Ribuan Masyarakat Badung Deklarasi Kebulatan Tekad Dukung AA. Gede Agung Calon DPD RI


Badung, suryadewata.com

Ribuan masyarakat se-Kecamatan Mengwi, Badung menggelar deklarasi dukungan untuk calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Provinsi Bali, Anak Agung Gede Agung mantan Bupati Badung juga tokoh pengelingsir Puri Ageng Mengwi.pada Minggu 17 Maret 2019

Berbagai perwakilan dari krama subak dan krama desa adat juga kaum millenial se-Kecamatan Mengwi berkumpul sejak pagi

Kompak memantapkan hati menyatakan kebulatan tekat untuk memenangkan AA. Gede Agung dalam pemilihan anggota DPD RI pada 17 April 2019 mendatang.

Dukungan tersebut bukan hanya karena AA. Gede Agung merupakan tokoh penglingsir dari keluarga Puri Ageng Mengwi dan juga Bupati Badung dua periode yaitu periode 2005-2010 dan 2010-2015, namun juga lantaran ia adalah sosok yang dinila terbukti benar-benar memperjuangkan kepentingan masyarakat Bali.

Selain masyarakat krama subak dan krama adat di se-Kecamatan Mengwi, hadir pula untuk mendeklarasikan dukungan tokoh umat Islam, dari keluarga besar Nahdatul Ulama Bali, Agus Bambang Priyanto atau yang dikenal dengan nama Hj. Bambang.

Dalam orasinya Hj. Bambang mengatakan bahwa AA. Gede Agung adalah sosok yang telah banyak berjasa dan terbukti mampu bekerja melayani dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Bali dan dapat mengayomi kehidupan umat di Bali.

Saat tragedi Bom Bali oleh kelompok Islam radikal, situasi dan kondisi cepat terkendali karena langkah cepat yang dilakukan oleh AA. Gede Agung dalam menenangkan masyarakat.

“Jauh sebelum Bom Bali telah berdiri FKUB pertama di Badung. Beliau inilah ketika terjadi Bom Bali, disaat para pejabat masih kebingungan mau melakukan apa
beliau telah bergerak cepat mengumpulkan satu per satu tokoh-tokoh agama dan masyarakat yang ada di Bali,” jelasnya

” banyak mengundurkan diri dari tempatnya bekerja dan pulang ke Jawa karena khawatir akan terjadi kemarahan masyarakat dan umat Islam yang ada di Bali menjadi korban, astungkare hal tersebut tidak sampai terjadi,” lanjutnya.

Itu berkat beliau berhasil meredam suasana dan menenangkan situasi yang pada saat itu sempat mencekam,” imbuhnya.

Lanjut Hj. Bambang, saat AA. Gede Agung maju menjadi Bupati Badung ia tidak ragu-ragu untuk mendukungnya meskipun pada saat itu ada calon dari daerah tempat tinggalnya di Kuta Utara.

“tiyang mendukung beliau, karena tiyang yakin dengan kinerja beliau, dan saya bisa membuktikan bahwa pilihan saya tidak salah.”

“karena selama beliau memimpin Badung mengalami banyak kemajuan, bahkan orang yang awalnya tidak mendukung beliau akhirnya mengapresiasi bahkan berbalik mendukung hingga beliau dua periode memimpin Badung. Saya menghimabu masyarakat jangan salah memilih “, tandasnya.

Sementra Ketua Forum Pekaseh se-Kabupaten Badung, I Made Suka SH mewakili krama subak, membacakan deklarasi kebulatan tekad mendukung AA. Gede Agung.

I Made Suka mengatakan bahwa pekaseh dan krama subak di Badung memiliki history yang sangat erat dengan keberadaan Puri Ageng Mengwi.

“Ladang persawahan yang ada di Badung erat hubungannya dengan Puri Ageng Mengwi, dimana ladang dan persawahan teraebut sampai sekarang masih diwariskan secara turun temurun,” ucapnya.

Selama AA. Gede Agung menjabat sebagai Bupati Badung dua periode telah sungguh-sungguh memberi perhatian kepada pertanian dan masyarakat krama subak di Badung.

“Saat beliau menjabat dalam mengambil kebijakan beliau sangat memperhatikan kebutuhan para petani,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh perwakilan dari forum bendesa Mangu Kertha Mandala Kecamatan Mengwi, Made Widiada menegaskan bahwa AA. Gede Agung adalah tokoh yang benar-benar dapat memperjuangkan kepentingan masyarakat Bali.

“Beliau telah terbukti, benar-benar berjuang untuk kepentingan masyarakat telah terbukti baik sebelum maupun saat beliau dua periode menjadi Bupati Badung, sebagaimana yang telah dipaparkan oleh pekaseh dan Pak Hj. Bambang tadi,” ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa menurut survei yang ada menunjukan bahwa elektabilitas AA. Gede Agung sudah menunjukan angka yang aman, namun demikia ia tetap mengingatkan dan mengajak kepada seluruh pendukung yang hadir agar tetap waspada untuk menjaga posisi ini sampai hari pemilihan nanti.

AA. Gede Agung menjelaskan salah satu kepentingan Bali yang menjadi prioritas untuk diperjuangkan dipusat adalah UU Provinsi Bali. Yang saat ini tengah dalam penyusunan konsep, yang mana telah mengalami beberapa kali penyesuaian

Menurutnya, penting untuk tetap memperhatikan dan tidak boleh bertentangan dengan UU yang ada di atasnya, diantaranya UU tentang Otonomi Daerah, serta UU yang berkaitan dengan sektoral, seperti UU Perpajakan, Pemberdayaan Budaya, dan UU Tata Ruang.

“UU Provinsi Bali ini nantinya tetap menjadi operasional dari UU yang di atasnya yaitu Otonomi Daerah, sebagaimana telah di atur di dalamnya mengenai kewenangan dari kabupaten, kota dan provinsi itu sendiri,” paparnya.

Kedua yang tak kalah pentingnya bagaimana UU ini nantinya tetap mencerminkan unsur-unsur dari adat dan tradisi dan Budaya Bali yang telah ada di dalam konsep rancangan UU Provinsi Bali yang tengan dipersiapkan.

“Ini yang harus menjadi kepentingan kita bersama untuk deperjuangkan di pusat, siapapun itu yang menjadi DPD RI harus memikirkan itu,” tandasnya.

Urgensi dari UU Provinsi Bali ini, menurutnya berdasarkan pengalamannya 10 di pemerintahan, dalam menjalankan konstitusi, menjalankan peraturan perundang-undangan, baik itu dari pusat maupun provinsi, kelemahan yang dihadapi adalan pada dasar hukum.

“Selama masih dengan UU yang lama yang bergabung dengan NTB dan NTT maka kita tetap akan mengalami kesulitan dan hambatan-hambatan dari segi dasar hukum dalam melakukan sesuatu, karena UU tersebut dari segi kejiwaan dan karakteristik Bali yang kita miliki itu sudah tidak sesuai lagi,” jelasnya.

“Dan, dari segi tatanan pemerintahan juga sudah tidak sesuai lagi, misalnya, di dalam UU tersebut masih disebutkan tatanan swapraja yang sudah tidak seauai lagi. Oleh karena itu, sudah semestinya Bali memiliki UU tersendiri yang secara komprehenaif, tanpa bertentangan dengan UU yang ada di atasnya,” tandasnya.

AA. Gede Agung juga berpesan kepada masyarakat agar jangan salah memilih wakil rakyat, mengunakan hak suaranya dengan bijak. Karena sistem suara untuk anggota DPD berbeda dengan DPR, yang mana semua suara, baik calon maupun partai akan diakumulasikan, dan dihitung secara proporsional.

Dari 22 calon anggota DPD yang ada semntara hanya ada 4 kursi DPD RI untuk Provinsi Bali, artinya akan ada 18 calon yang keluar. Dari ke 18 calon ini menurutnya pasti akan ada pemilihnya, namun suara-suara tersebut nantinya akan dianggap hangus.

Ia berharap masyarakat memilih calon yang benar-benar memiliki kompetensi mengingat DPD juga memiliki fungsi yang tidak kalah strategisnya.

DPD RI setidaknya memiliki 3 kewenangan strategis, yaitu kewenangan legislasi yang berkaitan dengan otonomi daerah, baik itu penggabungan atau pemisahan suatu daerah dan juga dalam perimbangan keuangan pusat dan daerah.

Selanjutnya ada kewenangan memberikan pertimbangan, yaitu memberikan pertimbangan dalam penyusunan UU yang berkaitan dengan Pendidikan, Pajak dan Agama , pungkas AA. Gede Agung

Previous Aksi Babinsa Peninjoan Bantu Warga
Next Keberadaan Kendaraan Dinas Kepolisian Di Tiap - Tiap Persimpangan,  Cegah Gangguan  Kamtibmas.

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *