Peringati Hari Ibu, Dvipantara Samskrtam Gelar “Matru Pitru Vadanam”


Gianyar , suryadewata.com

Yayasan Dvipantara Samskrtam menggelar “Ritual Matru Pitru Vandanam” atau  Penghormatan kepada Orang Tua bertempat di Lala Yoga Shala Celuk Sukawati Gianyar, Sabtu (22/12).

Perayaan kali ini termasuk istimewa karena bertepatan dengan Peringatan Hari Ibu di Indonesia dan Rahina Suci Purnama Kapitu.

Ketua Yayasan Dvipantara Samskrtam  Dr. I Wayan Gede Suacana (Agni Premadas) membangkitkan kembali nilai-nilai luhur nusantara yang ditradisikan dalam Ritual Sungkeman atau Sujud/ vandanam kepada Orang Tua sebagai ungkapan rasa bhakti.

Vandanam sebagai salah satu dari sembilan wujud ungkapan bhakti dalam Bhagavad Gita.

Dosen Magister Administrasi Publik Univ. Warmadewa dan Kalitbang Veda Poshana Ashram Pusat ini mengingatkan Taittiriya Upanishad I.11: Devo Bhava, Pirtu Devo Bhava, Acharya Devo Bhava, Atithi Devo Bhava” yang berarti Pujalah IBU, AYAH, GURU dan TAMU-mu sebagai (perwujudan) Tuhan.

Acara itu juga untuk membayarkan hutang, khususnya Pitru Rnam (hutang kepada orang tua dan leluhur) selain dua hutang lainnya, yaitu Daiva Rnam (hutang kepada Tuhan) dan Rishi Rnam (hutang kepada orang suci).

Kegiatan yang diikuti kurang lebih 65 peserta dari berbagai latar belakang keluarga seperti: pandita, pinandita, guru, seniman, pedagang, PNS, karyawan swasta ini setidaknya  akan bisa menjadi momentum untuk mengembangkan rasa hormat, kasih sayang dan pelayanan anak-anak kepada orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Harapannya Pada Jaman Kali Yuga ini, anak-anak dan generasi milenial yang cenderung memperlihatkan sikap tidak hormat kepada orangtua bisa dikurangi. Anak sejatinya berhutang segala-galanya kepada orang tua, mulai dari darah, daging, sampai pada makanan, pakaian dan uang yang diterima. Oleh karena wajib menghormati orang tua kita sebagai perwujudan Tuhan di bumi.

Sementara Jro Mangku Krishna dalam dharma vacananya memberikan pemaknaan kepada Matru Pitru Vandanam.

Menurutnya, hendaknya dibiasakan dalam setiap keluarga anak-anak, bahkan para orang dewasa untuk menyentuh kaki ayah dan ibu mereka setiap pagi sebelum memulai tugas sehari-hari.

Hal itu akan menciptakan suasana penuh rasa hormat dalam rumah. Jadikanlah ini sebagai kegiatan rutin setiap hari.

Upanishad menganjurkan ini sebagai syarat dasar bagi kebudayaan kita.
Tidak ada yang melebihi seorang ibu di dunia ini.

Ibu mengandung selama sembilan bulan, lalu ibu menunjukkan ayah, ayah menunjukkan guru, dan guru menunjukkan dan menuntun kepada Tuhan sehingga bakti duniawi terbesar di dunia adalah kepada kedua orang tua.

Pujalah ibu sebagai Tuhan. Ibu harus dipuja sebagai Brahma, sang Pencipta. Pujalah ibu dan percayai ibu, ini menyimbolkan pemujaan kepada Tuhan.

“Meme Bape Dewa Nyekala di gumine”. Ayah sebagai simbol Wisnu, Pelindung, oleh karena itu terdapat anjuran pujalah ayah sebagai Tuhan.

Dengan demikian ayah dan ibu merupakan perwujudan Brahma dan Visnu. Lalu ada Ishvara (Shiva) yang di sebut Bholasankara, Beliau memberikan apapun yang diinginkan oleh orang-orang.

Kitab Budha bahkan menyebutkan ribuan kali pun engkau mengelilingi dunia tapi akan tetap sia-sia kalau tidak menghormati Tuhan.
Bahkan Tuhan bersabda, tanganKu tidak mampu memberikan karunia kalau engkau tidak hormat kepada orang tua.

Dalam Sarasamuscaya, dikatakan ibu lebih besar dari bumi dan ayah lebih tinggi dari angkasa. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Yudistira, kesabaran Ibu lebih besar dari ibu pertiwi. Oleh karena itu bakti kepada orang tua merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh anak.

Jro Mangku Cenik dari Bedulu Gianyar, salah satu peserta mengungkapkan rasa harunya setelah mengikuti rirual ini.
“Seperti saya menemukan kembali harta berharga yang telah lama hilang. Saya sampai meneteskan air mata ketika anak cucu membasuh kaki dan bersujud”.
Dia berharap ritual Mathru Pithru Vandanam akan bisa diadakan secara reguler pada tahun-tahun mendatang. (ART/*)

Previous Update Dampak Tsunami Selat Sunda: 43 Meninggal Dunia, 584 Orang Luka-Luka dan 2 Orang Hilang
Next Standard Ganda Kawasan Teluk Benoa, Reklamasi Pelindo Diijinkan dan Investor Diributkan

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *