Program Sipadu Diperkuat Pergub Pemanfaatan Produk Pertanian


Denpasar , suryadewata.com

Terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) No. 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali memperkuat mewujudkan Sistem Pertanian Terpadu (Sipadu) Pemerintah Daerah.

Upaya itu dalam mengimplementasikan visi-misi Gubenur Bali Wayan Koster dalam membangun Pulau Dewata dengan konsep “ Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

“Sekarang sudah sehingga menjadi kesempatan bagi petani Bali untuk bisa memasarkan produk pertanian nya secara berkelanjutan melalui pengembangan Sipadu” kata Kepala UPT Sipadu Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Dr I Wayan Sunada di Denpasar, Jumat (18/1).

Hal itu disampaikan disela-sela Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali mensosialisasikan Pergub Nomor 99 Tahun 2018, Pemprov Kumpulkan Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan se-Bali.

Ia menjelaskan, pihaknya melaksanakan Sipadu menyempurnakan Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri).

Sipadu merupakan sistem yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan ilmu lain yang terkait dengan pertanian dalam satu lahan, sehingga diharapkan dapat sebagai salah satu solusi bagi peningkatan produktivitas lahan, program pembangunan dan konservasi lingkungan, serta pengembangan desa secara terpadu.

Diharapkan kebutuhan jangka pendek, menengah, dan panjang petani berupa pangan, sandang dan papan akan tercukupi dengan sistem pertanian ini.

Dengan pertanian terpadu ada pengikatan bahan organik di dalam tanah dan penyerapan karbon lebih rendah dibanding pertanian konvensional yang pakai pupuk nitrogen dan sebagainya.

Agar proses pemanfaatan tersebut dapat terjadi secara efektif dan efisien, maka sebaiknya produksi pertanian terpadu berada dalam suatu kawasan.

Pemerintah Provinsi Bali sendiripun sudah bergerak dalam hal melakukan kegiatan pertanian terpadu yang dikemas dalam program Simantri yang sudah berjalan sejak tahun 2009, hingga sampai sekarang ditahun 2018 jumlah unit Simantri sebanyak 752 kelompok Simantri.

Sasaran dari Simantri yaitu: 1. Peningkatan luas tanam, populasi ternak, perikanan dan kualitas hasil; 2. Tersedianya Pakan Ternak Sepanjang Musim; 3. Tersedianya Pupuk dan pestisida organik serta Biogas; 4. Berkembangnya Diversifikasi usaha, Lembaga Usaha Ekonomi, dan infrastruktur di perdesaan yang berkelanjutan dengan target peningkatan pendapatan petani pelaksana, minimal 2 (dua) kali lipat dalam 4 – 5 tahun ke depan.

Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh dari hasil penelitian yang dilakukannya, kelompok Simantri ditahun 2012 sudah mampu meningkatkan pendapatan 2 (dua) kali lipat.

Hal ini dipaparkan saat mengikuti ujian terbuka untuk meraih gelar Doktor Program Studi Doktor Ilmu Pertanian, Program Pascasarjana Universitas Udayana, Selasa (8/1).

Gelar Doktor secara resmi diperolehnya dengan predikat cumlaude dan sukses memecahkan rekor lulusan tercepat sepanjang berdirinya prodi tersebut dengan waktu studi dua tahun lima bulan. Pada kesempatan tersebut, I Wayan Sunada juga memaparkan hasil penemuannya berupa model analisis spasial faktor utama dan klasifikasi numerik berbasis SIG (sistem imformasi geografis) dimana data base tingkat pengelolaan simantri berbasis SIG meliputi data lokasi dan profil Simantri.

Penyediaan data base berbasis SIG sangat diperlukan dalam monitoring dan evalusi pelaksanaan program Simantri, sehingga nantinya memudahkan dalam hal melakukan pembinaan kepada kelompok-kelompok Simantri.

Pada kesempatan itu, pihaknya memaparkan bahwa Sistem Imformasi Geografis (SIG) ini dapat bersinergi dengan aplikasi E-commerce yang dibuat oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali yang diberi nama SIPASDU (Sistem Pertanian Subak Terpadu).

Dengan aplikasi SIG dapat juga dilakukan pemetaan mengenai potensi lokal kelompok Simantri dimasing-masing daerah terkait dengan ketersediaan produk pertanian lokal. Jadi kelompok Simantri dapat melakukan pemasaran produk pertanian lokalnya melalui aplikasi tersebut.

Previous Gubernur Koster Ingin Bali Mandiri Energi Bersih
Next Sosialisasikan Pergub Nomor 99 Tahun 2018, Pemprov Kumpulkan Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan se-Bali

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *