Pengukuhan Pengurus dan Pengawas Yayasan Dwijendra Denpasar Periode 2019-2024


btrmdn

Denpasar, suryadewata.com

Pengukuhan, Pembina, Pengurus dan Pengawas Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar Priode 2019-2024 dilaksanakan diruang aula Sadhu Gosana, jalan Kamboja, Dangin Puri, Denpasar hari Selasa 19/02/2019

Sebelumnya dilaksanakan upacara mejaya-jaya dipuput oleh Ida Pedanda Gede Wayahana Wanasari didampingi Ratu Peranda Istri Raka Wanasari,

Adapun 15 pengurus Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar yang baru dilantik yaitu :
Pembina, Ketua Ida Bagus Erwin Ranawijaya, SH, MH, dr. I Ketut Karlota, Dr. I Nyoman Satya Negara, SH, MH, Made Bagus Dicky Arya Brahman Tya, SE, M.Kom, dr. I Nyoman Diane, Dr. Putu Dyatmikawati, SH, M.Hum. Pengurus, Ketua Dr. I Ketut Wirawan, SH, M.Hum, Ida Bagus Bayu Brahmantya, SH, MH, I Ketut Widia, Spd.Mpd, Komang Sunu Waluyo, SMHK. Pengawas, Ketua Eriec Raditya Wiswamitra, I Made Kamajaya, SS, MM, I Wayan Asta Wajaya, SH, Luh Bedji, BA, Agung Satrya Wibawa Taira, SH, M.kn. 

Ketua Pembina Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, Ida Bagus Erwin Ranawijaya, SH, MH dalam sambutanya mengatakan, pengukuhan Pembina, Pengurus, dan Pengawas di dasarkan pada Akta Notaris nomor 05, tanggal 11 Januari 2019 tentang penyataan keputusan rapat Pembina Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, dan surat penerimaan perubahan pemberitahuan anggaran dasar dan data Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar dari Kementrian Hukum dan Ham. Maka, organ kepengurusan Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar telah dinyatakan sah.

Pengurus baru tersebut dapat melaksanakan seluruh tugas kewajban dan kewenengannya sesuai anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Kami ucapkan terimaksih atas kehadiran para undangan yang telah hadir dalam acara yang bersejarah di Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar,” jelas Erwin.

Pihaknya, menyatakan akan bekerja dengan baik untuk  mengembangakan Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas.

Sebelumnya sempat terjadi situasi yang tidak nyaman yang dirasakan oleh masyarakat, mewakili kepengurusan Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar yang baru.
“Saya mewakili Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar memohon maaf pada masyarakat atas kejadian yang membuat tidak nyaman,” ungkap Erwin.

Yayasan Dwijendra Pusat Denpaar berdiri sejak 28 Januari 1953 atas jasa para tokoh Hindu saat itu diantaranya, Alm I Gusti Bagus Sugriwa.

Kemudian, dilanjutkan dengan petemuan bersama dewan Raja-raja yang kemudian menyepakati pendidian sekolah.

Maksud dan tujuanya jelas sebagai wadah untuk meningkatkan pengetahuan agama Hindu, kebudayaan dan kesusastraan bagi penganut Hindu Bali dan peminat umum. “Berdasarkan kenyataan sejarah yang tidak boleh dilupakan,

Yayasan ini didirikan bukan hanya oleh leluhur kami, tapi juga oleh seluruh masyarakat Bali terutama dewan Raja-raja, Pemerintah Daerah Bali saat itu, para pegawai dilingkungan pemerinahan dan masyarakat,” tegas Erwin

Previous Rapim Kodam : Pangdam IX/Udayana tekankan penyamaan Visi, Misi, Persepsi Dan Efektifitas Pencapaian Tugas Pokok :
Next Pedagang Nasi Goreng Dapat Hadiah Mobil Pada Millenial Road Safety Festival

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *