Emiliana Sriwahjuni Perjuangkan Hak Kaum Perempuan Dengan Laki-laki Sama


Denpasar – suryadewata.com

Posisi perempuan di era globalisasi hingga kini masih sering dianggap lebih rendah dibanding kaum laki-laki, sehingga mereka tidak mendapatkan perlakuan dan hak yang sama, padahal tugas dan tanggungjawab  hampir sama dengan kaum laki-laki, baik itu dalam keluarga, masyarakat dan ekonomi maupun politik

Sampai kinipun masih sering menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ironisnya lagi mereka yang menjadi korban dari tindak kekerasan ini banyak yang tidak berani bersuara, karena merasa itu sebagai sebuah aib.

Menurut Emiliana Sriwahjuni, pemerhati  perempuan dari Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, sangat perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius lagi.

Ia mengaku sering mendengar cerita dan keluhan langsung dari para perempuan yang mendapat perlakuan tidak adil dan menjadi korban KDRT, kebanyakan dari mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan apa yang mereka alami, dan mereka juga tidak sepenuhnya memahami apa yang menjadi hak mereka sebagai seorang perempuan.

“saya memang sudah sejak lama konsen di bidang perempuan,  banyak perempuan yang amenjadi korban KDRT datang kerumah saya ataupun ke kantor saya mengadukan apa yang dialaminya. Saya sering menyelenggarakan seminar-seminar tentang perempuan, dan memberi pendampingan”  ungkapnya saat ditemui di Denpasar, Sabtu 23 Februari 2019.

Harus ada yang berani bersuara dan berani memimpin memperjuangkan nasib dan  hak-hak perempuan.

Emiliana  yang juga maju sebagai Caleg DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dapil Denpasar Selatan ini menilai, keberpihakan para wakil rakyat, khususnya yang di DPRD kota Denpasar  perhatian dan memperjuangkan hak-hak dan nasib perempuan belum maksimal

” Selain itu nasib kaum lansia juga perlu mendapatkan perhatian lebih serius lagi. semua orang pasti akan menjadi tua, dan semua orang tidak ingin di masa tuanya bernasib menyedihkan ” imbuhnya

” Semestinya ada rumusan program dan peraturan dari pemerintah untuk mengatur dan menjamin kehidupan para lansia. Seperti apa yang dilakukan di Kabupaten Badung, yang memberikan tunjangan sosial bagi para lansianya. Denpasar juga bisa melakukannya seperti apa yang dilakukan di Badung,” ucap Emiliana

Previous Teraz Dialog YYDiaz Centre Mendadak Membludak Hadir Sandiaga Uno
Next Bhabinkamtibmas Patroli Malam Minggu Gandeng Tokoh Masyarakat Dan Linmas Di Desa Sedang Hingga Pagi.

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *