IWS Gelar Pameran Lukisan Cat Cair Dari Berbagai Negara


SURYADEWATA.COM

Ratusan lukisan cat air ciptaan para seniman dari berbagai negara bakal tampi| di dalam pameran bertajuk ”@rtquarelle” di Gedung ABBC / Art Bali Nusa Dua, Bali, tanggal 1-7 Agustus 2019.

Karya-karya cat air tersebut merupakan pemenang dan finalis lukisan cat air tahun 2019 yang diselenggarakan oleh International Watercolor Society (IWS) Indonesia yang diketuai oleh pelukis cat air Indonesia, Agus Budiyanto, yang diikuti para seniman dari 56 negara.

Kompetisi perdana ini diharap mempercepat Indonesia menjadi lebih diperhitungkan d kancah pergaulan seni lukis cat air.

Pameran ini menampilkan banyak ragam dan kecenderungan terna, gagasan, obyek garapan, motif, maupun pencapaian teknik seni lukis cat air dewasa ini.

Kompetisi tersebut memang tidak membatasi ruang gerak seniman, kecuali membaginya di dalam dua kelompok besar, yaitu figurative / representational dan non-figurative / nonrepresentational. Hasilnya sangat menarik karena memberi pemandangan luas tentang perkembangan seni lukis cat air di berbagai negeri se kawasan maupun dari benua lain.

Besnik Xhemaili, pelukis cat air asal Kosovo menjadi pemenang pertama untuk kategori non-figurative/non-representational

Karya Besnik Xhemaili berjudul Garden berukuran 56×76 cm. Namun sayangnya, Xhemaili tidak dapat datang ke Indonesia untuk menerima penghargaan dunia atas masterpiece yang ia buat.

Agus Budianto sebagai Ketua IWS Indonesia mengatakan Besnik Xhemaili tidak mendapatkan visa perjalanan ke Indonesia. Menurut Agus, pihak penyelenggara sudah berupaya agar Xhemaili dapat menerima award secara langsung di Nusa Dua, Bali.

“Selama ini PBB belum mengakui Kosovo sebagai negara, secara otomatis Indonesia tidak punya hubungan diplomatik. Pihak penyelenggara sudah berusaha maksimal, tapi apa daya,” jelas Agus Budianto di Nusa Dua Bali, Kamis, 1 Agustus 2019.

“Saya kasihan sama temen saya itu, dia sangat bersungguh-sungguh mau datang tapi enggak bisa visanya,” ujar Agus.

Sementara, dewan juri yang juga maestro lukis sketsa Indonesia Srihadi Soedarsono menilai, karya Besnik Xhemaili mengangkat kebebasan bentuk, garis maupun warna yang ditampilkan.

Disitu ada kebebasan dari pelukis sebagai representasi karyanya. Dominasi warna pink juga menjadi warna sulit untuk dituangkan dalam bentuk lukisan, ini kelebihan pemenang dari Kosovo,” jelas pemilik restaurant Shrida Taste of Ubud ini.

Ada 2 kategori yang dilombakan dalam event yang diikuti oleh seniman lukis cat air dari 76 negara itu.

Kategori Figurative/Representational masing-masing yakni, pertama Viktoria Prischedko asal Jerman berjudul Autumn, pemenang kedua Youmee Park dari Korea Selatan dengan karya berjudul Romance of Beautiful Light dan pemenang ketiga asal Bali, Indonesia, Ngurah Darma dari karya berjudul Balinese Girl.

Pemenang di kategori non-figurative/non-representational yakni, pertama Besnik Xhemaili asal Kosovo dengan lukisan berjudul Garden, kedua Hisako Ohkochi dengan judul lukisan Water Sidd dan Umi Haksami dari Indonesia dengan lukisan berjudul Beyond the Horizon

Previous Polres Bangli Sosialisasikan Aplikasi Salak Bali Kepada Masyarakat
Next Gusde De Gitaris Asal Denpasar Gemakan Persatuan Lewat Lagu

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *