Kendarai Partai “Wong Cilik”, Putra Asli Tonja Astina Siap “Ngayah” Majukan Desa


Denpasar, suryadewata.com

Kelurahan Tonja, Denpasar Utara memiliki pemilih yang berpotensi hingga 11 ribu suara, sayangnya Calon Legislatif (Caleg) langsung putra daerah secara langsung belum pernah ada semenjak 15 tahun.

Potensi itu selama ini banyak dilirik oleh “incumbent” atau Caleg dari desa lain.

Untuk itu, putra daerah asli Keluharan Tonja Dr I Nyoman Gede Astina M.Pd CHT CHA kini maju menjadi Calon Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Denpasar Utara Nomor Urut 11 dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Ia juga meraih Keluarga Sukinah Provinsi Bali 2018 mengharapkan, mampu membawa aspirasi masyarakat desa sehingga mendapatkan informasi-informasi terbaru dari pemerintah pusat, daerah ataupun kodya.

Dirinya pun maju berkat dorongan sebagian warga Tonja, karena merasa “jengah” ingin mempunyai wakil dari desa sendiri.

“Saya mendapatkan dorongan langsung dari sebagian masyarakat, mereka nampak bahu-membahu mencari dukungan untuk meyakinkan untuk memilih pada tanggal 17 April tahun mendatang,” kata Astina.

Ia mengaku siap “ngayah” untuk kepentingan desa sebagai warga negara berada didesa berhak mendapatkan informasi.

Sejalan pula dengan program Nawacita Presiden Jokowi membangun negara dari desa.

Pemerintah Jokowi yang memprioritaskan pembangunan dan kemajuan desa hingga menganggarkan Rp70 Triliyun.

Itu yang membuktikkan keseriusan pemerintah membangun desa, dirinya sebagai warga desa sepatutnya menyiapkan alat menerima dana yang besar itu sehingga ikut mendapatkan manfaat yang besar demi kamajuan sumber daya manusia (SDM).

Hal itu diumpamakan dengan desa seperti pohon mangga yang buahnya lebat karena anggaran besa sedangjan keluharan tidak punya alat mengambil buah itu sehingga masyarakat Keluharan Tonja belum merasakan manfaat buah tersebut.

Untuk itu, pihaknya memilih kendaraan PDIP karena partai yang dikenal dengan pemerhati masyarakat kecil “wong cilik”.

“Saya sendiri juga sangat senang membantu masyarakat kecil maupun mereka yang kurang mampu,” ujarnya.

Makanya nantinya, diharapkan dapat membuat terobosan ikut memperbaiki sumber daya yang ada di desa.

Dengan fokus melakukan inivasi Lembaga Pengkreditan Desa (LPD), pasar tradisional, gang atau jalan masih amburadul.

Sekaligus penggalian, pengembangan dan pelestarian budaya melalui sekha-sekha kesenian.

Pemuda diberdayakan sekaligus kualitas pendidikan sumber daya manusia (SDM) sehingga daya saing desa semakin membaik. Termasuk bidang kesehatan masyarakat.

Meskipun dirinya maju harus dihadapkan dengan para incumbent, namun dirinya tetap optimis demi kemajuan desa.

“Jalan kita masih panjang tetapi saya percaya dengan dukungan semua pihak, cita-cita luhur itu akan terwujud,”

“Kerja keras, berani bermimpi dan mengambil kesempatan adalah prinsip hidup saya, tidak ada hal baik yang tidak terjadi jika kita menghendakinya, keikutsertaan saya sebagai Calon DPRD PDI Perjuangan Kodya Denpasar saya yakin sebagai kesempatan yang harus saya ambil untuk menegaskan impian saya menciptakan hidup yang berkualitas dan berbudaya bagi keluarga serta masyarakat Kodya Denpasar,” tutupnya. (ART)

Previous Akan Bentuk HIPMI Digital, Wagub Cok Ace Rangkul Anak Muda Manfaatkan Era Digital Ekonomi  
Next Deklarasi Diatas Laut, Gubernur Koster dan AMPB Serius Bangun Pariwisata Bali

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *