Satpol PP Bali Geram Nyaris Semua Aktivitas Galian C Sebudi Bodong, Pengusaha Bandel Diberi Enam Bulan Urus Ijin


Karangasem, suryadewata.com

Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP) Bali merasa geram akibat ulah pengusaha galian C Karangasem daerah Sebudi nyaris semuanya masih membandel beraktivitas tanpa mengurus ijin usaha.

Mengingat aktivitas penambangan telan menjadi sorotan publik, terutama dari kalangan pemerhatj lingkungan, karena berdampak buruk pada masa depan dan anak cucu.

Meskipun sudah berulang kali diingatkan dan diberikan kemudahan agar segera mengurus ijin, apalagi kini sudah dimudahkan dengan adanya sistem online single submission (OSS).

Ia mengakui, pengusaha sebelumnya banyak beralasan tidak dapat mengurus ijin karena tidak mendapatkan rekomendasi dari Kabupaten Karangasem akibat adanya perbedaan Perda Tata Ruang Kabupaten dan Provinsi.

Bahkan dipanggil diberikan pembinaan pun mereka tidak kompak datang untuk mendapatkan penjelasan mengenai pengurusan ini tambang.

Setelah keluarnya Instruksi Bupati Karangasem No. 2 Tahun 2018 tentang Penertiban Izin Pemanfaatan Ruang dan/atau Arahan Pemanfaatan Ruang Rekomendasi Pemeriksaan Dokumen Lingkungan dan Izin Lingkungan Usaha Pertambangan Mineral Bukan Logam pada tanggal 2 Oktobet lalu pengusaha sudah bisa mendapatkan rekomendasi dari kabupaten.

Dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral Bukan Logam Dan Batuan.

“Berlakunya aturan ini, tidak ada alasan lagi usaha mengaku sulit mengurus ijin atau terhambat, jika ingin melanjutkan usaha galian C karena tahun 2019 kami akan menindak tegas bagi pengusaha yang masih membandel,” kata Kasat Pol PP i Bali I Made Sukadana di Karangasem, Selasa (19/12).

Hal itu disampaikan ketika mengadak sidak bersama Satpol Karangasem, Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Bali dan Dinas Perijinan Karangasem. Sekaligus memberikan pembinaan kepada pengusaha galian C Karangasem agar segera mengurus ijin dengan waktu hingga enam bulan berlaku dari Januari.

Setelah itu, pihaknya tidak akan memberikan toleransi lagi kepada para pelanggar yang akan diproses secara hukum.

Ia didampingi Kepala Bidang Trantib Satpol PP Bali Dewa Nyoman Rai Darmadi menegaskan, pihaknya tidak segan-segan akan menindak pengusaha yang menambang secara liar.

Oleh karena aktivitas galian tersebut banyak dikeluhkan oleh masyarakat yang dapat merusak lingkungan, menggangu ketertiban umum maupun rusak jalan raya yang dilalui truk-truk pembawa pasir.

Ia mendesak pengusaha mengurus ijinnya agar ada pemasukan bagi pemerintah daerah Kabupaten Karangasem.

“Karangasem mengalami defisif, sementara sumber pemasukan bocor,” ungkapnya.

Dalam memudahkan komunikasi antar pengusaha galian C, pihaknya meminta agar membentuk asosiasi atau peguyuban.

Sementara itu, Pengusaha Mangku Tirta mengaku siap akan membentuk perkumpulan dalam memudahkan komunikasi.

Dirinya mengakui bahwa hampir semua aktivitas galian C daerah tersebut tidak mengantongi ijin yang tersebar beberapa titik yang dikuasi sekitar 22 pengusaha.(ART)

Previous Ini Penjelasan Sat Pol PP Badung Terkait Toko Shopping Tiongkok
Next Perpres No. 82 Tahun 2018, tentang Jaminan Kesehatan, di kantor BPJS Kesehatan

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *