Sudikerta Peduli Petani Bali Akan Berikan Bibit Gabah Secara Gratis Untuk Percontohan


SURYADEWATA.COM

Dua varietas gabah unggul mulai dikembangkan di Bali yang diberi nama bibit unggul gabah Sudikerta 1 dan Sudikerta 2. Bibit tersebut hasil perkawinan antara berbagai macam varietas padi lokal yang memiliki keunggulan, diantaranya kemampuan bertahan di tanah dengan kadar air minim.

P. Barus salah satu pengusaha ketahanan pangan di Bali mengatakan, kedua varitas itu sudah diuji coba di salah satu petani di Canggu, Kabupaten Badung, Bali. Hasil dari uji coba itu menunjukkan kualitas beras unggul dari kedua varietas yang dikembangkan di Bali.

“Sudikerta yang peduli petani Bali akan memberikan bibit tersebut di 9 kabupaten/kota se Bali secara gratis untuk percontohan,” ujar Barus, Jumat, 4 Januari 2019.

Pada Kamis, 3 Januari 2019 kemarin, kedua varitas gabah unggul itu mulai didistribusikan dan dikembangkan di 5 kecamatan di Kabupaten Jembrana. Sebanyak 250 kg bibit gabah jenis Sudikerta 1 dan Sudikerta 2 telah diserahkan ke petani di Jembrana.

Bibit gabah itu diterima oleh perwakilan  subak dari 5 Kecamatan di Jembrana yakni, Ketut Wirka dari Subak Melaya, Merta dari Subak Pekutatan, Haji Daus dari Subak Air Kuning dan Yeh Kuning, Narsen dari Subak Mendoyo dan Ketut Suadia dari Subak Negara.

Penyerahan itu dihadiri oleh 30 orang petani dan diserahkan di Subak Yeh Sumbul.

“Kami petani disini mengucapkan terima kasih kepada pemberi khususnya kepada bapak Sudikerta selaku penggagas bibit Sudikerta 1 dan 2,” ujar Ketut Suadia dari Subak Negara.

Bibit gabah Sudikerta 1 memiliki keunggulan warna berasnya putih, pulen dan beraroma wangi. Pola penanamannya mampu menjangkau 2 hingga 3 batang dengan jarak tanam rata-rata 25 cm dan mampu menghasilkan tunas mencapai 46 batang.

Dalam satu tangkai akan membuahkan 156 bulir padi. Bibit Sudikerta 1 hanya membutuhkan waktu tanam selama 110 hari siap panen. Dalam satu hektar lahan mampu menghasilkan 10 ton dengan perawatan tepat.

Sedangkan bibit Sudikerta 2 merupakan perpaduan gabah lokal yang berasnya berwarna ungu. Hasil penelitian di Lalaboratorium Sucofindo pada 2017, tidak ditemukan kadar glukosa atau nol persen glukosa. Sehingga tepat dikonsumsi bagi penderita diabetes. Sedangkan kandungan karbohidrat mencapai 74,47 persen. <b>(*)</b>

Previous TIM SAR GABUNGAN TERUS EVAKUASI KORBAN LONGSOR SUKABUMI: 18 TEWAS DAN 15 HILANG
Next Cegah Kerusakan Lanjutan, ORI Bali Minta Aparat Pemda Tindak Tegas Galian C Bodong

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *