Pengacara Kondang Togar Situmorang Disambut Hangat Masyarakat Gunung Sari Siap Hadir dan Bela Bendesa Adat


Buleleng, suryadewata.com

Hari Rabu, tgl 4 November 2020 kembali Tim Hukum Law Firm Togar Situmorang yang terdiri dari Togar Situmorang, SH.,MH.,MAP.,CLA, Sabam Antonius,SH, Rudi Hermawan,SH, dan Mochamad Arya Wijaya,SH hadir dalam sidang perkara lanjutan terkait dugaan pencemaran nama baik di Desa Gunung Sari, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng dan masih terkait mengenai keterangan saksi yang dihadirkan oleh pihak JPU.

Dalam sidang tersebut berlangsung di Pengadilan Negeri Singaraja untuk mendengarkan 2 saksi. Advokat Togar Situmorang bersama Tim hukum Law Firm Togar Situmorang datang ke Pengadilan Negeri Buleleng begitu sangat diharpakan kehadiran dan dukungan pembelaan terbukti disambut hangat dan meriah serta dieluh-eluhkan oleh masyarakat Gunung Sari.

Togar Situmorang, SH.,MH.,MAP.,CLA sebagai Tim kuasa hukum dari Terdakwa mengungkapkan untuk Saksi pertama, Nengah Astawa selaku Ketua BPD Desa Gunung Sari menjelaskan terkait pembahasan sewaktu paruman.

Saksi menyatakan dalam persidangan bahwa Terdakwa terdengar mengatakan “itu sertifikat palsu” tapi menurut saksi Astawa Terdakwa tidak secara spesifik menunjuk orang tertentu atau menunjukkan suatu ekspresi atau bahasa tubuh yang mengarah ke seseorang. Dan pada saat paruman tersebut ternyata warga yang bernama Astawa lebih berjumlah 5 orang,” ungkap Togar Situmorang yang sering disapa “Panglima Hukum”

Demikian juga saat Advokat Togar Situmorang bertanya terkait lahan yang sudah disertifikatkan, apakah diatas lahan tersebut sudah berdiri bangunan? “Dijawab Saksi Astawa ada, yaitu terdiri dari atas Gedung sekolah, Gedung BPD dan Poskesdes”

Penjelasan selanjutnya bahwa saksi menerangkan bahwa lahan tersebut sudan digunakan selama 50 tahun lebih sehingga pada saat itu ada paruman terkait pengakuan dari pelapor, jelas membuat Terdakwa kaget dan secara spontan mengatakan “bohong, itu sertifikat palsu, karena sebagai perangkat desa tau adminstrasi terkait lahan tersebut.” Jadi tidak ada niat sedikitpun dari Terdakwa untuk menyerang kehormatan apalagi mencemarkan nama baik si pelapor dimuka umum,” tegas Togar Situmorang yang masuk ke dalam Tim 9 Investigasi Komnaspan

Dan saudara saksipun mengungkap kesedihannya di ruangan persidangan dimana beliau menyayangkan kenapa kasus ini bisa lanjut ke meja hijau padahal seharusnya bisa dimediasi,” pungkas saksi

Dilanjutkan mengenai keterangan saksi kedua, Dimas Setiaji Widodo selaku perwakilan BPN Buleleng. Saksi kedua mengetahui mengenai permasalah tanah Desa Gunung Sari, karena saat itu saksi kedua di mintai keterangan oleh Polsek Seririt. Berdasarkan data BPN memang benar menerbitkan sertifikat dan buku tanah tersebut. Namun terdapat keberatan dan dilakukan mediasi di desa. Saat dilakukan mediasi Bapak Astawa selaku pemilik sertifikat tidak hadir

Pada saat diperlihatkan proses dokumen pensertifikatan di persidangan diduga ada kejanggalan penempatan pembubuhan tanda tangan perangkat desa terutama pada tanda tangan terdakwa di bagian tentang silsilah dari pada pemohon bernama Made Astawa,” ulas Togar Situmorang, SH.,MH.,MAP.,CLA

Ada banyak kejanggalan yang terjadi sehingga penasehat hukum terdakwa semangat bergerak lebih jauh dikarenakan keterbatasan terkait pokok masalah mengenai pencemaran nama baik. Jadi, terkait proses kepemilikan tidak digali lebih jauh dalam persidangan tersebut.

Dan hal ini menambah keyakinan dari penasehat hukum untuk mengungkap adanya kejanggalan-kejanggalan tapi melalui proses hukum lain, baik itu tidak terbatas membuat laporan pidana atau gugatan pembatalan sertifikat tersebut.
Hal ini akan dimusyawarahkan oleh masyarakat kembali.

Mari kita tetap kawal kasus dengan baik dan semoga dengan adanya proses persidangan pencemaran ini semoga bisa terungkap secara terang menerang bagaimana sebenarnya peristiwa itu terjadi dan kepada Bupati Bulleleng mohon bantuan agar bisa turun tangan untuk rembug agar bisa cepat membantu masyarakat Desa Gunung Sari beraktifitas kembali di lahan tersebut dengan diskusi bersama pemilik atas nama disertifikat dengan jalan perdamaian ,” tutup Advokat Togar Situmorang,SH.,MH.,MAP.,CLA

Previous Kapolres Bangli Beserta Rombongan Melayat ke Rumah Duka Meninggalnya Isteri Anggota
Next Tolak Tajen Warga Sepang Dukung Himbauan Hindari Klaster Baru Mewabahnya Covid 19.

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *