Aturan Baru SM-PTN SNMPTN dan SBMPTN Digelar LTMPT, Jalur Mandiri Gelar PTN


Badung , suryadewata.com

Universitas Udayana akan menyelenggarakan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SM-PTN) sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 60 Tahun 2018.

Penerimaan mahasiswa baru terdapat tiga jalur yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) serta Seleksi Mandiri.

Jalur SNMPTN dan SBMPTN dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Sedangkan untuk Seleksi Mandiri dilakukan oleh masing-masing PTN.

Peluncuran LTMPT secara resmi telah dilakukan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada hari Jumat, 4 Januari 2019 di Universitas Diponegoro.

LTMPT diharapkan mampu melaksanakan tes yang kredibel, adil, transparan, fleksibel, efisien, dan akuntabel, membantu perguruan tinggi untuk memperoleh calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan nilai akademik atau nilai akademik dan prestasi lainnya melalui jalur SNMPTN.

Bahkan membantu perguruan tinggi memperoleh calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang merupakan tes potensi scholarship dan tes potensi akademik yang dirancang untuk memprediksi kemampuan peserta dalam menyelesaikan studinya di PTN.

Hal itu disampaikan Rektor Unud, Prof. A.A. Raka Sudewi ketika press conference usai menggelar Sosialisasi SNMPTN, SBMPTN dan Bidik Misi Tahun 2019 yang dihadiri perwakilan dari seluruh SMA/SMK/MA se Bali. Sosialisasi dilaksanakan di Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran (11/1).

Dengan Narasumber Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. I Nyoman Gde Antara, Humas SNMPTN Unud serta Pengelola Bidik Misi Ida Bagus Wayan Gunam, Ph.D dan Kepala BKM Unud.

Adapun alokasi daya tampung penerimaan mahasiswa baru program sarjana melalui jalur: SNMPTN minimal 20 persen didasarkan hasil penelusuran prestasi dan fortofolio akademik.

SBMPTN minimal 40 persen berdasarkan hasil pelaksanaan tes menggunakan komputer/UTBK dan mandiri maksimal 30 persen dari kuota daya tampung.

Ia mengharapkan sosialisasi ini perubahan-perubahan terhadap jalur seleksi mahasiswa Baru di tahun 2019 ini dapat lebih jelas untuk dipahami dan tidak ada kebingungan di masyarakat.

Terkait seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SMPTN 2019 maka Unud siapkan 1.000 Unit computer.

Dalam persiapan seleksi nantinya, akan dilakukan dengan ujian tulis berbasis computer, sebelumnya seleksi dilakukan masih berbasis cetak.

“Karena ini merupakan kebijakan, maka Unud telah mempersiapakan dengan sebaik-baiknya. Sejak awal, kami telah mempersiapkan sarananya, terutama terkait keberadaan computer. Kami telah mempersiapkan sebanyak seribu unit Computer guna pelaksanaan tes nantinya,” jelasnya.

Dilanjutkan, selain computer telah disiapkan juga antaralain, server termasuk menyediakan genset juga.

“Pelaksanaan di tahun ini, selain computer kami juga telah memikirkan genset. Sebagai antisipasi dalam pelaksanaan tes nanti ada kendala mati aliran listrik. Kami telah berkoordinasi terkait dengan hal tersebut dengan PLN, terutamanya terkait jadwal-jadwal pelaksanaan tes nantinya, tidak sampai dilakukan pemadaman listrik.

Selain itu juga, ruangan telah kami siapkan juga. Dengan telah tersebar dibeberapa ruang di prodi-prodi masing-masing fakultas-fakultas di Unud,” paparnya.

Disampaikan, jika dilihat pelaksanaan SMPTN di tahun sebelumnya jumlah peserta ada sebanyak 12.000 orang. Diperkirakan di 2019 akan ada peningkatan jumlah peserta sebesar 12.700 orang peserta.

“Jumlah peserta kami prediksi akan meningkat dari tahun lalu, 12.000 orang peserta tersebut akan dibagi nantinya menjadi 20 sesi. 12. 000 akan dibagi 20, maka sekitar 600 orang peserta tiap sesinya.

Maka itulah, kami menyiapkan sebanyak 1.000 unit computer. Untuk ruangan kami perkirakan akan mencukupi. Tentunya, dengan sistem seperti saat ini tidak akan ada masyarakat dirugikan,” ujarnya.

Dikatakan, dengan sitem seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur SMPTN sebelumnya berbasis cetak dan saat ini ujian tulis berbasis computer. Diharapkan, akan memberikan hal yang besifat adil, transparan, fleksibel, efision, akuntabel serta dapat dipertangung jawabkan.

“Para peserta nantinya,benar-benar yakin dan optimis bahwa, seleksi melalui Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) lebih baik dari sebelumnya. Dengan melalui tes tersebut, tentu calon mahasiswa bisa langsung melihat nilai hasil selama mengikuti seleksi. Sehinga, hasilnya dapat dijadikan sebagai evaluasi diri selanjutnya,” ucapnya.

Dikatakan, masing-masing tes nantinya akan diselangarakan dengan waktu kurang lebih selama 3 jam 30 menit.

Sedangkan Menristekdikti memberikan mengapresiasi terobosan luar biasa yang dilakukan oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MPRTNI) dengan dibentuknya lembaga permanen LTMPT sebagai lembaga penyelenggara tes masuk perguruan tinggi negeri yang fokus mengembangkan instrumen tes masuk perguruan tinggi pada beberapa waktu lalu.

Ia berharap dengan adanya sistem baru tersebut dapat menjaring calon-calon mahasiswa terbaik.

“Hal ini merupakan terobosan yang luar biasa yang telah dilakukan MRPTNI setelah melalui berbagai kajian. Memang ujian masuk perguruan tinggi dari waktu ke waktu mengalami perubahan, namun sejatinya tidak ada perubahan di dalamnya. Kami berharap dengan sistem ini seluruh siswa SMA/SMK/MAN di Indonesia dapat memiliki kesempatan yang sama masuk perguruan tinggi terbaik, tidak melulu siswa dari sekolah dengan fasilitas yang baik dan lengkap,” terangnya.

Lebih lanjut Menristekdikti menghimbau semua pihak agar dapat mensosialisasikan sistem SM-PTN 2019 dengan sebaik-baiknya dan tidak menjadikannya momok yang membuat siswa menjadi bingung dan tertekan.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Kadarsyah Suryadi menjelaskan lembaga penyelenggara tes masuk perguruan tinggi bagi calon mahasiswa baru, LTMPT bertujuan : (1) melaksanakan tes yang kredibel, adil, transparan, fleksibel, efisien, dan akuntabel; (2) membantu perguruan tinggi memperoleh calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan/atau kriteria lain yang ditetapkan bersama oleh PTN melalui jalur SBMPTN.

“Model dan proses seleksi yang dikembangkan LTMPT mengacu pada prinsip adil, transparan,fleksibel, efisien, akuntabel serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital,”terangnya.

Lebih lanjut beliau menjelaskan LTMPT memiliki tugas : (1) mengelola dan mengolah data calon mahasiswa untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh rektor PTN; (2) melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK); (3) menyampaikan hasil UTBK kepada peserta dan PTN tujuan.

Keuntungan bagi masyarakat dengan adanya LTMPT yang akan menyelenggarakan UTBK : (1) ujian berbasis komputer mengurangi kesalahan pengisian identitas, kode soal dan pengisian lembar jawaban; (2) UTBK Dapat dilaksanakan di 74 lokasi pusat layanan UTBK PTN, sebanyak 10 kali layanan tes; (3) hasil UTBK diserahkan kepada peserta secara individu 10 hari setelah pelaksanaan tes; dan (4) setiap peserta dapat mengikuti tes maksimal 2 kali.

Ketua LTMPT sekaligus Rektor Universitas Sebelas Maret Ravik Karsidi menyebutkan, dengan diresmikannya LTMPT oleh Menristekdikti maka secara otomatis website LTMPT sudah bisa diakses masyarakat luas untuk memperoleh informasi lengkap mengenai kerangka waktu pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN 2019.

“Dengan dipencetnya tombol tadi oleh Menristekdikti, maka website kami sudah bisa diakses masyarakat luas. Sudah bisa dilihat timeline dan tanggal-tanggal penting pelaksanaan SM-PTN 2019,”ucapnya

Kepada siswa dan sekolah atau masyarakat diharapkan memperhatikan secara cermat kerangka waktu pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN 2019. Untuk kerangka waktu pelaksanaan SNMPTN 2018 yaitu, Pengisian dan Verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) 4-25 Januari 2019; Pendaftaran SNMPTN 4-14 Februari 2019; dan pengumuman hasil SNMPTN 23 Maret 2019.

Bagi yang akan mendaftar SBMPTN 2019 maka tes masuk melalui UTBK dengan jadwal : Pendaftaran 1 Maret – 1 April 2019; Pelaksanaan Tes 13 April – 26 Mei 2019; Pengumuman Hasil UTBK 23 April-2 Juni 2019. Pelaksanaan tes dilakukan pada Sabtu dan Minggu dengan sesi tes terdiri dari sesi pagi dan sesi siang. Adapun, kerangka waktu pelaksanaan SBMPTN 2019 dijadwalkan; Pendaftaran pada tanggal 10-24 Juni 2019; dan Pengumuman Hasil SBMPTN pada 9 Juli 2019.

Sedangkan untuk seleksi mandiri PTN diumumkan paling lambat 30 Juli 2019.(ART/GAB).

Previous Hotel Best Western Premier Agung Resort Ubud Sabet The Best Score Guest Satisfaction Survey  se Asia
Next Ratusan Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Rancaekek Bandung

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *