Industri 4.0, Lulusan Siswa Tidak Kerjakan Tugas Robot


Kuta, suryadewata.com

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  kembali menggelar International Symposium on Open, Distance and E-Learning (ISODEL) tahun 2018.

Kegiatan itu mengusung tema “Making Education 4.0 For Indonesia”, menghadirkan 56 pemakalah dan 877 peserta berlangsung di The Stones Hotel Legian, tanggal 3 – 5 Desember 2018.

Staf Ahli Kemendikbud bidang Inovasi dan Daya Saing Dr Ananto Kusuma Seta mengharapkan pendidikan tidak menerapkan kurikulim yang menghasilkan lulusan sumber daya manusia (SDM) yang hanya mampu mengerjakan rutinitas.

Sebaiknya SDM tidak diberikan model pendidikan tersebut karena akan digantikan dengan robotika.

“Anak-anak dilatih mengerti menggunakan robot dan dibina karakternya,” kata Ananto di The Stone Hotel Kuta, Senin (3/12).

Apabila karakter anak bangsa terasah maka persaingan dan tantangan bisa dihadapi.

Untuk itu, forum ini menjadi bagian dari referensi untuk menjaring praktik-praktik dari manapun baik swata maupun negara lain untuk memperkokoh pendidikan.

“Seperti kita ketahui, agenda Indonesia untuk lima tahun kedepan adalah penguatan SDM. Di situlah letak pendidikan sebagai DNA bagi pembangunan sumber daya manusia itu,” ujarnya.

Lalu apakah kita sudah pada industri 4.0. ? Belum pada industri 4.0. Karena itu bagaimana mendorong anak-anak kita bisa menjadi bagian dari solusi masa depan itu.

Dengan Industri 4.0 robotisasi kemudian otomasi sehingga pekerjaan-pekerjaan yang selama ini dilakukan rutin sifatnya kognitif akan diganntikan mesin dan robot. Pendidikan kedepan harus menjamin bahwa anak lulusan kita kedepan tidak bekerja pada pekerjaan yang dilakukan oleh robot.

Anak yang lulus pendidikan kedepan tidak didesain untuk berkompetisi dengan robot, tapi anak yang kita desain kedepan harus bisa menggunakan robot untuk menciptakan pekerjaan baru. Ini yang berbeda dengan kemarin-kemarin.

“Itulah letaknya kita sekarang ini melakukan pertemuan ISODEL 2018 dalam rangka menjaring informasi dari berbagai pihak. Ini untuk meramu pendidikan 4.0 kedepan ini,” tutupnya. (ART)

Previous Mendikbud Muhadjir; Menangkan Industri 4.0 Fokus Bangun SDM, Guru Jangan Tergilas Murid
Next Bangun Hunian, Gubernur Koster Minta REI Perhatikan Kearifan Lokal

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *