Sudikerta Ditetapkan Sebagai Tersangka Diduga Lakukan Tindak Pidana Penipuan


Denpasar, suryadewata.com

Mantan Wakil Gubernur (Wagub) Bali Ketut Sudikerta,  Jumat (30/11/2018) ditetapkan sebagai tersangka pelaku aksi kejahatan karena diduga keras telah melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan dengan menggunakan surat palsu.

Penetapan Ketut Sudikerta ini dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali, karena yang bersangkutan diduga terlibat dalam penjualan tanah milik Pura Jurit Uluwatu yang terletak di Desa Uluwatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Penjualan ini disinyalir menggunakan sertifikat palsu.

Hal tersebut terungkap dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan yang ditujukan kepada Sugiharto selaku penasihat hukum PT Maspion, sebagai pihak yang melaporkan mantan Wagub Bali Ketut Sudikerta ke Polda Bali.

Dalam surat itu dijelaskan, langkah ini dilakukan berdasar rujukan: (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia; (2) Laporan polisi Nomor:LP/367/Ren.4.2/K/2018/Bali/SPKT, tanggal 4 Oktober 2018 dan (3) Surat Perintah Penyelidikan Nomor: SP.Sidik/71/K/2018/Ditreskrimsus, tanggal 29 Oktober 2018.

Sehubungan dengan rujukan di atas, maka diberitahukan bahwa terhitung sejak tanggal 30 November 2018 terhadap saksi an Drs I Ketut Sudikerta telah ditetapkan sebagai tersangka, karena berdasarkan bukti yang cukup diduga keras telah melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan dengan memakai surat palsu, dan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 ayat (2) KUHP dan Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2018 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sementara itu, ketika dihubungi via telepon, penasihat hukum Ketut Sudikerta, yakni Togar Situmorang SH menyatakan, hingga kini pihaknya belum menerima surat penetapan itu dari Polda Bali.

“Memang isu-isu di luar cukup kencang saya dengar. Tapi sebatas isu saja. Kalau soal surat penetapan secara resmi belum kami terima, makanya kami belum berani banyak bicara,” ujarnya.
(BFT-DPS)

Previous Wakasad Tutup Kejurnas Yongmoodo, Piala Bergilir Kasad Betah Di Kopassus
Next Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Terima THK Award 2018

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *