Paparkan Visi Misi Solaspas, Bupati Badung 85/90 Pande Latra Nilai Astina Caleg Ideal


Denpasar, suryadewata.com

Dr I Nyoman Gede Astina M.Pd CHT CHA mengusung visi “Masyarakat Kota Denpasar (Kelurahan Tonja) Sejahtera, Berbudaya, Berlandaskan Tri Hita Karana dengan hastag #Solaspas (Coblos No.11 Pak Astina).

Dalam merebut kursi legislatif yang menjadi Calon Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Denpasar Utara Nomor Urut 11 dengan PDIP pada pesta demokrasi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada tanggal 17 April mendatang.

Dengan membawa misi; (1) Penguatan jati diri masyarakat Kota Denpasar (Kelurahan Tonja) berdasarkan budaya Bali, (2) Pemberdayaan masyarakat Kota Denpasar (Kelurahan Tonja), (3) Peningkatan pelayanan publik melalui tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) berdasarkan peneggakan hukum (law enforcement), (4) peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat Kota Denpasar (Kelurahan Tonja) dengan bertumpu pada ekonomi kerakyatan dan penguatan keseimbangan pembangunan berdasarkan Tri Hita Karana.

“Untuk itu, saya menyiapkan beragam terobosan, kreativitas dan inovasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi persaingan global,” kata Astina di Denpasar, Minggu (13/1).

Hal itu disampaikan ketika pemaparan visi misi #Solaspas kepada masyarakat Banjar Tega, Kelurahan Tonja. Sebelumnnya sudah menghadirkan masyarakat dari Banjar Tegeh Kuri, Batan Ancak, Kedaton dan Sengguan.

Kelurahan Tonja sendiri memiliki sembilan banjar adat yang dikumpulkan setiap minggu secara bergilir.

Disamping itu, pihaknya juga datang langsung pemucuk atau penglisir di masing-masing banjar mohon doa restu.

Pada kesempatan itu, pihaknya memaparkan Misi 1; (a) memperkuat dan memberdayakan desa adat untuk menyelenggarakan fungsi, parahyangan, pawongan dan palemahan, (b) pelestarian dan pembinaan seni, budaya dan kearifan lokal, (c) pengawalan dan bantuan keuangan khusus (BKK) ke desa adat, subak dan banjar-banjar pergahun, (d) pengawalan dana bantuan dan fasilitas biaya subsidi untuk upacara yadnya, (e) memperhatikan kesejahteraan sulinggih, pemangku, pejuru, pecalang dan lansia.

Sedangkan Misi 2; (a) pemberdayaan ekonomi kreatif seperti kuliner, cetak sablon, bordir dan usaha rakyat kecil lainnya, (b) pemberian kresit dengan bunga ringan serta penguatan koperasi, (c) bantuan bagi yang magang ke luar negeri. Misi 3; (a) peningkatan kapasitas budaya usaha milik daerah (BUMD) ekonomi kerakyatan, (b) pengawalan dana desa/kelurahan, (c) pelayanan publik berbasis information technology (IT).

Misi 4; (a) memfasilitasi pengembangan dana revitalisasi perekonomian rakyat (pasar adat, LPD, BUM Desa Adat dengan penampilan dan pengelolaan seperti toko modern, (b) penguatan permodalan koperasi dan UMKM dan Misi 5; (a) pemberian bantuan kepada masyarakat miskin, (b) pelayanan kesehatan gratis, (c) pemenuhan kebutuhan pendidikan dasar dan menengah (Program Wajib Belajar 12 Tahun), (d) pembangunan infrastruktur ; gang-gang dan jalan, (e) penanganan sampah berbasis banjar (swa kelola), (f) revitalisasi sungai dan (g) taman desa untuk meniadakan ruang kumuh.

“Semua ini optimis dapat terwujud apabila masyarakat Tonja mau ‘jengah’ dan kompak mengingat potensi begitu besar yang dimilikinya,” ujarnya.

Menurutnya, apabila ada putra daerah sendiri yang mewakili tentunya akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi dan akses.

Sekaligus dapat turut serta melakukan pengawalan dan pengawasan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Denpasar agar diperuntukkan dengan tepat sasaran.

Sikap “jengah” agar ditularkan kepada masyarakat, oleh karena selama 15 tahun Kelurahan Tonja tidak memiliki perwakilan di dewan.

Masyarakat juga tidak pragmatis dalam memilih DPRD, karena karakter figur juga diperhatikan dengan baik, sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Sementara itu, Bupati Badung Periode 1985-1990 Pande Made Latra menilai figur Astina mempunyai kualifikasi yang ideal sebagai wakil rakyat.

“Bebet, bobot dan kualitas tidak perlu diragukan lagi, beliau berani meninggal pegawai negeri dan memilih mengembangkan lembaga pendidikan,” ujarnya.

Untuk itu, kebranian tersebut telah membuktikan figur bersangkutan memiliki etos kerja dan komitmen yang tinggi dalam berkarya.

Dengan demikian, pihaknya mengajak masyarakat Kelurahan Tonja bersatu dan kompak mendukung penuh agar menang merebut kursi dewan.

Apabila tidak memiliki perwakilan, tentunya akan menyulitkan daerah, adanya putra daerah yang bersedia maju yang siapa membawa aspirasi masyarakat patut didukung penuh.

“Tak ada perwakilan sangat menyulitkan, ditambah dengan sistem konstitusi yang berlaku belum sepenuhnya memberikan kemerdekaan dalam menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

Meskipun, dirinya mengakui memasuki dunia politik tidak mudah, dihadapkan dengan tidak kepastian. Namun hal itu diharapkan bukan menjadi hambatan karena niat baik dalam ikut serta memajukan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan pun disampaikan oleh akademisi purna tugas Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Udayana (Unud) Prof AA Gde Muninjaya yang mengajar Management Public Health khusus bagian pencegahan.

Ia mengatakan, pihaknya siap mendukung penuh komitmen Caleg Astina sesuai visi misinya.

Bahkan dirinya mengusulkan agar membuat tempat pencegahan bagi masyarakat bukan sebatas penyembuhan baik berupa klinik ataupun sejenisnya.

Termasuk memperhatikan orang lanjut usia (lansia) sebagai bentuk implementasi Peraturan Daerah (Perda) lansia.

“Saya siapa menyumbangkan tenaga dan pikiran agar figur Pak Astina bisa menang dan mewakili masyarakat Kelurahan Tonja,” tutupnya. (ART)

Previous Kapolres Bangli Pimpin Upacara Perabuan Almarhum IPDA I Wayan Budiana, SMD. KEP
Next Kadispenad : Peran Penerangan Semakin Strategis & Bahkan Sebagai  Alutsista TNI-AD Dalam Wujudkan Tugas Pokok.  

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *