Lima Perjanjian MoU Produk Pertanian Lokal Ditandatangani, STA Pupuan Kerjasama Tiara Dewata Group Sejak 2004


Bangli , suryadewata.com

Pemerintah Provinsi Bali meresmikan dan mensosialisasikan Pergub No 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali di Desa Pengotan, Kabupaten Bangli, Senin (7/1).

Peraturan ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para pemangku kepentingan. Tak heran pada saat yang sama juga dilakukan penandatanganan kerjasama (MoU) pemasaran produk pertanian lokal antara para petani dengan hotel, restoran dan toko swalayan.

Penandatanganan perjanjian kerjasama disaksikan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Wagub Cok Ace, Sekda Dewa Indra dan Kadis Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnu Ardhana.

Kerjasama antara lain dilakukan antara Kelompok Tani Batur Cempaka dengan PT Tiara Dewata (Toko Swalayan). Penandatangan kerjasama juga dilakukan antara petani dengan restoran yakni Kelompok Tani Sayur Sari dengan Restoran Bali Gemitir dan UD Sayur Segar dengan Restoran Bale Udang.

Sedangkan kerjasama dengan perhotelan dilakukan UD Bali Prima dengan Hotel Visesa Ubud dan Duta Orchid dengan Hotel Intercontinental.

“Saya menghimbau kepada para pengusaha dan pelaku ekonomi lainnya yang menjalankan aktivitas usahanya di Bali agar memposisikan dan memerankan diri yang disertai dengan suatu tanggung jawab ‘untuk membangun Bali bukan membangun di Bali’ demi mencapai kemajuan dalam meraih kehidupan yang sejahtera dan bahagia secara bersama-sama dan berkelanjutan,” kata Gubernur Bali Wayan Koster.

Menurutnya ini adalah suatu tekad yang harus dimaknai sebagai komitmen dan tanggungjawab kolektif bahwa kehadiran para pengusaha dan pelaku ekonomi yang melakukan aktivitas usaha di Bali hendaknya bukan semata-mata untuk memperoleh keuntungan perusahaan, tetapi sebagian didedikasikan untuk membangun Bali demi kesejahteraan dan kebahagiaan krama Bali.

Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 bukan saja mengatur kewajiban Swalayan, Hotel, Restoran dan Katering menggunakan produk lokal namun juga sistem pembayaran antara petani dengan usaha-usaha tersebut.

Sementara itu, Pemasaran Sub Terminal Agrobisnis (STA) Sari Buah Pupuan Tabanan I Made Sianta mengharapkan, hadirnya peraturan tersebut dapat memperluas pangsa pasar hasil pertanian Bali.

Oleh karena, pihaknya belum mampu sepenuhnya diterima pada tempat-tempat strategis, mengingat Bali sebagai daerah pariwisata, tentunya membutuhkan hasil pertanian yang cukup besar dalam mendukung sektor tersebut.

Namun, pihaknya sudah mengadakan kerjasama Tiara Dewata Group yang memasarkan produk-produk hasil pertanian.

Hasil pertanian yang dijual yakni manggis, salak gula pasir, durian lokal dan bangkok, serta buah wani.

Permintaan Dewata Tiara Group mencapai 2 ton per minggu, kerjasama itu sudah dibangun sejak  tahun 2004 dengan melibatkan 34 petani.

“Kerjasama ini akan terus dibangun dalam memberikan kepastian pasar   dari hasil pertanian,” tegasnya.

Sedangkan Pimpinan Unit Pembelian Pengemasan dan Distribusi Fresh Food Tiara Dewata Group Bambang Sumitro mengaku sudah bermitra dengan petani.

“Kami mengutamakan pembelian hasil-hasil pertanian Bali, hal ini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam membantu para petani Pulau Dewata agar sejahtera,” ujarnya.

Dengan pembayaran tunai maupun bekerjasama dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Bali.

Peminat terhadap buah lokal cukup besar dan kebutuhan pasar cukup terpenuhi.

“Kami juga bekerjasama dengan petani lainnya yang ada di Bali, selain bermitra dengan STA Pupuan,” tutupnya. (ART/*)

Previous Banjir Akibat Pendangkalan, TNI Laksanakan Karya Bakti
Next Pergub No. 99 Langsung Teken Lima Perjanjian Kerjasama Produk Pertanian Lokal Bali

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *