Tim Gabungan Pencari Turis Rusia Terjebak Banjir Gunung Agung



Karangasem , suryadewata.cim

Sebanyak 110 Relawan Pasebaya Agung dan Tim Gabungan terjebak banjir Gunung Agung di Pura Tunggul Besi Temukus, Besakih Karangasem, Jumat (25/1) Petang.

Ketua Pasebaya Agung Gede Pawana pun ikut terjebak dalam peristiwA itu dan air diperkirakan baru akan surut dalam waktu tiga jam kefepan, kata Sekretaris Pasebaya Wayan Suara.

Hal itu terjadi setelah proses evakuasi dilanjutkan oleh tim Basarnas Bali beserta potensi SAR lainnya dalam peristiwa hilangnya turis Risia di lereng gunung agung, hingga tiba di Pura Tunggul Besi pada pukul 18.20 Wita,

Korban akan dibawa ke Puskesmas Rendang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dengan menggunakan ambulance milik Polres Karangasem.

Untuk itu, pihaknya sedang melakukan koordinasi agar bisa keluar dari jebakan banjir Gunung Agung.

Sementara itu, jelas PLT (Pelaksana Tugas) Kepala Kantor Basarnas Bali, I Made Junetra menjelaskan, proses evakuasi dilakukan setelah seorang WNA asal Russia Aleksandr dikabarkan hilang saat mendaki dievakuasi melalui Posko Temukus Besakih.

Tim satu yang membawa korban telah bertemu tim ke dua sekitar pukul 15.00 Wita di ketinggian 1777 MDPL pada posisi 08° 21′ 21.61″ S – 115° 29′ 10.80″ E). Korban diberikan  penanganan medis awal dan beristirahat sejenak untuk pemulihan fisik.

Sekitar pukul 02.30 Wita tim SAR gabungan memulai pendakian dari Desa Embung untuk mencari korban. Sementara itu personil dari Kantor Basarnas Bali yang berada di Jimbaran juga dikerahkan menuju lokasi pencarian.

Akhirnya tim pertama yang melakukan pendakian berhasil menemukan korban pada pukul 10.35 Wita dalam keadaan selamat, kira-kira 1 KM ke arah atas dari titik awal ia beristirahat, tepatnya di ketinggian 2049 MDPL (koordinat 8° 20′ 56.80″ S – 115° 29′ 03.41″). 

Ia bersama ketiga rekannya mulai pendakian dari jalur Pengubengan pada hari Kamis (24/01/2019) sekitar pukul 10.00 Wita.

Berdasarkan laporan yang diterima Basarnas Bali dini hari tadi diketahui identitas target atas nama Aleksandr (28).

Berdasarkan kronologis yang didapat dari rekan korban, saat itu ditengah perjalanan Aleksandr mengalami cidera pada kaki kiri dan pergelangan tangan kiri. Rekan korban lainnya Alvis (27/ Perancis), Sergey (30/ Ukraina) dan Jhon (32/ Ukraina) memutuskan melanjutkan perjalanan, setelah 20 menit kemudian mereka kembali ke posisi awal korban beristirahat.

Setibanya di lokasi ternyata Aleksandr sudah tidak berada di tempat tersebut. 

Setelah berupaya melakukan pencarian dan hasilnya nihil, teman korban melaporkannya ke Polsek Rendang.

Rupanya sebelum melakukan pendakian, mereka tak meminta ijin dan juga tidak membawa pemandu lokal.

“Pada kesempatan pertama Basarnas Bali langsung mengerahkan personil dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem berjumlah 7 orang untuk selanjutnya bergabung dengan potensi SAR lainnya. (ART/*)

Previous Sertijab DPW IMO Indonesia Kepada PLT DPW IMO Bali Vivi Suryanita
Next SMK Pandawa Bali Global Kolaborasi dengan STIKOM Bali Gelar Gebyar Pendidikan Vokasi 2019

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *