Terobosan Gubernur Koster Selama Tiga Bulan Lebih


Denpasar, suryadewata.com

Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan terobosan selama menjabat sebagai orang nomor satu di Bali sejak 5 September lalu.

“Selama 3,2 bulan menjabat telah bergerak cepat dengan melahirkan payung hukum berupa Pergub dan Perda,” kata Koster di Denpasar, Jumat (21/12).

Hal itu disampaikan ketika melaksanakan ramah tamah dengan awal media menjelang Hari Raya Suci Galungan Kuningan, Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019.

Kedua peraturan itu memberikan pengaruh positif cukup banyak terhadap pertumbuhan ekonomi, budaya maupun kepariwisataan di Bali.

Dengan konsep “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” menjadi dasar dari penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) dan Peraturan Daerah (Perda) di Bali.

Pergub yang telah selesai dan diberlakukan yakni, Pergub 79 tahun 2018 tentang Busana Adat Bali dan Pergub 80 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa Bali. Dua Pergub yang segera terbit yakni, Pergub tentang sampah plastik serta Pergub tentang pemasaran dan pemanfaatan produk lokal Bali.

Sementara untuk Perda yang akan selesai awal tahun depan yakni, Rancangan Perda Desa Adat dan Rancangan Perda kontribusi wisatawan untuk pelestarian lingkungan, alam, dan budaya Bali. 

Pergub No. 79 tahun 2018 tentang penggunaan busana adat Bali, dan Pergub No. 80 tahun 2018 tentang perlindungan dan pengunaan aksara, bahasa, dan sastra Bali sudah berjalan dan disambut dengan baik.

“Sudah berjalan ini (Pergub No. 79 dan 80, red). Di kantor-kantor pemerintahan, instansi pendidikan, swasta sudah mengganti papan nama dan juga menggunakan busana adat Bali setiap hari Kamis dan Purnama Tilem. Yang belum, hanya papan petunjuk yang ada di jalan-jalan, karena menunggu anggaran tahun 2019,” kata Koster saat ramah tamah bersama wartawan menutup tahun 2018, di Warung Be Sanur, Renon, Denpasar, Jumat 21 Desember 2018.

Selain itu, lanjut Koster, dua Pergub yang akan segera terbit yakni, tentang pembatasan timbunan sampah plastik dengan sistem satu kali pakai dan Pergub tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian lokal Bali, perikanan, dan industri lokal Bali.

Pergub pembatasan sampah plastik ini untuk membebaskan Bali dari sampah plastik yang saat ini cukup tinggi.

Sedangkan Pergub tentang pemasaran dan pemanfaatan produk lokal Bali mewajibkan restoran, hotel, dan pasar swalayan memanfaatkan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali.

“Dua Pergub ini sudah kita ajukan ke Kementerian Dalam Negeri. Dan saya harap, segera turun dari Depdagri di akhir tahun ini, sehingga dengan segera bisa kita sosialisasikan dan efektif berlaku per Januari 2019 ini,” jelas Koster.

Sekaligus rancangan pemerintahannya yang akan dilakukan pada tahun 2019 yang akan datang.

“Selama 3 bulan dua minggu telah dilakukan beberapa pergub seperti pergub penggunaan bahasa, sastra dan aksara bali, pergub penggunaan pakaian adat bali’
Akan disusul pergub penggunaan kantong plastik sekali pakai dan pergub penggunaan hasil pertanian lokal bali dan akan selesaikan tentang rancangan desa adat dan kontribusi revisi perda 16/2018 tentang tata ruang,” ungkapnya.

Dalam bidang infrastruktur titik 4 dan 5 sudah mulai dibangun. Anggarannya ternyata dua kali lipat dari perhitungan semula

Rencana strategis selanjutnya kata Koster tahap pertama tahun 2019 ada 100 desa adat akan menikmati wifi gratis hingga program wifi gratis ini tuntas merambah seluruh desa yang ada di Bali.

Bandara Buleleng sudah mulai terwujud pembicaraannya sejak 18 Desember 2018. Diharapkan tahun 2019 sudah turun penetapan lokasi (penlok). Sedangkan di bidang pendidikan mulai anggaran tahun 2019 wajib belajar 12 tahun. Kemudian akan ada pembukaan TK Negeri dan vokasi.

Sementara di bidang Kesehatan semua Kabupaten/Kota masuk dalam kategori UHC (Universal Health Coverage) dan diharapkan 95 % tercover.

“Puskesmas Kabupaten/Kota akan diterapkan program Krama Bali Sehat (KBS) berbasis Kecamatan dibuatkan secara online. Akan ada program JKN-KBS (Jaminan Kesehatan Nasional-Krama Bali Sehat),”ujar Gubernur Koster.

Sementara saat ini rencana pem pembangunan Shortcurt Gilimanuk-Denpasar akan dilakukan “visibility studies” sehingga nilai tambah bagi perenomian masyakat dapat tercapai.

Untuk itu, pihaknya membutuhkan kerjasama awak media mengawal pembangunan agar berjalan dengan baik. (ART/GAB)

Previous STAHN Mpu Kuturan Singaraja Gelar Kegiatan Bhakti Sosial
Next Supir Truck Lintas Provinsi Pengedar Shabu Ditangkap

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *