Presiden WHP Pastika: Kembali ke Jalan “Dharma”


Denpasar, suryadewata.com

Presiden World Hindu Parisad (WHP) I Made Mangku Pastika mengajak umat kembali ke jalan “dharma”.

Oleh karena umat sudah tersesat jauh dari jalan “dharma” itu sendiri yang menjadi pedoman dalam hidup.

Dalam mengembalikan itu dibutuhkan sebuah strategi dan waktu yang tepat.

Upaya itu menghindari ancaman menurunnya jumlah umat Hindu dunia.

Dengan menyadari arti sebuah kehidupan sejati sebagai manusia sesuai ditempuh dengan jalan “dharma” yang mengandung nilai-nilai universal.

“Umat Hindu harus membuka diri tidak hanya terbatas pada adat keaderahan, pakaian, asesoris tertentu atau properti tertentu,” kata Pastika ketika sebagai pembicara Internasional Conference “Hindu Tample As Center of Excellence” di Denpasar, Sabtu (22/12).

Menurutnya, identitas adat (pakian adat) belum menjadi jaminan seorang menjadi Hindu, namun orang bersangkutan agar memahami “dharma” itu sendiri yang ada dalam kitab suci Veda.

Dalam ajaran Hindu tidak ada suatu keharusan maupun dogma, tetapi diberikan memilih dengan penuh fleksibel.

Untuk meningkatkan keyakinan dapat membaca “Bhagavad-gita” yang menjadi salah satu kitab yang populer di dunia.

“Saya sendiri sangat mengajurkan membaca kitab suci Bhagavad-gita  karena mengandung ajaran “dharma” seorang manusia,” ujarnya.

Ia mengharapkan, umat Hindu agar menumbuhkan sikap peduli antar umat sehingga menghindari adanya perpindahan agama.

Hal itu diakibatkan penerapan ajaran umat yang patut benahi agar sesuai dengan dharma.

“Dharma agar selalu relevan dengan perkembangan zaman baik pada masa lalu, sekarang dan masa akan datang,” ujarnya.

Sementara itu, Guruji Anand Krishna menilai manusia Hindu mulai berkurang termasuk tanahnya.

Kondisi itu sejatinya memprihatinkan masa depan umat yang semakin jauh dari jalan dharma.

Sejatinya patut kembali pada jalan “Sanatana Dharma” untuk mewujudkan kehidupan yang lebih.

Pondasi itu harus dipupuk sejak dini sehingga memiliki keyakinan yang penuh terhadap ajaran-ajaran suci sesuai Sanatana Dharma.

Untuk itu, para kaum muda agar menjadi pejuang-pejuang dharma dan menjadi Arjuna. Karena dimana Krishna dan Arjuna akan ada kejayaan. (ART)

Previous Korban Tsunami di Selat Sunda Terus Bertambah: 222 Orang Meninggal Dunia, 843 Orang Luka-Luka dan 28 Orang Hilang
Next Agnihotra Puncak Segala Upacara, VPA Gelar Doa Kedamaian

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *