Astina Komitmen Bangun Tonja, Siapkan SDM Miliki Daya Saing Global


Denpasar, suryadewata.com

Dr I Nyoman Gede Astina M.Pd CHT CHA yang berhasil mengelola beberapa instansi pendidikan yang telah dirintisnya dalam menyiapkan generasi mendatang yang bersaing dalam era globalisasi.

Lembaga pendidikan yang dibangunnya mampu mencerdaskan anak-anak bangsa menuju generasi emas Indonesia 2045, khususnya daerah kelahirannya di Kelurahan Tonja.

Mengingat pihaknya telah menyiapkan beberapa lembaga pendidikan pariwisata maupun kesehatan.

Diantaranya Sekolah Perhotelan Bali (SPB), Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Wira Medika, Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Duta Bangsa dan PPTKIS Bali Duta Mandiri.

“Hanya langkah awal saya dalam mempersiapkan generasi penerus Bali dan membantu mereka yang kurang mampu yang disinergikan dengan program pemerintah,” kata Astina di Denpasar, Kamis (4/1).

Hal itu disampaikan ketika sembayang bersama menjelang Piodalan Pura Dalem Bungkeneng dan Perbaikan Tembok Pura Desa Pakraman Tonja, Denpasar.

Pada kesempatan itu, pihaknya menyerahkan dana punia sebagai bentuk partisipasi pembangunan tempat suci, karena pembangunan lembaga pendidikan yang dirintisnya menggunakan kawasan daerah tersebut.

Upaya itu sebagai bentuk pembangunan komunikasi aktif dan kerjasama dengan masyarakat sehingga pencerdasan masyarakat dapat terwujud lebih cepat.

Ia mengatakan, pihaknya mengajak masyarakat sekitar Tonja agar menempuh pendidikan sekaligus dibekali dengan ketrampilan dan pengetahuan akademis.

Upaya itu memastikan sumber daya manusia (SDM) Tonja memiliki daya saing baik lokal, nasional dan internasional.

Hal itu dalam menjawab perkembangan zaman yang berkembang begitu pesat.

Disamping itu, pihaknya juga menyiapkan lapangan pekerjaan baik nasional maupun berbagai belahan dunia.

“Saya setiap tahun memberangkatkan petani ke New Island sebanyak 78 orang,” ujarnya.

Persyaratan tidak rumit dengan adanya komitmen yang tinggi, etos kerja yang baik, disiplin dan jujur.

Kemampuan berbahasa tidak menjadi persoalan karena akan ada pendampingan dari Indonesia, gaji mereka cukup besar 15 dollar per jam.

Dengan hal tersebut diharapkan membantu masyarakat Bali, khususnya Tonja memperbaiki kualitas hidupnnya.

“Kami siap membantu masyarakat, sekolah kami juga sudah dilirik dari berbagai daerah di Indonesia, karena lulusannya berdaya saing global,” imbuhnya.

Apalagi dirinya sedang merebut kursi legislatif yang kuni yang ikut maju menjadi Calon Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Denpasar Utara Nomor Urut 11 dengan PDIP pada pesta demokrasi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Jika berhasil menduduki anggota dewan diharapkan mampu mengawal program-program pemerintah yang menyasar kepentingan masyarakat.

Oleh karena selama ini, belum ada putra asli Tonja yang duduk sebagai anggota dewa baik tingkat kota, provinsi maupun nasional.

Untuk itu, kesempatan Pileg Serentak 2019 mampu menyatukan tekad masyarakat Tonja dan sekitarnya memilih calon yang betul-betul komitmen membawa aspirasi rakyat.

Pada kesempatan itu, pihaknya mengusung visi “Masyarakat Kota Denpasar (Kelurahan Tonja) Sejahtera, Berbudaya, Berlandaskan Tri Hita Karana.

Stop cecerkan suara rakyat Kelurahan Tonja kepada calon lain, ngiring jengah rapatkan barisan bahu-membahu agar Kelurahan Tonja memiliki Anggota Legislatif di Kota Denpasar dan saatnya kita pilih salah satu putra terbaik masyarakat Kelurahan Tonja. (ART)

Previous Olah Raga Sederhana Namun Bisa  Menyehatkan Tulang, Melenturkan Otot Kaki Serta Bebas Dari Reumatik
Next TIM SAR GABUNGAN TERUS EVAKUASI KORBAN LONGSOR SUKABUMI: 18 TEWAS DAN 15 HILANG

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *