Dua Pegawai Perusahaan Es Dikenai Tipiring, DLHK Denpasar Langsung Cek Ijin UKL-UPL


Denpasar, suryadewata.com

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar melakukan pengecekan terhadap ijin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) PT. Bali Es di Denpasar, Rabu (5/12).

Dengan menugaskan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) DLHK I Nengah Jana Ariawan.

Setelah kedua pegawainya Abdul Khozin dan Hilarius Tefa ditindak pidana ringan oleh Pengadilan Negeri Denpasar dengan Hakim I Dewa Md Budi Watsara karena terciduk membuang sampah sembarangan menggunakan mobil perusahaan dengan nomor kendaraan DK 9413 BD di Jl Suniya Negara Pemogan dekat Kodam Praja Raksaka.

“Pemerikaan itu dilakukan memastikan apa perusahaan tersebut melakukan ijin berusaha sudah lengkap,” kata Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLHK Denpasar Ida Ayu Indi Kosala Dewi.

Mereka juga sudah memberikan foto copian ijin-ijinnya kepada petugas.

Manajemen perusahaan yang bersangkutan juga mengaku sudah melakukan peneguran dan pemanggulan kepada pegawai yang bersangkutan.

Sementara itu, pihaknya juga mengingatkan agar yang bersangkutan tidak mengulang kembali perbuatan tersebut.

Jika mereka mengulang kembali dan melewati proses tipiring sebanyak tiga kali bisa dilakukan pemutusan ijin usaha.

Dengan mencabut ijin usahanya dengan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Pada kesempatan itu, pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat lebih proaktif melaporkan kejadian yang merusak lingkungan melalui media-media yang sudah disediakan oleh Pemkot  Denpasar.

“Masyarakat bisa menyampaikan keluhannya melalui Pro Denpasar, Koran atau melayangkan surat kepada dinas terkait agar segera mendapatkan tindak lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (KUKM) Satpol PP Kota Denpasar I Nyoman Sudarsana mengakui pemrosesan tipiring pelaku pembuang sampah semabarangan yang meresahkan warga.

Penegakan itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum, Bab IV Pasal 12 tetang Tertib Membuang Sampah dan Limbah.

Para pelaku akan tetap diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku yang melibatkan lembaga terkait.

Sedangkan salah satu warga Pemogan I Made Mambal yang bekerja sebagai Satpam PT Dineta Jaya juga dipanggil sebagai saksi dalam persidangan tipiring.

“Saya jelaskan apa adanya, mereka terciduk dua orang dengan buang sampah sembarangan dan bersangkutan dilaporkan kepada Kepala Desa Pemogan,” ujarnya.

Setelah terciduk yang menggunakan kendaraan perusahaan, mereka menjadi warga baru yang merupakan perpindahan tempat tinggal.

Alasan itu yang diungkapkan, baginya klasik bagi mereka yang punya kebiasaan buruk buang sampah sembarangan.

Dirinya mengakui masih ada warga yang nekat membuang sampah sembarangan meskipun sudah ada larangan.

Disamping itu, kawasan tersebut juga sudah ada rutin yang mengambil sampah meskipun perlu ada jasa pengakutannya.

Upaya itu memudahkan warga agar tidak repot buang sampah sekaligus tidak sembarangan membuang sampah.

Mengingat belakangan ini, Desa Pemogan sering terkena banjir ketika memasuki musim hujan.

Namun, disayangkan perusahaan tersebut tidak mempunyai Tempat Penampungan Sementara (TPS)  limbah sebagai syarat mutlak di terbitkan ijin UKL-UPL.

Mengingat ijin tidak semata-mata kertas sebagai legal karena terbukti pegawai menggunakan mobil perusahaan membuang sampah ke luar padahal sudah punya ijin UKL-UPL. (ART)

Previous Kodam IX/Udayana Siapkan   Pengamanan.Bali Democracy Forum di Nusa Dua
Next Pasca Penutupan Toko “Shopping” Mafia Tiongkok, ASITA Optimis Wisatawan Kembali Normal

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *