UKK SMK PGRI 3 Denpasar Komitemn Jaga Kualitas


rbt


Denpasar, suryadewata.com

Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK PGRI 3 Denpasar diikuti 806 siswa yang berlangsung selama 10 hari. Ujian ini melibatkan pihak asesor (penilai) dari eksternal, yaitu dari kalangan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana MM., yang juga Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP)  PGRI Kota Denpasar menjelaskan ujian kompetensi itu bertujuan memberi lisensi kepada siswa, terkait keahlian bidang masing-masing. Karena untuk memudahkan mencari pekerjaan, para calon pencari kerja umumnya wajib memiliki sertifikat kompetensi keahlian. Tidak hanya itu, peserta didik juga diwajibkan memiliki sertifikat LSP.

Selain itu, melalui UKK ini juga akan diketahui sejauh mana penguasaan kompetensi keahlian dari siswa-siswi setelah selama tiga tahun proses pembelajaran yang dilalui. UKK ini juga sebagai legitimasi formal yang menunjukan bahwa mereka telah memiliki kompetensi atau keahlian di bidangnya masing-masing.

Setelah mengikuti serangkaian uji kompetensi ini, siswa akan memperoleh dua sertifikat, yakni sertifikat UKK dan sertifikat LSP. Nantinya, kedua sertifikat itu bisa dipergunakan siswa ketika melamar pekerjaan. Pemegang sertifikat LSP ini nantinya juga sangat diuntungkan, karena sertifikat itu memiliki jangkauan yang lebih luas yaitu Asia bahkan dapat menembus pasar kerja internasional.

” UKK ini merupakan amanah yang wajib dilaksanakan dari Kurikulum Pendidikan 2013. Kurikulum di SMK, mengisyaratkan komposisi antara praktik dan teori sebesar 70% : 30%, 70% praktek dan 30% adalah teori,”
ucapnya, Kamis 21 Februari 2019, di Denpasar.

Kemampuan mempraktekkan teori dan keahlian yang mereka pelajari merupakan ukuran apakah berhasil atau tidaknya seorang siswa. Inilah yang akan menjadi bekal mereka untuk bisa bekerja di dunia usaha,

Menurut Madiadnyana, proses UKK ini termasuk proses yang penting dan paling menguras perhatian dan tenaga, dan sumber daya yang lainnya. Oleh karena itu, pihaknya  betul-betul mempersiapkanya, baik dari segi materi, fasilitas, dan juga pengujinya.

SMK PGRI 3 Denpasar merupakan sekolah swasta pertama yang memiliki sertifikat LSP.

“Dari UKK ini kami berharap  apa yang kita lakukan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat ” jelas Madiadnyana

Terkait persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru  (PPDB) telah memulai tahapan sosialisasi.
Dirinya tetap optimis, SMK PGRI 3 Denpasar akan tetap menjadi pilihan favorit bagi calon siswa-siswi yang akan melanjutkan pendidikan menengah ke sekolah vokasi  karena pihaknya selama ini selalu berkomitmen dengan kualitas.

“Kualitas adalah yang utama, yang natinya diikuti kuantitas. Untuk itu, kami selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, agar tetap mendapatkan kepercayaan untuk menyekolahkan putra putrinya di SMK PGRI 3 Denpasar,” terangnya.

Untuk mengoptimalkan pelayanan tersebut, SMK PGRI 3 Denpasar kini membangun gedung baru, yang akan diperuntukan sebagai ruang praktik, fasilitas umum, dan tambahan ruang kelas belajar. “Ini adalah salah satu bentuk upaya kami untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat khususnya bagi putra-putrinya yang bersekolah di sini,” tutup Madiadnyana

Previous Kapolres Badung Himbau Masyarakat Tetap Jaga Situasi Aman Dan Kondusif
Next Kapolres Badung Hadiri Pembukaan Kelitbangan Badung Bahas Isu Aktual dan Strategis Tahun 2019

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *