Pengusaha Hindhu Satukan Visi dan Misi Angkat Derajat Ekonomi Masyarakat Bali


Mangupura, suryadewata.com

Menyikapi tata perekonomian sekarang ini sejumlah pengusaha Bali urun rembug dalam ” Focus Group Discussion ” guna mengkaji serta memproteksi kegiatan ekonomi masyarakat Hindhu di Bali menjadi lebih sejahtera
Tidak bisa dipungkiri diera global sekarang ini banyak tenaga kerja luar Bali maupun luar negeri masuk ke Bali
Pertemuan ketiga ini diselenggarakan di Ja’an Restaurant Bali, Jalan Seminyak, Kuta, Sabtu (7/9)

Dimotori sejumlah pengusaha ternama di Bali, bertekad menyatukan visi dan misi melalui PT. Dewata Janardhana Kerthi (PT. DJK). Ini untuk proteksi dan regulasi yang disinergikan antara desa adat, pemerintah.

Para pengusaha ini mengajak sekaligus menggali potensi masyarakat Bali dalam berbinis. Para entrepreneur diharapkan mampu menggali potensi ekonomi masyarakat Hindhu yang belum digarap sehingga bisa menciptakan usaha baru sekaligus menemukan jiwa entrepreneur masyarakt Bali,

GM Toya Devasya Infinite Harmony yang juga tokoh Bangli level nasional yaitu
DR. I Ketut Mardjana, pengusaha sukses sekaligus penggagas yang ingin mengangkat derajat ekonomi masyarkat Hindu Bali. Ada tiga hal awal yang ingin dibentuk yaitu :

Pertama yayasan yang bergerak dalam aspek sosial, keagamaan dan kemanusiaan.

Kedua adalah koperasi, membangun ekonomi yang berlandaskan kekeluargaan, dan

Ketiga adalah PT, yang permodalannya dibagi dalam bentuk saham.

Mardjana berharap nantinya masyarakat Hindu Bali dapat menjadi fasilitator dan katalisator pembangunan dan pengembangan bisnis unggulan, melalui kecermatan berinvestasi kemitraan dan pengelolaan bisnis yang efektif, produktif dan kompetitif.

“masyaarakat Hindhu harus bisa mengembangkan dan memberdayakan segala potensi yang ada untuk kesejahtetaan dan kedaulatan masyarakat Hindu di Bali,” tegas Mardjana

Kedepan masyarkat Bali tidak menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri, namun menjadi sejahtera dan menjadi motor, menjadi setir, menjadi tuan rumah di tanah warisan para leluhur. Kunci dalam mengawal hal tersebut, adalah SDM. Yakni menjadi masyarakat Hindu Bali yang profesional, dilandasi jiwa entrepreneurship, memiliki jiwa pemimpin yang kuat dan transformasional, beradaftasi pada standar industri dengan tata kelola yang baik.

“Ini sangat penting. Menggali potensi yang ada di Bali, dan dikembangkan, sehingga umat sedharma mampu untuk memberdayakan dan menjaga kedaulatan ekonomi Bali,” imbuh Mardjana yang mantan Dirut PT. Pos Indonesia itu.

Sementara I Gde Made Sadguna menjelaskan Pemerintah memegang peran penting melalui kelembagaan dengan regulatornya. “Regulasi sejatinya sudah dibangun di tahun pertama kepemimpinan Bapak Gubernur Wayan Koster. Ada 34 regulasi, lima rancangan perda dan ada juga Pergub. Ini menjadi pondasi dalam berbagai program nanti. Contohnya Pergub No. 99, yang mengatur hinbauan menggunakan produk lokal oleh katering, hotel, restoran dan lainnya. Tinggal pengusaha meresponnya dengan bersinergi dan bermitra dengan pemerintah, dapat mewujudkan target ekonomi di atas 7 persen,” ucap I Gde Made Sadguna

Sementara IB. Dunia mengatakan SDM masyarakat Bali harus ditingkatkan selain spiritualitas yang mesti ditingkatkan dalam menjaga marwah perekonomian Bali. “Kebutuhan sandang dan pangan, mestinya harus bisa dipenuhi masyarakat Bali sendiri. Bisa memproduksi yang tepat, tentu didukung SDM dan teknologi.
Untuk jangka panjang, tingkatkanlah SDM Bali. Ini kuncinya,” terangnya

Sementara IB. “Jreng” Kade Perdana menambahkan, membangun lembaga bisnis PT. DJK ini, diharapkan bisa menjadi dinamisator dan katalisator penguatan ekonomi umat sedharma masyarakat Hindu Bali. Masyarakat Bali yang sejahtera, bahagia lahir batin yakni moksartham jagadhita ya ca iti dharma.

I Gede Wirata, menambahkan selain regulasi, pemerintah mesti didampingi para praktisi dalam membangun konsep ketahanan ekonomi Bali. “Saya kira regulasi sudah ada, dan pemerintah sudah banyak yang menberikan masukan. Namun penajaman yang belum jelas. Sehingga perlu adanya pendamping dari praktisi,” ucapnya

 

Hadir sejumlah pengusaha, tokoh Bali, akademisi, senior consultant dan trainer, konsultan bisnis dan entrepreneur dan kalangan pengusaha retail dan pebisnis lainnya. Mereka adalah I Gede Wirata, Ketut Mardjana, I Gde Made Sadguna, I Gede Bagia Arta, Ida Bagus Kade Perdana, Surya, tokoh besar masyarkat Bali, Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia, dan pengusaha muda sukses lainnya seperti Nengah Natyanta, serta pengusaha lainnya (*)

Previous Bupati Gianyar Mahayastra Kerjasana bersama Atnews Group Dukung Publikasi Pemkab Gianyar
Next Dandim Tabanan.Lewat Video Conference, Paparkan Kesiapan TMMD Ke 106 Tahun 2019

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *