Pemerintah Bisa Sedikan SMP atau SMA di Padangsambian Tampung Siswa Baru


DENPASAR, suryadewata.com

Senin (15/7) para siswa-siswi sudah mulai melaksanakan aktivitas seperti biasa yakni mulai masuk sekolah di tahun ajaran baru 2019/2020. Bersyukur para siswa-siswi bisa menjadi siswa baru di salah satu sekolah negeri yang ada di zonanya masing-masing.

Namun bagaimana nasib calon siswa yang tahun ini tidak tertampung disalah satu sekolah di zonanya masing-masing? Inilah yang menjadi pertanyaan yang mengganjal sekaligus menjadi perhatian kita bersama untuk dicarikan solusi supaya anak-anak bangsa dapat mengenyam pendidikan sesuai yang diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 28 ayat 1 tentang hak azasi manusia untuk mendapatkan pendidikan.

Terhadap hal tersebut, sesuai yang diamanatkan UUD 1945 Pasal 28 ayat 1, maka pemerintah sebagai penyelenggara negara wajib menyediakan pendidikan dengan membangun infrastruktur, gedung sekolah hingga membuka sekolah-sekolah baru di wilayahnya.

Kemudian, mengenai kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru 2019/2020 kali ini tidak terlepas dari ketidak-berimbangan antara populasi siswa yang baru tamat dan mau melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dengan ketersediaan sekolah. Belum lagi sistem zonasi yang belum maksimal diterapkan.
Hal tersebut dikatakan oleh anggota komisi 1 DPRD Kota Denpasar dari Fraksi PDIP, I Nyoman Kari Santika, S. Sos, Minggu (14/7) di Padangsambian.

Kata dia, “sistem zonasi sekarang ini akan maksimal dilaksanakan jika di zonasinya masing-masing tersedia sekolah untuk menampung siswa yang mau melanjutkan pendidikannya. Jika sebaliknya? Inilah penyebab kisruhnya  penerapan sistem zonasi dalam PPDB tahun ini,” terangnya.

Lanjutnya, di wilayah Padangsambian sistem zonasi ini sangat memberatkan dikarenakan tidak adanya SMP dan SMA/SMK untuk menampung siswa baru, sebab di Padangsambian hanya ada SD saja. Oleh karena itu, kami meminta pemerintah untuk membuka sekolah baru di wilayah Padangsambian,” harapnya.

Pembukaan sekolah baru di Padangsambian menurut Nyoman Kari Santika memang terkendala tidak adanya lahan lantaran wilayah ini padat pemukiman. “Tapi pemerintah bisa memanfaatkan lahan di sekolah yang ada seperti gedung SD yang ada sekarang bisa di bangun menjadi lantai dua sampai lantai tiga, sehingga bisa dimaksimalkan pemanfaatan gedung sekolah tersebut untuk sharing pakai antara SD, SMP, dan SMA,” terangnya sebagai solusi. SUS

Previous BBF Dirangkai Nusa Dua Light Festival Sedot Ribuan Pengunjung
Next Masyarakat Antry Dalam Pemilihan Kelian Dinas Di Br. Serangan, Mengwi

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *