Ketua OJK Bali Nusra Elyanus Puji Keindahan Desa Munduk Buleleng


Buleleng, suryadewata.com

Rombongan Gathering Media dan Ramah Tamah Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara mengunjungi Desa Munduk Buleleng bukan saja terkenal karena alamnya yang sejuk.

Namun desa yang banyak meninggalkan jejak sejarah ini juga memiliki pemandangan alam yang indah dengan sejumlah air terjun,  danau (Danau Tamblingan) hingga produksi kopi yang sudah mendunia.

Bahkan banyak tokoh terkenal sempat datang ke Munduk, di antaranya Rabindranath Tagore, David Bowie hingga Jean Coteau termasuk Menteri Pariwisata RI Joop Ave serta Menteri Lingkungan Hidup Sarwono Kusumamaja.

Kedatangan puluhan tokoh nasional dan dunia ini dapat dilihat dari prasasti yang terpajang di Puri Lumbung Cottages, Munduk.

Letaknya yang berada di ketinggian serta kerap ditutupi awan sehingga Munduk sering juga disebut sebagai Negeri Di Atas Awan.

“Kopi Munduk didatangkan Belanda tahun 1870 dan sejak itu diekspor oleh VOC. Saat ini kopi Munduk banyak dijual ke Prancis,” jelas tokoh Munduk yang juga Ketua Pokdarwis Munduk Nyoman Sutarya saat menyampaikan pemaparan pada Gathering Media dan Ramah Tamah Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Senin (17/12) malam di Puri Lumbung Cottages, Munduk, Buleleng.

Pada acara yang berlangsung meriah dengan sejumlah pementasan tari-tarian setempat juga hadir Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Elyanus Pongsoda dan jajaran.

Dikatakan Sutarya yang akrab disapa Mang Kok, pariwisata Munduk semakin menggeliat setelah berdirinya sejumlah sarana pariwisata di awal tahun 1990-an. Dan kini puluhan sarana wisata bertebaran di kawasan yang dikitari vegetasi cengkeh dan kopi ini.

Bahkan air terjun Munduk yang memiliki ketinggian sekitar 50 meter itu semakin ramai dikunkungi sejak saat itu.

“Sebenarnya ada empat air terjun di desa ini, namun yang paling ramai dikunjungi Air Terjun Tanah Barak yang mengaliri Tukad Mendaung,” jelas Mang Kok yang juga pemandu wisata setempat.

Menurutnya kalau musim libur, ratusan wisatawan datang sambil mandi ke air terjun ini. Apalagi jalan menuju lokasi air terjun sudah cukup bagus sehingga kerap dipakai kegiatan tracking.

Mang Kok menambahkan air terjun Tanah Barak (red coral) ini cukup banyak diminati karena airnya yang jernih. Dan beberapa turis mengaku setelah mandi di sini merasakan kesegaran yang beda.

“Ada pula yang bilang setelah mandi, kulit terlihat lebih cerah.

Jadi yang datang kalau tidak mandi biasanya mereka cuci muka karena airnya yang sangat jernih dan sejuk,” tambahnya. Menuju ke lokasi yang penuh rimbunan pohon ini, pengunjung cukup berjalan sekitar 700 meter.

Meski medan berbukit, namun jalan yang ada sudah dikeraskan dengan beton.

Sementara itu, Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Elyanus Pongsoda di sela-sela ramah tamah memuji keindahan Desa Munduk yang sejuk dan indah.

“Saya sudah sering ke Bali, tapi baru kali ini ke Munduk. Di Toraja Sulsel juga ada negeri di atas awan seperti di Munduk ini. Ini kekayaan dan keindahan alam indonesia yang luar biasa,” puji Elyanus yang tanggal 14 Desember 2018 lalu dilantik. (ART)

Previous Sambut 2019, Promosi Kopi Santara Sambil Tampilkan Musik Masa Silam Musisi Sneior Oka Orpicka
Next Harapkan Penlok Bandara Buleleng Turun 2019, Gubernur Koster: Ini Sejarah Besar

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *