Gubernur Bali Koster: Pergub No 99 Tahun 2018 Hadiah Untuk Kaum Marhaen


Bangli , suryadewata.com

Selama bertahun-tahun, kehidupan petani didera beragam kendala. Antara lain, hasil panen terjual murah sehingga tidak menutupi ongkos produksi.

“Padahal petani itu baru punya uang kalau sedang panen. Nah, selama ini kalau petani panen, harga produk pertanian langsung anjlok. Lalu petani dapat apa?” ujar Gubernur Bali Wayan Koster mempertanyakan, pada acara ‘Sosialisasi dan Implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) No 99 Tahun 2018.

Pergub No 99 Tahun 2018 ini mengenai pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali. Pergub terdiri atas XVI bab dan 30 pasal.

Kegiatan sosialisasi Pergub ini dilangsungkan di antara hamparan bunga mawar Desa Pengotan, Kecamatan/Kabupaten Bangli, pada Senin (7/1/2019).

Terdorong atas keprihatinan, keberpihakan sekaligus ingin mensejahterakan petani, peternak dan pelaku industri lokal, maka Gubernur Koster sejak awal memimpin Bali sudah merumuskan Pergub tersebut. 

Gubernur Koster yang juga merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menyatakan, produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali  merupakan salah satu produk unggulan daerah, sumber pangan, komoditas perdagangan dan sumber kehidupan dan pendapatan masyarakat yang harus dikembangkan serta diberdayakan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat berdasarkan nilai-nilai Nangun Sat Kertih Loka Bali.

Menurutnya, Bali merupakan destinasi wisata nusantara dan mancanegara yang membutuhkan produk produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali.

“Pariwisata itu berkontribusi sebesar 70% atas perekonomian daerah. Sekarang menurun jadi 68,9%. Namun pertanian hanya berkontribusi sebesar 14,5% terhadap sektor ekonomi. Jadi memang pariwisata adalah lokomotif, tapi pariwisata tidak boleh meninggalkan bidang pertanian. Harus disinergikannkedua bidang ini,” tegasnya.

Langkah untuk mensinegikan adalah, dengan keluarnya Pergub No 99 Tahun 2018, maka pihak hotel, restoran, katering dan toko swalayan diwajibkan agar pembeli produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali. Harga produk minimal 20% dari ongkos produksi.

“Pembelian itu harus tunai. Jika pembayaran ingin tempo waktu sebulan, bisa membeli dari Perusda Provinsi. Kalau begini, baru masyarat petani, peternak atau industri lokal dapat sejahtera. Mereka ini ibaratnya adalah kaum marhaen, sehingga patut mendapat perhatian. Ya ini sekaligus hadiah tahun baru untuk petani, peternak dan industri lokal, Bali” ujar Gubernur Koster pada acara sosialiasi ini.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekda Bali Dewa Made Indra, Wagub Bali Cok Ace, Bupati Bangli Made Gianyar, dan sejumlah pimpinan OPD terkait. (ART/GAB)

Previous Kabag Ops Polres Badung pimpin Anev Mingguan terhadap seluruh Kanit Patroli Polres Badung  dan Polsek Jajaran.
Next Banjir Akibat Pendangkalan, TNI Laksanakan Karya Bakti

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *