Sari Galung: Menteri Keungan RI, Sri Mulyani Siap Alokasi APBN Untuk Desa Adat


DENPASAR, suryadewata.com

Ni Wayan Sari Galung, S.Sos yang akrab disapa Sari Galung sangat mendukung kebijakan yang disampaikan oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani yang menyatakan akan  mendukung sepenuhnya upaya Gubernur Bali Wayan Koster dalam memperkuat Desa Adat di Bali dengan mengupayakan alokasi APBN untuk Desa Adt di Bali. “Dimana Sri Mulyani sendiri juga mengatakan kalau dirinya akan mendukung 100 persen sesuai yang disampaikan oleh sejumlah media masa di Bali. Apalagi mengingat pentingnya keberadaan Desa Adat di Bali dalam menjaga kelestarian seni budaya dan adat-istiadatnya,” ujar Sari Galung, Jumat (15/3).

Menurut calon legeslatif (caleg) DPRD Bali dapil Kota Denpasar dari Partai PDI-P nomor urut 1 ini, apa yang disampaikan Menteri Kuangan RI, Sri Mulyani dalam menguatan Desa Adat di Bali lewat mengalokasikan anggaran APBN sepenuhnya benar, dan bukan hanya sebatas wacana seperti yang disampaikan Sri Mulyani sat melaksakan tatap muka bersama seluruh Bendesa Adat se-Bali di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar Kamis (14/3).

Sari Galung mengingatkan kalau Bali yang menjadi tujuan pariwisata global mampu mempertahankan eksistensi dan kelestarian adat dan budaya Bali. Kemungkinan besar kedepanya Bali akan makmur, dan masyarakatnya bisa sejahtera. Selama ini Bali menjadi salah satu tujuan wisata dunia, baik yang datang dari turis Australia, Amerika, Eropa, serta wisatawan domestik. “Jadi pada hakekatnya Bali banyak sekali tekanan bagi keberlangsungan pelestarian seni budaya dan adat-istiadat yang nantinya sangat menguntungkan buat Bali kedepanya,” terangnya.

Lanjut Sari Galung, sebenarnya Sri Mulyani sendiri juga memaparkan bahwa sesuai UU tentang Desa yang disebut Desa dan mendapatkan alokasi adalah Desa Administratif yang diakui oleh Kementrian Dalam Negeri yang secara historis berbeda dengan Desa Adat. “Namun juga tidak menampik fakta adanya ekstensitas sosial atau komunitas bersama yang bentuknya seperti Desa Adat yang nantinya fungsinya juga sangat penting diluar masalah administratif,” ucap Sri Mulyani ketika itu.

Sari Galung mengingatkan kalau peran Desa Adat  di Bali sangatlah penting selain sebagai warisan dari leluhur dalam menjaga adat istiadat, tradisi dan budaya di Bali selama berabad-abad. Desa Adat ini terbentuk dari proses sosiologis oleh masyarakat , jadi bukan dibentuk oleh negara tapi oleh masyarakat adat. Jadi sangat otonom dan terpelihara dengan baik. “Bali tidak punya emas perak, batubara, tembaga atau gas tapi Bali punya adat istiadat dan budaya yang kaya dan unik. Kalau diberdayakan secara ekonomi tidak akan habis-habisnya dan Desa Adat punya peranan paling penting untuk menjaganya, “ jelasnya. SUS

Previous Gubernur Koster Perjuangkan Alokasi Anggaran APBN Tahun 2020 Kepada Desa Adat di Bali
Next Gung De: BBM Kembali Diprioritaskan di Anggaran Perubahan Oleh DPRD Bali

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *