Harapkan Penlok Bandara Buleleng Turun 2019, Gubernur Koster: Ini Sejarah Besar


Buleleng, suryadewata.com

Gubernur Bali Dr Ir Wayan Koster MM menegaskan harapan agar penlok Bandara Buleleng bisa turun 2019. “Bandara baru yang direncanakan dibangun di Kubutambahan, Buleleng, butuh lahan setidaknya 600 hektare,” ujar Gubernur Koster pada acara sosialisasi bandara yang berlangsung di Hotel Banyualit, Lovina, Buleleng, pada Selasa (18/12/2018).

Gubernur Bali yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi melanjutkan, 370 hektare lahan milik Desa Adat Kubutambahan, serta 50 hektare lahan milik Desa Adat Sanih. Sebagian lahan, adalah milik warga Bulian, Depeha dan  Desa Kubutambahan.

Di sisi lain, Gubernur Koster justru menyatakan tanah untuk bandara di Kubutambahan, Buleleng, tetap berstatus sebagai tanah desa adat. Lahan itu bukan dibeli dari desa adat.

Jika hal ini dilakukan, Gubernur Bali malah khawatir jika tanah di Bali lama-lama akan habis dan warga tidak memiliki hak kepemilikan atas lahan di Pulau Dewata.

“Jadi tanah yang digunakan sebagai lahan bandara itu statusnya tidak dijual-beli, tapi dijadikan sebagai penyertaan dari desa adat. Status lahan milik desa adat. Semoga tahun depan 2019 penlok sudah dikeluarkan, karena ini sejarah besar bagi Bali,” ujarnya.

Selanjutnya Gubernur Koster membuka acara Konsultasi Publik
Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Rangka Pembangunan Bandara di Bali Utara yg diselenggarakan Kementerian Perhubungan RI.

Pada kegiatan ini, Tim Kementerian Perhubungan juga melibatkan unsur Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Badan Penjaminan Keuangan Infrastruktur Kementerian Keuangan dan Konsultan yang melaksanakan studi pembangunan bandara baru di Buleleng.

Direktur Pembanguan Bandara
Direktur Bandar Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bintang Hidayat menyampaikan bahwa memang diperlukan bandara baru di Bali untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata di Bali.

“Dan Kubutambahan adalah lokasi yang paling layak sebagai tempat pembangunan bandara baru di Bali,” ujarnya.

Acara dilanjutkan pemaparan dari tim pemerintah dan konsultan, tanggapan masyarakat dan diakhiri penandatangan dukungan dari semua komponen masyarakat terhadap rencana pembangunan bandara baru di Buleleng.

Kegiatan ini dihadiri pejabat Pemprov Bali,  tokoh Pemkab Buleleng yang terkait, Kepala Bappeda, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, DPRD, Ketua Majelis Madia Buleleng, Ketua Parisada Buleleng, Kepala Desa Kubutambahan, Bendesa Adat Kubutambahan, serta tokoh-tokoh masyarakat.

Previous Ketua OJK Bali Nusra Elyanus Puji Keindahan Desa Munduk Buleleng
Next Saat Pilkada Gubernur Bali Wayan Koster Sudah Perjuangkan Bandara Buleleng

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *