Buang Sampah Sembarangan, Warga Pemogan Ciduk Dua Pegawai Perusahaan Es


Denpasar, suryadewata.com

Pemerintah Kota Denpasar mencanangkan daerah yang terbebas dari sampah pada tahun 2020.

Hal itu pernah terungkap dari cita-cita Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra agar Indonesia pada umumnya, dan Bali pada khususnya, bebas sampah sebelum tahun 2020.

Namun disayangkan pembuangan sampah secara sembarangan masih menjamur kerap terjadi di masyarakat.

Belakangan ini, sampah ditenggarai berasal dari rumah tangga tetapi sampah juga datang dari industri yang tidak memiliki Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL)  tentang penyediaan tempat penampungan limbah padat dan limbah cair.

0

Untuk itu, warga Pemogan menyiduk dua pegawai PT Bali Es sebagai perusahaan yang bergerak bidang pembuat es yang  membuang sampah sembarangan di Jl Suniya Negara Pemogan dekat Kodam Praja Raksaka, Jumat (30/11) yang lalu.

Kedua pegawai bersangkutan diserahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar untuk dilakukan tindakan ringan pada hari Senin (3/12).

Penegakan itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum, Bab IV Pasal 12 tetang Tertib Membuang Sampah dan Limbah.

Satpol PP sesuai tugasnya sebagai penegak dan penindakan pelanggaran Perda harus tegas mengawasi perusahaan-perusahaan yang tidak melaksankan aturan perijinan terkait lingkungan.

Oleh karena, dampaknya begitu besar terhadap lingkungan, khususnya daerah Pamogan belakangan ini sering kebanjiran bahkan menggangu fasilitas umum.

Warga setempat pun ada yang merasa gerah terhadap perilaku masyarakat atapun perusahaan yang nekat membuang pada semabatangan tempat.

Kejadian itu membuktikan kontrol terhadap perusahaan-perusahaan yang menghasilkan limbah perlu ditingkatkan.

Peristiwa tersebut diduga perusahaan tidak melaksanakan tanggung jawabnya seperti yang tertuang dalam UKL-UPL.

Apalagi perusahaan tersebut berlokasi dekat dengan Taman Hutan Mangrove I Gusti Ngurah Rai (Tahura) yang selalu bermasalah dengan sampah.

Artinya sampah bukan hanya berasal dari oknum masyarakat,  tapi perusahaan besar pun ada yang melanggar dengan ditemukan kasus ini.

Setelah dilakukan konfirmasi pada perusahaan yang bersangkutan, hanya diberikan keterangan bahwa pegawai yang diciduk melakukan dengan teledor. (ART)

Previous Akhiri Polemik, Wagub Cok Ace Laksanakan Sales Mission ke China
Next Dandim Badung Ingatkan Antisipasi Bahaya Laten Komunis

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *