Mendikbud Muhadjir; Menangkan Industri 4.0 Fokus Bangun SDM, Guru Jangan Tergilas Murid


Kuta, suryadewata.com

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan fokus ikut menyukseskan amanat Presiden Joko Widodo dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) setelah berhasil membangun infrastruktur.

“Kini saatnya membangun SDM dalam meningkatkan daya saing global memasuki Industri 4.0,” kata Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendy di Kuta, Senin (3/12).

Hal itu disampaikan ketika membuka International Symposium on Open, Distance and E-Learning (ISODEL) tahun 2018 yang digelar melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kemendikbud dengan tema “Making Education 4.0 For Indonesia”.

Kegiatan itu menghadirkan 56 pemakalah dan 877 peserta berlangsung di The Stones Hotel Legian, tanggal 3 – 5 Desember 2018.

Pembangunan SDM melalui pendidikan agar mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pemerintah daerah.

Oleh karena anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) lebih besar dikelola daerah hingga 93 persen dan pusat hanya 7 persen dengan total Rp490 Triliyun.

“Anggaran tersebut diharapkan mampu memberikan pendidikan yang terbaik bagi putra putri bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, menghadapi industri 4.0 dunia pendidikan mampu melakukan perubahan yang signifikan dan masif.

Perubahan agar dilakukan oleh guru-guru sehingga mampu mendidik anak-anak yang memiliki pengetahuan baik hardskill dan softskill.

“Jika guru tidak mau belajar dalam mengikuti perubahan khawatir digilas oleh muridnya sendiri,” ungkapnya.

Mengingat pendidikan guru yang diterima masa kuliah tidak ada gunanya hari ini, jika tidak mengikuti perkembangan zaman.

Untuk itu, ISODEL 2018 diarahkan untuk berbagai kalangan terutama guru dan akademisi, para guru diharapkan terlibat aktif dalam mengikuti rangkaian acara yang sudah dirancang untuk dapat bermanfaat dalam keseharian pembelajaran di kelas.

Indonesia tentunya akan mendapatkan rekomendasi dan best practice yang dapat dijadikan acuan dalam mengembangkan kebijakan dan layanan dalam menyambut era revolusi industry 4.0.

Konsep pelaksanaan ISODEL tahun ini akan berbeda dari sebelumnya, dengan menggabungkan tiga format acara menjadi satu kesatuan yakni Simposium sebagai ajang para pakar dan praktisi TIK pendidikan dan kebudayaan berbagi ilmu, ide dan gagasan.

Sedangkan Workshop sebagai ajang para peserta dapat mendalami lebih detail tentang keahlian dan kompetensi TIK yang diperlukan, dalam menyambut era revolusi industri 4.0.

Serta pameran sebagai ajang menampilkan solusi teknologi terkini, dan inovatif dari berbagai mitra ISODEL.

ISODEL 2018 menampilkan berbagai topik dan subtopik, diantaranya (1) Teknologi Pendidikan dalam Revolusi Industri 4.0: BIG DATA, Internet of Things, Kecerdasan Buatan, Teknologi Keuangan, Virtual dan Augmented Reality, Games, Ruang Kelas dan Kampus Virtual, (2) Transformasi pendidikan digital: mempersempit kesenjangan digital, untuk menjangkau daerah terpencil yang belum terjangkau, akses terbuka, pembelajaran fleksibel, akses berkebutuhan khusus, (3) Membangun karakter: melek digital, keterampilan abad 21 (berpikir kritis dan pemecahan masalah, kolaborasi, komunikasi, kreativitas dan inovasi), kecakapan hidup. (4) Pendidikan kejuruan: sertifikasi profesional, jaminan kualitas, integrasi pendidikan kejuruan ke Industry 4.0, kompetensi dan kualifikasi.

Sekaligus memberikan kesempatan bagi pembuat kebijakan, ilmuwan, akademisi, guru, peneliti dan praktisi dari seluruh dunia untuk bertukar pengetahuan, ide, dan pengalaman mereka untuk mendukung transformasi pendidikan di Indonesia menuju Pendidikan 4.0.

Sementara itu, Kepala Pustekkom Gogot Suharwoto mengatakan, ajang itu sebagai kesempatan yang sangat baik bagi mereka yang peduli dan terlibat dalam peningkatan pendidikan melalui TIK.

Kegiatan itu hasil kerjasama antara Pustekkom Kemendikbud, Universitas Terbuka, UNESCO, ICDE, SEAMEO Centre, dan IDLN. Dalam acara ini terbagi menjadi 4 bagian : pertama, paparan dari beberapa kementerian terkait; kedua, plenary session yang menghadirkan para pakar pendidikan di dunia yang mewakili 5 benua; ketiga, paralel session yang menghadirkan pembicara lokal yang mewakili instasi maupun pribadi; dan terakhir, sesi pameran yang diisi oleh berbagai perusahan IT multinasional.

ISODEL 2018 menampilkan berbagai pembicara dan pakar bidang TIK dan pendidikan baik dalam dan luar negeri.

Hadir untuk memberikan sambutan dan arahan : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan – Muhadjir Effendy; dan Menteri Komunikasi dan Informatika – Rudiantara; Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi – Intan Ahmad; Menteri Dalam Negeri – Cahyo Kumolo (*dalam konfirmasi); serta Menteri Keuangan – Sri Mulyani Indrawati.

Adapun hadir sebagai pembicara kunci antara lain : Ketua Dewan TIK Nasional – Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA; Guru Besar Universitas Terbuka – Prof. Dr. Tian Belawati, M.Sc;  Director of Education, Microsoft Asia Pacific – Don Carlson; Professor of Urban and Regional Planning, Alabama A&M University, the United States – Dr. Deden Rukmana; Chair Proffesor of Learning Technologies and Innovation, Universitas of Bristol of Hongkong – Lim Cher Ping; serta Coordinator UNESCO International Institute for Capacity Building in Africa – (UNESCO IICBA) – Mame Omar Diop. ISODEL 2018 juga memberikan kesempatan kepada Akademisi; Ilmuwan; Praktisi; Dosen; Guru; dan Profesional untuk mengirimkan karya dan mempublikasikannya. (ART)

Previous Presiden Joko Widodo  Sosialisasikan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019
Next Industri 4.0, Lulusan Siswa Tidak Kerjakan Tugas Robot

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *