Masyarakat Diminta Jaga Pola Makan, Baksos Griya Sehat Bali Siddha Ayurveda di Kaki Gunung Agung


Karangasem , suryadewata.com

Pemilik Griya Sehat Bali Siddha Ayurveda Dr Made Sagiananda Myt Ph.D mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan pola makan yang sehat (satwik).

“Upaya itu mencegah timbulnya gangguan dalam tubuh yang menyebabkan penyakit sehingga menggangu aktivitas sehari-hari,” kata Sagiananda di Karangasem, Senin (17/12).

Hal itu disampaikan ketika bakti sosial (baksos) Gerakan Pramuka Gugus Depan (Gudep) 004.07-004.08 berpangkalan SMPN 3 Bebanbem di Kaki Gunung Agung Desa Bhuana Giri, Bebandem Karangasem yang berlangsung selama dua hari, 16-17 Desember.

Ia mengharapkan masyarakat tidak mengkonsumsi minuman keras (tuak, arak) maupun mengurangi makanan yang mengandung kolestrol (daging).

“Kalau bisa lebih banyak makan sayuran, buah, minum air putih, makanan nabati, kurang daging bilang perlu hindari,” ujarnya.

Oleh karena, masyarakat yang diperiksa sebagian besar penyakitnya menderita gangguan pencernaan, sakit kepala dan resiko stroke yang ditimbulkan oleh pola makan.

Selain pola makan, diharapkan juga masyarakat agar melatih dengan melakukan gerak yoga.

Dalam pengobatan Ayurveda memiliki keunggulan tidak saja menyembuhkan penyakit pada orang sakit tetapi kesehatan orang yang sehat.

Pengobatan Ayurveda itu kembali mulai dipromosikan agar masyarakat dapat hidup bahagia, sehat, dan damai.

Menurutnya, kehidupan manusia tidak terlepas lingkungan yabg memiliki unsur yang sama terdiri dari lima elemen utama yakni eter (zat), udara, api, air dan tanah.

Hal itu sama seperti di alam, manusia juga terdiri dari lima elemen ini.

Ketika salah satu dari elemen ini tidak seimbang di lingkungan, mereka akan mempengaruhi kita manusia.

Lima elemen utama tersebut termanifestasi dalam tubuh manusia sebagai tiga cairan tubuh dasar yang dikenal sebagai doshās (vāta, pitta dan kapha).

Ketiga doshās mengatur penciptaan, pemeliharaan dan penghancuran jaringan tubuh. Setiap orang lahir dengan kombinasi unik dari doshās ini yang menentukan konstitusi dasar mereka yang disebut Prakruti.

Vata dosha mengatur prinsip gerakan dan karena itu dapat dilihat sebagai kekuatan yang mengarahkan impuls saraf, sirkulasi, sistem pernafasan, pengeluaran.

Sedangkan Pitta dosha bertanggung jawab untuk proses transformasi dan metabolisme pada tubuh manusia. Mengubah dan mengasimilasi makanan menjadi nutrisi yang dapat diserap oleh tubuh adalah contoh dari fungsi Pitta juga bertanggung jawab untuk metabolisme dalam sistem organ dan jaringan serta metabolisme pada sel.

Serta Kapha dosha bertanggung jawab untuk pertumbuhan. Ia juga memberikan perlindungan, misalnya, dalam bentuk cairan otak-tulang belakang, yang melindungi otak dan tulang belakang.

Lapisan mukosa lambung adalah contoh lain fungsi Kapha dosha dalam melindungi jaringan tubuh manusia.

Tahapan dalam perawatan Ayurvedic secara spesifik mengatasi masalah kesehatan seseorang.

Ketika salah satu doshas terakumulasi atau kehilangan keseimbangan, Ayurveda menyarankan gaya hidup tertentu dan pedoman gizi untuk membantu individu dalam mengurangi dosha yang telah menjadi berlebihan.

Obat-obatan herbal juga disarankan untuk menyembuhkan ketidakseimbangan tersebut dan penyakitnya.

Ia seorang dokter ahli Ayurveda yang sudah melanglang buana di belahan dunia Asia dan Amerika dalam Ayurveda Wellness Therapies.

Seringkali seorang pasien pergi ke dokter untuk berobat dengan perawatan medis modern (allopati).

Namun, ketika mereka tidak meningkat kesehatannya meskipun telah mencoba berbagai macam tindakan medis, barulah mereka beralih ke pengobatan Ayurveda.

Ketika Ia akhirnya beralih ke pengobatan Ayurveda, penyakitnya telah menetap dalam tubuh, banyak uang telah terbuang pada obat-obatan, dan efek samping dari obat juga telah terjadi.

Untuk menghindari hal ini dan untuk menghindari efek samping obat yang berbahaya, penting untuk menjalankan juga pengobatan Ayurveda sedari awal terjadinya penyakit.

Menurutnya, penyembuhan Ayurveda didukung oleh tempat Pulau Bali.

“Pulau Dewata memiliki taksu untuk penyembuhan, sehingga mengembangkan pariwisata spiritual itu sangat mungkin,” katanya.

Untuk itu, pihaknya memberikan pelayanan “Ayurveda Wellness Therapies” dan “Yoga Class”. Bahkan menyediakan pula herbal product.

Sementara itu, Ketua Komite SMPN 3 Bebandem Ketut Ngurah Subrata menambahkan, pengobatan itu dapat dijadikan solusi bagi masyarakat dengan kembali ke alam (back to nature).

Pengobatan Ayurveda agar kembali dipoluerkan oleh masyarakat sehingga dapat menjadi pilihan yang tepat.

Antusias masyarakat begitu besar yang ingin merasakan pengobatan Ayurveda karena selama ini belum begitu populer di kalangan masyarakat.

Sejumlah masyarakat merasakan langsung manfaat tersebut, meskipun untuk memulihkan tubuh secara maksimal dibutuh perawatan atau pemeriksaan lanjutan secara berkesinambungan.

Untuk itu, pihaknya akan terus memberikan pengobatan itu sehingga masyarakat khususnya prang tua siswa tetap sehat. (ART)

Previous Kapolres Badung Lakukan Bhakti Sosial di Panti Asuhan Benih Harapan Dalung.
Next Wagub Cok Ace Hadiri Karya Agung Mamungkah di Pura Dasar Bhuwana Gelgel

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *