil Negara juga ikut serta menjadi teladan masyarakat dalam mengedepankan budi pekerti, etika dan profesionalisme,” urainya.

Atas peran-peran besar tersebut, Presiden menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Karena capaian Bangsa Indonesia saat ini tidak terlepas dari peran serta jajaran Aparatur Sipil Negara yang bekerja di semua sektor, semua level pemerintahan, dan semua wilayah di Indonesia serta perwakilan di luar negeri. Apresiasi sebesar-besarnya diberikan pula untuk Aparatur Sipil Negara yang bertugas di daerah terpencil dan di pulau-pulau terluar yang bekerja penuh dedikasi dengan segala keterbatasan yang dihadapi.

“Untuk itu, pemerintah selalu memberikan prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara melalui peningkatan penghasilan serta dukungan terhadap jaminan kesehatan, perumahan dan pensiun,” imbuhnya.

Masih dalam sambutannya, Jokowi juga mengatakan bahwa mulai tahun 2019, pemerintah akan melakukan program besar besaran untuk memperkuat sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin berat.

Menurutnya, kualitas SDM di pemerintahan dan swasta, SDM di semua sektor, SDM di semua lapis pemerintahan serta kualitas SDM di usia dini dan remaja, harus ditingkatkan secara signifikan.

“SDM kita harus mampu menghadapi dan memanfaatkan peluang dari dunia dan teknlogi yang sedang berubah cepat. Dalam kaitan ini, saya minta kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara untuk segera memperkuat diri untuk menjadi agen transformasi penguatan SDM kita, menjadi agen transformasi dalam membangun talenta-talenta anak bangsa,” cetusnya. Dengan peran Aparatur Sipil Negara yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara, ia yakin transformasi kualitas SDM ini bisa dilakukan secara besar-besaran dan akan memberikan hasil yang positif bagi kemajuan bangsa.

Sementara itu, Ketua KORPRI Unit Universitas Udayana IGN Indra Kecapa menambahkan, pihaknya menggelar berbagai kegiatan  diantaranya Sehat Bersama dengan Praktisi Yoga Ketawa, Tampil Cantik Bersama Mustika Ratu Buana Internasional KCB Bali-Nusra dengan Workshop Tips Merias Diri Sendiri serta Pasar Murah dan Stand Kuliner bekerjasama dengan Koperasi Krama Bali (KKB), Kelompok Media Bali Post, Koperasi Karya Bina Sejahtera (KPN) Unud, Grab dan Barisan Wirausaha Muda Unud. Kegiatan dilaksanakan usai Apel Peringatan yang berlokasi di seputar Gedung Rektorat Kampus Bukit Jimbaran.

“Acara ini juga sebagai pertangungjawaban kepada anggota yang membayar setiap bulannya dengan mengadakan beberapa kegiatan yang bermanfaat,” tutupnya. (ART)

Previous ASN Diminta Terus Berinovasi untuk Hadapi Revolusi Industri 4.0
Next Chandra Jaya Merasa Dizolimi Jadi Ketua Yayasan Dwijendra

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *