Tubuh Menua Menanti Berakhirnya Suatu Pengabdian.


Badung – suryadewata.com

Menyadari kehidupan kian maju, sementara tubuh kian rapuh ditelan sang waktu, dapat kita renungi, ketika duduk seperti meringkuk dalam penjara, mengenang pengabdian terhadap negara, kini tinggal menunggu saat – saat semesta memanggil kita pulang, ke rumah yang sebenarnya yaitu rumah saling menyayangi. Minggu, (28/4).

Seperti di Kepolisian Polres Badung dari 790 orang anggota, 234 orang telah berusia lima puluh tahun lebih.
Meskipun mereka masih tampak sehat, bugar dan bersemangat, namun bahasa  tubuh tidak dapat kita tutupi.

Jika bahasa tubuh menua adalah pesan – pesan terakhir dari jiwa sebelum meninggalkan kehidupan dunia, masihkah layak hidup ini untuk diabaikan ?

Tetapi begitulah pikiran. Kerap ia merasa lebih dewasa atau remaja, namun selalu tetap muda saat tubuh mulai ringkih di telah usia. Tubuh selalu tertinggal dalam segala hal saat berusaha mengikuti pikiran yang sealalu energik. Dan jiwa sebagai Bos hanya di pandang layaknya penumpang angkutan kota yang penurut.

Inilah yang sering kita lihat dalam menjalani kehidupan sehari – hari, yang terlewati oleh sebagian besar orang. Bukan sia – sia, namun mungkin hanya belum sampai pada tujuan jiwa di kehidupan itu sendiri.

Ketika kita duduk dipojok rumah yang sepi, saat itulah Jiwa, sang penumpang sejati yang sesungguhnya menjadi pemilik tubuh dan kehidupan ini, seperti ingin bertutur untuk terakhir kalinya kepada pikiran, sang sopir yang kadang bergerak semaunya.

Jika kita renungkan lebih dalam, inilah sederet bahasa penghantar kepergian jiwa dari tubuh menua.

Tubuh adalah kitab suci tertua yang ditulis oleh Tuhan. Dan lewat tubuh yang menua, ia sedang membacakan pesan dirinya bagi kita. Mata yang tak mampu melihat yang jauh dia mengajak kita lebih banyak melihat yang dekat yakni diri kita sendiri, merenung tentang perjalanan jiwa sendiri sejauh usia yang masih kita miliki saat ini.

Adakah sikap dan prilaku sepanjang hidup kita, selaras dengan tujuan kelahiran dan berhasil mengantar kita ke tujuan Jiwa, atau kita tidak mengerti satupun dari semua ini ??

Mari kita laksanakan tugas masing – masing dengan baik semasih Jiwa bersama kita. ( maaf ini hanyalah renungan kecil).

Previous Tegakan Hukum Bagi Pelaku KDRT
Next Polsek Kintamani Kawal Ketat Pergeseran Kotak Suara

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *