Langkah Bali “Back To Nature”, Plastik Diganti Organik


Denpasar, suryadewata.com

Pemberlakukan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Plastik Sekali Pakai agar dilengakapi dengan solusi sehingga permasalahan terkait sampah plastik tuntas.

Sampah plastik bukan suatu masalah baru, namun telah didengungkan berbagai negara di dunia.

“Sampah plastik sudah permasalahan dunia seperti Florida, California dan Kawasan Fasifik,” kata Praktisi Pariwisata Bagus Sudibya di Denpasar, Selasa (22/1).

Menurutnya, kontribusi sampah plastik besar disumbangkan oleh negara Tiongkok, India dan Indonesia.

“Penglolaan sampah yang buruk dapat mengganggu lingkungan dan kualitas hidup,” tegasnya.

Untuk itu, pemberlakuan Pergub tersebut agar disertai dengan solusi yang lebih datail sehingga kembali menggunakan bahan-bahan organik (back to nature).

Negara-negara maju sudah melakukan riset dan pengembangan pembuatan kantong sekuat plastik dengan bahan organik.

Pengembangan itu sudah diterapkan oleh negara India dan Jepang, kantong tersebut bisa terurai dalam tanah maupun dalam air.

Untuk itu, pemerintah agar memberikan terobosan solusi yang yang berkelanjutan, kreatif, inovatif dan terukur.

Termasuk penuntasan sampah plastik di TPA Suwung agar segera dituntaskan dengan adanya keterlibatan pemerintah dalam memberikan subsidi silang.

Upaya itu agar mempercepat realisasi pemanfataan sampah plastik menjadi energi, bahkan bisa bisa limbahnya untuk pembuatan aspal.

“Subsidi ini penting dari pemerintah dalam menarik minat masyarakat dalam menggunakan energi-energi terbarukan,” tutupnya. (ART)

Previous Wagub Cok Ace : Pemerintah Provinsi Bali Berkomitmen Perangi Sampah Plastik.
Next Dandim Bangli Tinjau Lokasi Longsor Di Buahan Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *