Pasca Pohon Tumbang, Masyarakat Diminta Lebih Waspada


Denpasar , suryadewata.com

Plt. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Dewa Putu Mantera meminta masyarakat agar lebih waspada dalam menghadapi cuaca ekstrim pasca pohon tumbang pada sejumlah titik di Bali.

“Saya ingin himbau masyarakat agar waspada mengingat cuaca masih belum normal dan berpergian seperlunya saja,” kata Dewa Mantera di Denpasar, Jumat (25/1).

Hal itu disampaikan usai melaksanakan siaga dan evakuasi pohon tumbang yang tercacat BPBD Bali sebanyak 81 tempat dan menelan korban dua orang yang meninggal satu orang.

Bahkan pohon tumbang depan di depan Kantor DPRD Bali maupun sekitaran Lapangan Bajra Sandi yang menimpa kendaraan roda empat.

Kewaspadaan itu berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer (22/01/2019), terpantau masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudra Hindia yang masuk ke wilayah Jawa, kalimantan, Bali, NTB hingga NTT. Bersamaan dengan itu, masih kuatnya Monsun Dingin Asia beserta hangatnya Suhu Muka Laut di wilayah perairan Indonesia menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi.

Dari pantuan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir memanjang dari wilayah Sumatera bagia Selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali, hingga NTB dan NTT.

Secara khusus, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) di Jakarta tengah memonitor adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia. Salah satu bibit siklon yang saat ini berada di Laut Timor (94S) berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 3 hari kedepan dan mengakibatkan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang dapat mencapai di atas 25 knot terjadi di wilayah Indonesia seperti Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

Melanjutkan dari imbauan yang telah dikeluarkan sebelumnya pada tanggal 16 Januari 2019, BMKG kembali mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan SIAGA dalam menghadapi periode puncak musim hujan 2019.

Khususnya akan dampak dari curah hujan tinggi yang akan memicu Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019.

Ia didampingi Kasi Tanggap Darurat Bencana dan Pelayanan Kegawatdaruratan UPT Pusdalops PB BPBD Bali I Gede Agus Arjawa Tangkas mengharapkan dinas terkait untuk menata pohon-pohon yang berpotensi roboh.

Pemangkasan agar dilakukan bagian atas pohon sehingga mencegah pohon tumbang.

“Upaya pencegahan agar dimaksimalkan agar tidak terulang kembali menelan korban jiwa,” tutupnya. (ART)

Previous Keragaman Denpasar Potensi Wisata Budaya
Next Meneladani Perbedaan, Pemogan Contoh Kerukunan Kebhinekaan

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *