Cegah Kerusakan Lanjutan, ORI Bali Minta Aparat Pemda Tindak Tegas Galian C Bodong



Denpasar, suryadewata.com

Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab meminta aparat penegak hukum menutup usaha tambang galian C tanpa ijin (bodong) khususnya di daerah Karangasem.

Tindakan itu harus tegas sehingga tidak kerusakan lanjutan yang dikeluhkan oleh warga selama ini.

“Upaya itu mencegah kerugian masyarakat, agar tidak aktivitas itu dinikmati oleh segelintir orang semata,” kata Umar di Denpasar, Kamis (3/1).

Hal itu disampaikan usai melaksanakan Pemaparan Kinerja ORI Bali tahun 2018 yang diikuti oleh para awak media.

Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) harus tegas menuntaskan permasalahan tersebut.

Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral Bukan Logam Dan Batuan.

Pasalnya,  kondisi aktivitas Galian C Karangasem masih sungguh memprihatinkan, belum mampu sepenuhnya mensejahterakan masyarakat.

Pemda setempat nyaris tidak mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari usaha itu berlangsung.

Namun kerusakan akibat usaha tersebut begitu besar, disamping lingkungan tentunya berdampak pada kerusakan jalan, debu maupun kebisingan dari mesin yang beroperasi.

Ia mengharapkan, tidak ada pejabat yang ikut terlibat dalam usaha tersebut.

“Sisapun yang berusaha agar mengikuti aturan, jangan aturan diperuntukkan kepada publik saja,” tegasnya. (ART)

Previous Sudikerta Peduli Petani Bali Akan Berikan Bibit Gabah Secara Gratis Untuk Percontohan
Next Gubenur Bali Berbaur dengan Masyarakat Melakukan Persembahyangan dihari Raya Kuningan

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *