Gubernur Koster Tinjau Langsung dan Genjot Proyek Shortcut Mengwitani – Singaraja


SURYADEWATA.COM

Gubernur Koster meninjau dan mengecek langsung pengerjaan proyek shortcut Mengwitani – Singaraja,  hari Jumat 7 Juni 2019

Koster menjelaskan khusus mengunjungi proyek shortcut Mengwitani – Singaraja  pada titik 3,4,5,6  yang dikerjakan pada akhir tahun 2018  dan sesuai target harus selesai  pada bulan Desember 2019.

“saya sudah melihat sendiri langsung pengerjaan titik 3 sudah mencapai 50% lebih dan diperkirakan akan selesai lebih cepat dari targetnya yang semula  selesai bulan Desember menjadi bulan Nopember ” ucapnya.

Titik 4 akan mulai kontrak tanggal 18 Juni  sehingga bisa sikerjakan pada akhir Juni  dan direncanakan selesai diakhir tahun 2019.

Titik 5 dan 6 tahapan pengerjaanya  melebihi  target dimana targetnya selesai  bulan ini 49% ternyata sudah mencapai 51%.Pengerjaan ditahap awal yang paling berat karena dari struktur pertama pengerukan tanah  dengan medan cukup berat  disertai pemadatan serta pengerjaan jembatan yang  menghubungkan titik 1 dengan titik lainya. Menurut Kepala Balai
dan PPK  serta.kontraktor yang mengerjakan  diharapkan bulan Nopember dititik  5 dan 6 sudah selesai.

” saya menekankan agar  pengerjaan jalur ini pada bulan Juni sampai dengan September dioptimalkan pengerjaanya karena tidak lagi terganggu musim hujan, sehingga titik 3,4,5,6 betul-betul  bisa selsesai target paling lambat bulan  Desember 2019 ” ucap Koster

Pengerjaan proyek ini relatif tidak ada  masalah atau kendala  jadi semua sudah teratasi dengan baik dibeberapa titik, sehingga sekarang pengerjaanya menjadi lebih lancar.

Titik 7 dan 8  rencananya dikerjakan tahun 2020 lanjut pada titik 1 ,2, 9, 10 rencanya diselesaikan tahun  2021.
“tetapi ketika saya berbicara dengan Bapak Menteri  tanggal 18 Mei yang lalu dihotel Kuta Sheraton  pada saat Bapak Presiden Jokowi berkunjung ke Bali tanggal 17-18  Mei yang lalu  didampingi Bapak Menteri PU .
Saya mengingatkan Bapak Menteri PU agar shortcut  Mengwitani Singaraja selesai tahun 2021  dan langsung direspon dengan sangat meyakinkan bahwa pengerjaan shortcut ini akan dipercepat penyelesaianya pada tahun 2020.

Tentunya untuk anggaran beban APBN akan bertambah karena bergeser dari tahun 2021 ke tahun 2020  dan Bapak Menteri meyakinkan itu akan dapat dikerjakan karena dari segi APBN itu memungkinkan melihat celah pembangunan infrastuktur diberbagai wilayah diprioritaskan penyelesaian infrastruktur yang ada di Bali.

Semua pembiayaan dari APBN sedang dari APBD Bali cuma pembebasan lahan, tahun ini titik 1,2,7,8 , 9,10  semua didanai dari APBD Provinsi Bali sebesar Rp. 230 milyar. Tidak saja peembebasan lahan tapi juga termasuk  pembangunan rumah warga yang terkena proyek jalan  jadi tidak digusur tetapi dibuatkan rumah baru  yang lebih bagus dari rumah aslinya  lengkap dengan sanggahnya .

” kita betul-betul mengerjakan proyek shortcut ini secara beradab, seperti dititik 3  pak Sudiarta sangat senang dapat rumah baru dipinhgir jalan   dengan total pembebasan tanah Rp. 4 milyar, dia senang sekali rumahnyapun jadi lebih bagus  dari rumah aslinya . Jadi ganti untung ” seloroh Koster

Ini pendekatan baru yang dilakukan sekarang ini karena setiap pembangunan  infrastruktur sebelumnya selalu ada gejolak dimasyarakat  karena cara penangananya kurang  kultural/beradab .

” Konsekwensi dari pembangunan ini hal-hal yang menjadi kebutuhan dasar seperti rumah yang harusnya digusur kita buatkan rumah yang baru. Sekarang pendekatanya human  depelovment “jelas Koster.

Sementara Sudiarta yang rumahnya terkena proyek shortcut kepada Koster mengucapkan banyak terima kasih dan dirinya sangat senang karena sudah dibuatkan rumah baru yang lebih bagus dan mendapat ganti rugi tanah yang terkena proyek shortcut seluas 13 are sebesar Rp. 4 milyar

Previous Kapolres Badung Cek Personil Dalam Pengamanan Di Jalur Wisata
Next Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk Libatkan Petugas Kesehatan Dan Babinsa

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *