Awasi Super Ketat Penambang Galian C Karangasem, Satpol PP Bali Akan Proses Hukum Hingga Kurungan



Denpasar, suryadewata.com

Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP) Bali menerima banyak laporan keluhan masyarakat terkait aktivitas penambangan galian C pada sejumlah daerah di Pulau Dewata.

“Laporan masyarakat banyak masuk ke kami tidak saja yang terjadi di Karangasem yang memang penghasil gambang galian C terbesar di Bali, laporan juga masuk dari Kabupaten Klungkung (Gunaksa), Jembrana (Nusa Sari) yang sempat mengemuka dikeluhkan masyarakat,” kata Kepala Bidang Trantib Satpol PP Bali Dewa Nyoman Rai Darmadi di Denpasar, Sabtu (15/12).

Hal itu disampaikan menanggapi Ketua Umum Badan Independen Pemantau Pembangunan dan Lingkungan Hidup (BIPPLH) Bali Komang Gede Subudi yang getol menyoroti akvititas galian C Karangasem sesuai dengan titik ijin yang diajukan terutama yang ada di Kabupaten Karangasem.

Padahal telah keluarnya Instruksi Bupati Karangasem No. 2 Tahun 2018 tentang Penertiban Izin Pemanfaatan Ruang dan/atau Arahan Pemanfaatan Ruang Rekomendasi Pemeriksaan Dokumen Lingkungan dan Izin Lingkungan Usaha Pertambangan Mineral Bukan Logam pada tanggal 2 Oktobet lalu.

Dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral Bukan Logam Dan Batuan.

Ia mengaku akan melakukan pengawasan dengan super ketat demi penegakkan Perda No. 4 Tahun 2017.

Upaya itu dalam mendukung program visi misi Gubernur Bali Wayan Koster “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, Pembangunan Semesta Berencana dengan satu pulau, satu pola dan satu management.

“Kami tidak pandang bulu bila  terbukti melanggar harus ditindak tegas, harus konsisten dalam hal penegakkannya,” tegasnya.

Bahkan, pihaknya menjanjikan akan segera melaksanakan pemantauan lapangan.

“Bilamana perlu kalau sampai ada yang melanggar atau belum memproses ijinnya kegiatan penampangannya akan di hentikan dan di proses hukum agar dapat memberikan efek jera sesuai Perda 4 Tahun 2017,” imbuhnya.

Apalagi di saat ini musim hujan sangatlah riskan membahayakan  terjadinya bencana longsor dan banjir bandang yang dapat merugikan serta membahayakan lingkungan sekitar secara luas.

Hal itu yang dialami langsung oleh masyarakat Desa Bhuana Giri sempat terjadi banjir bandang aliran dari Gunung Agung yang mengakibatkan jalan putus yang menghubungkan tempat vital (sekolah) maupuan warga antar dusun setempat  pada beberapa waktu lalu.

Akibat banjir tersebut juga menenggelamkan alat berat salah perusahaan penambang galian C yang beroperasi cukup besar yang menambang di sungai kering jalur erupsi Gunung Agung, robohnya tiang listrik menuju galian  tersebut.

Kejadian itu cukup menghebohkan masyarakat setempat karena alat berat tenggelam menjadi tontonan gratis, mereka ingin menyaksikan fenomena itu yang langka terjadi.

Disisi lain masyarakat terkena dampak sehingga melakukan perbaikan secara swadaya sehingga pemulihan jalan lebih cepat.

“Kami akan sesegera mungkin bersama Satpol PP Karangasem melaksanakan operasi bersama guna mengantiisipasi hal-hal yg dapat merugikan masyarakat sekitar dan berdampak kepada perusakan lingkungan yg lebih parah lagi,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya juga akan memberikan sanksi kurungan dan denda maksimal dari putusan pengadilan.

Oleh karena pembinaan-pembinaan seblumnya juga sudah dilakukan.

Upaya itu, pihaknya juga sempat memediasi dan turut mendorong Pemkab Karangasem megeluarkan deskresi dalam hal ini sehingga terbitlah intrusksi bupati.

“Jadi tidak ada alasan lagi pengusaha galian mengabaikan hal ini,” tegasnya. (ART)


Previous Deklarasi Diatas Laut, Gubernur Koster dan AMPB Serius Bangun Pariwisata Bali
Next Terima Audensi BPJS Ketenagakerjaan, Koster Dukung Adanya Jaminan Sosial Untuk Masyarakat

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *