Paslon AMERTA Kunjungi Pasar Sahira Degungkan Perubahan Kota Denpasar


Denpasar- suryasewata.com

Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Denpasar periode 2021-2025, nomor urut 2, Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara (Paslon AMERTA) menyambangi pasar Sahira Pemedilan, Kec. Denpasar Barat. Minggu 22/11/2020

Paslon AMERTA mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat, khususnya para pedagang yang ada di pasar yang letaknya berdekatan dengan Puri Pemecutan. Sembari mebagikan masker dan kaos bergambar Paslon nomor 2, Ngurah Ambara dan Made Bagus Kertha Negara menyampaikan visi misi dan program AMERTA agar pemilih menentukan pilihannya pada saat pencoblosan yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020 mendatang.

Pada kesempatan tersebut Ngurah Ambara mengatakan bagi rakyat kecil yang ekonominya pas-pasan,kelahiran dan kematian merupakan masalah. Mungkin saat kelahiran anak mereka masih bisa diatasi karena ketika istri hamil jauh-jauh hari dipersiapkan. Namun ketika salah satu anggota keluarga meninggal, tentu jadi masalah dengan kondisi ekonomi keluarga yang minim. “Inilah yang menjadi problem di masyarakat kita jika tidak adanya santunan baik kelahiran maupun meninggal. Karena itu, kami dari Paslon (red, pasangan calon) nomor 2, AMERTA memiliki program santunan kelahiran sebesar Rp. 1 juta dan santunan bagi yang meninggal Rp. 10 juta,” papar Calon Walikota Denpasar periode 2021-2025,

Dibuatnya program santunan kelahiran dan kematian menurut Ngurah Ambara yang didampingi Calon Wakil Walikota I Made Bagus Kertha Negara ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk meringankan beban masyarakat. ” Tentunya program-program ini bagi kami Paslon AMERTA merupakan tanggung jawab pemerintah untuk mensejahterahkan masyarakatnya lewat stimulus yang diberikan. Apalagi situasi dunia yang sulit sehingga menyulitkan ekonomi masyarakat kurang mampu,” tutur Ambara.

Diharapkan masyarakat Kota Denpasar  memilih Pasangan ini sebagai Pemimpin Denpasar yang baru untuk perubahan ke arah yang lebih baik dan lebih sejahtera. Program tersebut berupa insentif kepada pengurus/prajuru Banjar Rp 30 juta per tahun, dana kreatifitas Sekaa Teruna Rp 25 juta per tahun, dana bantuan program PKK Rp 5 juta per tahun, bantuan kepada Dadia Rp 5 juta per tahun dan pendidikan serta kesehatan gratis untuk pekerja non formal (pemuka agama, buruh, nelayan, pedagang, petani.)

“Kepada masyarakat Kota Denpasar khususnya bagi mereka yang menggunakan hak pilihnya apa mau gini-gini saja atau mau berubah ke arah yang lebih baik kami serahkan sepenuhnya kepada masyarakat. Jika kami dipercaya untuk memimpin maka kami akan jalankan sepenuhnya visi misi dan program-program yang kami buat saat kampanye untuk diwujud nyatakan bagi kepentingan masyarakat Denpasar.

“Kami berjanji untuk mewujudkan janji-janji tersebut sebagai kontrak kerja dengan masyarakat. Bila kami lalai dan mengabaikan janji-janji tersebut, nantinya ada Anggota DPR dan masyarakat yang mengawal dan mengingatkan. Jika tidak bisa membawa perubahan bagi Kota Denpasar dalam 2 tahun sejak dilantik maka kami siap mundur,” tegas Ngurah Ambara.

Sekarang ini banyak diantara pekerja sektor pariwisata yang kehilangan pekerjaan dan kini beralih profesi menjadi pedagang yang berjualan di pasar-pasar tradisional. “Ini yang kami ingin serap keluhan dan aspirasi mereka secara langsung untuk ditindaklanjuti ketika AMERTA nanti dipercaya memimpin Kota Denpasar,” jelas Ambara.

Respon para pedagang sangat menginginkan perubahan Kota Denpasar serta bertekad mendukung dan memenangkan Paslon AMERTA untuk kehidupan yang lebih baik kedepannya. Dimana, sekarang ini banyak kebocoran yang berimbas pada rendahnya PAD Denpasar sehingga tidak bisa membantu kesulitan masyarakat sekarang ini.

Previous Wandira : Program Prioritas Paslon AMERTA Optimalkan PAD Untuk Perubahan Kota Denpasar
Next Sugawa Korry: 20 Tahun Pemerintah Kota Denpasar Begini - Begini Saja

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *