Wayan Tantra Dengan Konsep Menyama Braya Akan Terus Mengabdi Layani Masyarakat


DENPASAR, suryadewata.com

Pengalaman selama 6 tahun menjadi Prebekel Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, I Wayan Tantra, SH kembali dipercaya untuk kembali mengabdi dan melayani masyarakat serta meneruskan program kerja yang masih tertunda sesuai dari penyerapan aspirasi masyarakat.

“Paling tidak nantinya akan kembali menggali potensi yang dimiliki Desa Pemecutan Kelod untuk menjadi suatu inovasi yang bisa memajukan dan mensejahterakan masyarakat,” ujarnya, Rabu (11/9) di Denpasar.

Dikatakan, selama ini pembangunan di Desa Pemecutan Kelod sudah berlandaskan Tri Hita Karana menuju masyarakat maju, kreatif, damai dan sejahtera dengan menerapkan filosofi “Sewaka Dharma” yakni bisa bekerja dengan tulus ikhlas untuk memberikan pelayanan prima bagi masyarakat.

“Paling tidak nantinya kembali bisa melaksanakan roda pemerintahan desa dengan tata kelola pemerintahan yang baik sesuai dengan regulasi serta tetap mengedepankan trasparansi, akuntabilitas dan partisipasi sebagai unsur utama menuju Desa Pemecutan Kelod Good Governance,” terangnya.

Lebih jauhnya, begitupula dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghasilkan ide atau terobosan guna menciptakan ekonomi kreatif tentu yang perlu ditingkatkan lagi adalah bagaimana kedepanya lebih meningkatkan perekonomian kerakyatan.

“Selain itu, bisa mewujudkan keamanan, menciptakan kerukunan antar umat beragama yang berlandaskan pada asas toleransi, tenggang rasa, saling menghormati dan menghargai sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia yakni Bhineka Tunggal Ika,” ucapnya.

Dijelaskan, ada program yang masih perlu di kedepan lagi yakni peningkatan kesehatan dimasyarakat melalui kegiatan peningkatakan pengetahuan pendidikan kesehatan, pembangunan sarana prasarana kesehatan serta pemeliharaan sanitasi.

Bahkan, kalau dipercaya lagi sebagai Prebekel Desa Pemecutan Kelod dengan masa jabatan 2019-2025 tentu yang digalakan lagi adalah bisa menjaga kearifan lokal, seni dan budaya melalui pembinaan dan festival kesenian baik ditingkat desa maupun kota serta membangun generasi muda sehat bebas dari narkoba,” jelasnya.

Wayan Tantra menambahkan, bisa kembali maju mencalonkan diri sebagai Prebekel Desa Pemecutan Kelod tentu tidak terlepas dari pada kosep menyama braya.

“Karena dengan konsep menyame braya akan lebih bisa mendekatkan diri ditengah-tengah masyarakat untuk lebih bisa menyerap setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat Desa Pemecutan Kelod,” tambahnya. Bdi

Previous Kasus Penganiayaan di Desa Sedang yang Menyebabkan Kematian Dilimpahkan
Next Puluhan Personil Polres Badung Dan Tabanan Terima Sosialisasi Hukum

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *