Rubah Kebiasaan Masyarakat Gunakan Plastik Sekali Pakai


SURYADEWATA.COM
Tabanan, 29/04/2019

Penanganan sampah plastik yang kini menjadi musuh utama bumi menjadi perhatian dunia yang harus segera dicarikan solusinya. Dengan Peraturan Gubernur nomor 97/2019 tentang penggunaan plastik sekali pakai itu harus diselaraskan terkait masalah sampah plastik.

Hal tersebut diungkapkan I Ketut Suryadi yang akrab disapa Boping menjabat sebagai Ketua DPRD Tabanan diruang kerjanya , Sanggulan Tabanan Senin 29/04

Kalaupun kita gencar membicarakan masalah sampah plastik  itu pelan-pelan harus ada pendampingan masyarkat.

Yang terpenting bagaimana cara pengolahan sampah plastik, kalau hanya bicara pengurangan sampah plastik  sekali pakai  tanpa mengambil solusi atau langkah-langkah strategis menanganinya, karena sampah plastik tidak pernah berhenti . Penangananya harus terskema  pengurangan pemakaianya seperti apa ” terang Suryadi

Sekarang hanya baru sebatas tanpa kresek belanja di swalayan ataupun di minimarket  sedang penggunaan pembungkus plastik dipasar kecil masih marak.

” Itu perlu pendampingan dan sosialisasi mainset masyarakat itu yang terpenting.  Liding sektor yang terkait mesti melakukan sosialisasi pendampingan  kepada publik merubah mainset betapa bahayanya sampah plastik . Itu membutuhkan dana atau anggaran  apa mohon kepemerintah pusat ?. ini langkah strategis yang harus dilakukan dimasing-masing kabupaten ,” terangnya

” Saya harap di eksekutif progreslah dan sambut Peraturan Gubernur lakukan pemilahan sampah lanjut kepengolahanya . Dari liding sektor terkait turun langsung kemasyarakat untuk sosialisasi  sekaligus edukasi mainset masyarakat dirubah agar dipahami betapa mengerikan dan berbahayanya  sampah plastik kalau hari demi hari dibiarkan. Ini harus dihimabau karena masyarakat sudah terbiasa menggunakan plastik.

Saya lebih cenderung mengambil langkah strategis  membuat program dimasing-masing desa seperti contoh di Desa Munduk Temu , Pupuan. Desa buat peraturan desa (Perdes) yang dikaitkan dengan adat yang ada perarem. Bagaimana adat yang sekaligus warga disadarkan betul dengan pemberian sangsi  yang konsisten mekaksanakanya

Lanjut Suryadi  ” di desa Munduk Temu membuat rumah sampah dan program LISA (Liat Sampah) ambil sampai anak kecilpun bisa melakukanya tirulah itu. Karena rumah sampah belum ada mesin pengolahan, sampah plastik dijual  dan hasil penjualan masuk ke kas desa, ” tutup Suryadi

Previous Waka Polres Badung : Jika Kalian Tidak Sanggup Menahan Lelahnya Belajar, Kalian Harus Sanggup Menahan Perihnya kebodohan
Next Dandim Klungkung : Melalui Komsos Dapat Mengurangi Sikap Kecurigaan

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *