I Wayan Sukana : Cegah Kekerasan Anak Muda Melalui Pendidikan Berkarakter dan Berbudaya


Senpasar, suryadewata.com

Masalah kekerasan pada generasi muda dan dunia pendidikan yang banyak menimbulkan keprihatinan dikalangan masyarakat maupun sekolah

Drs. I Wayan Sukana, M.SI tokoh masyarakat dan pengamat pendidikan sekaligus sebagai Plt Kadis Dikpora Denpasar dan sekarang maju sebagai Calon Legislatif Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Denpasar melalui partai Golkar nomor urut 5 Dapil Denpasar Timur menjelaskan pendidikan karakter yg didengungkan pemerintah merupakan fenomena masyarakat dan bangsa.

Terkait itu tidak cukup menciptakan generasi muda yang berkarakter karena memerlukan proses,  diperlukan komitmen semua sektor sepertu pendidikan agama , sosial, masyarakat, orang tua, lingkungan dan kominitas itu semua harus berjalan bersama-sama baik secara formal maupun non formal

” Harapan masyarakat dan pemerintah menciptakan pendidikan yang berkarakter dan berbudaya ” terang Wayan Sukana pada hari Kamis 14/02/2019 dikediamanya Kesiman, Denpasar

Langkah pertama mulai dari perencanaan  melibatkan semua komponen yang punya komitmen dan sosialisasi bergerak secara serentak. Untuk kompak dan serentak jangan saling menyalahkan satu sama lain.
Duduk bersama mencari akar.permasalahanya, dipecahkan bersama – sama baru disertai tindakan.
” Jangan saling menyalahkan harius bergerak dan berusaha bersama sama ” tegasnya

Yang ke dua dengan adanya waktu yang kurang efektip terkait aktivitas pembuatan ogoh-ogoh tergantung orang tuanya , organisasi sekehe teruna harus jalan bersama  pembinaanya.  Seperti orang tua bersama oerangkat adat baik pengawasan maupun pembinaan
sudah jalan tidak akan ada pembiaran karena ada pengawasan mupun kontrol. Berikan waktu untuk pegembangan kreativitas tapi tetap dalam satu jalur budaya

Bersama sama berkomitmen anak muda diarahlan kearah positif dan anak muda merasa diperhatikan bukan diawasi yang akhirnya anak muda merara malu. Apalagi didikte akan mental. Diperhatikan bisa diwasi dibina maupun pencerahan
Contoh sekehe ogoh  -ogoh dalam dunia anak muda ada.musik kalau itu dilarang akan mental.

Kalau ada siswa yang berani kepada guru banyak faktor penyebabnya secara global murid berani sm guru itu kecil. Ada faktor dari anak itu sendiri dengan karakternya sesuai masalahnya yang mengganggu pikiran

Disamping itu juga guru harus intropeksi diri, dia harus memahami konsep guru dimana guru patut ditiru dan  digugu, terang  I Wayan Sukana

Previous SMK PGRI 3 Denpasar Siapkan Tenaga Terampil Siap Kerja.
Next KPU Provinsi Bali Sosialisasikan Pileg dan Pilpres 2019 Capai Target Partisipasi Pemilih di Bali

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *