Evaluasi Ketersediaan Stock Pangan Pokok Menjelang Hari Raya dan Tahun Baru


SURYADEWATA.COM

Guna mengantisipasi kelangkaan ketersediaan stok pangan pokok menjelang hari raya keagamaan di provinsi Bali, yaitu Natal tanggal 25 Desember 2018, Galungan tanggal 26 Desember 2018, tahun baru tanggal 1 Januari 2019 dan Kuningan tanggal 5 Januari 2019, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali melaksanakan rapat koordinasi evaluasi pada tanggal 19 Desember 2018 yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si.

Rakor evaluasi dimaksudkan untuk menghitung proyeksi produksi berdasarkan kondisi tanam dan panen di lapangan untuk beberapa komoditi pangan pokok yang biasanya meningkat kebutuhannya menjelang hari raya keagamaan dan tahun baru.

Seperti biasa pada saat menjelang hari raya besar keagamaan akan terjadi peningkatan permintaan kebutuhan pokok sehari-hari yang berakibat pada inflasi (karena kenaikan harga-harga) pada bulan-bulan bersangkutan.

Bahan pangan pokok yang cenderung meningkat permintaannya secara signifikan adalah : beras, cabai, bawang merah, beberapa jenis sayuran dan buah-buahan.
Kemampuan daerah untuk menyediakan bahan pokok dari produksi lokal sangat tergantung pada keadaan panen di lapangan karena produk pertanian yang sifatnya musiman.

Proyeksi ketersediaan stok pangan didasarkan data tanam dan panen sesuai laporan dan pengamatan lapangan. Adapun proyeksi ketersediaan beras, bawang merah dan cabai periode Oktober sampai dengan Desember 2018 sebagai berikut :
Ketersediaan beras berdasarkan data panen padi bulan Oktober s/d Desember diproyeksikan sebesar 164.087 ton, sedangkan kebutuhan 104.454 ton (jumlah penduduk x konsumsi per kapita per bulan) sehingga ada surplus pada akhir Desember 59.633 ton, yang cukup untuk kebutuhan bulan Januari 2019. Dengan perhitungan kebutuhan beras per bulan 34.818 ton dengan konsumsi per kapita 99,48 kg per tahun atau 8,29 kg per bulan.

Luas tanam dan panen padi di Bali tiap bulan hampir rata, karena di Bali tidak dikenal panen raya dan panen peceklik, karena fungsi subak masih berjalan dalam proses budidaya padi. Bulan yang relatif rendah panennya umumnya bulan Januari, Juli dan Agustus karena saat tersebut masa tanam padi, yang berarti petani baru saja habis panen pada bulan sebelumnya.

Proyeksi produksi bawang merah bulan Oktober s/d Desember 3.047 ton, sedangkan kebutuhan mencapai 4.379 ton, sehingga terjadi kekurangan sebesar 1.332 ton (Nopember – Desember). Hal ini akibat puncak pertanaman bawang di bulan Juli s/d Agustus yang dipanen bulan September – Oktober. Kelebihan produksi di bulan Oktober tidak bisa disimpan karena belum tersedia sarana pergudangan yang memadai. Petani tetap menjual bawangnya di bulan Oktober walaupun harganya relatif rendah (Rp. 18.000,- eceran Rp. 15.000,- di petani), harga selanjutnya merangkak naik dan bulan Desember menjadi Rp. 25.000,- di eceran.

Produksi cabai merah bulan Oktober – Desember 2018 sebesar 3.979 ton dengan kebutuhan 2.238 ton sehingga terjadi surplus 1.741 ton. Harga cabai rawit merah juga mengikuti harga pasar kota lain terdekat dengan Bali walaupun produksi surplus harga cabai mengikuti harga pasar lain di luar Bali, karena yang lebih mahal di luar Bali akan mendorong cabai akan dikirim ke lokasi lain di luar Bali.
Produksi cabai rawit merah bulan Oktober – Desember 2018 5.294 ton dengan kebutuhan 2.520 ton sehingga surplus 2.774 ton. Harga cabai rawit merah juga mengikuti harga pasar kota lain terdekat dengan Bali. Surplus produksi akan dikirim kepada pasar kota lain terdekat.

Untuk sayuran dan buah masyarakat membeli sesuai ketersediaan di pasar. Bulan Desember sedang musim panen buah lokal mangga, manggis, durian, anggur sehingga suplai buah mencukupi.
Adanya kenaikan harga umumnya lebih disebabkan faktor psiologis belanja di harinya

Previous Babinsa Pedawa Ikut Jaga Kearifan Lokal
Next Sekda Dewa Indra Harap Usai Deklarasi, Relawan Bisa Mengabdi Sesuai Keahlian Masing-Masing

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *