Sugawa Korry: 20 Tahun Pemerintah Kota Denpasar Begini – Begini Saja


Denpasar- suryadewata.com

Ketua DPD I Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry meminta para saksi agar menjadi duta Pasangan Calon Walikota/Wakil Walikota Denpasar nomor urut 2, I Gede Ngurah Ambara Putra dan I Made Bagus Kertha Negara (Amerta) dalam Pilwali Kota Denpasar yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020.

Dikatakan duta menurut Sugawa Korry karena program yang diusung Paslon Amerta sangat bagus dan berpihak kepada masyarakat. sehingga sayang jika dilewatkan begitu saja, Sehingga para saksi benar-benar bertugas dengan baik pada saat pencoblosan dan penghitungan suara mulai dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga selesai. Hal tersebut dikatakannya seusai membuka Training of Trainer (ToT) Badan Saksi Nasional Partai Golkar Denpasar, di Rumah Pembaharuan Amerta, Jalan Tulip, Denpasar, Minggu (22/11/2020).

“peluang Amerta sangat besar di Kota Denpasar ini. Karena masyarakat sudah terlihat sangat antusias walaupun tanpa hura-hura. Sebab kultural masyarakat Denpasar ini tidak ingin hura-hura. Tapi saatnya dia mendapatkan pilihan, dan pilihan itu saya yakini adalah pada Amerta,” ungkap Sugawa Korry.

Dari hasil survei yang dilakukan di internal Golkar sendiri, elektabilitas paslon Amerta ini sangat baik. “Masih banyak yang belum menentukan sikap. Ini artinya memberikan peluang kepada Amerta untuk meraup suara mengambang (swing voters, red,” tandasnya.

Terkait target kemenangan Amerta sendiri, Sugawa Korry tak ingin muluk-muluk.
“Pokoknya di atas 50 persen. Jadi, cukup memenuhi syarat bahwa Amerta menang dan menang di atas potensi gugatan di MK,” tegasnya.

Sugawa Korry mengatakan, hal tersebut disebabkan karena masyarakat sedang mengamati program mana yang lebih baik dan konsisten yang diusung para kandidat.

Masyarakat, lanjut dia, juga sangat jenuh melihat Kota Denpasar yang belum ada perubahan yang signifikan. “Sudah 20 tahun pemerintahan ini, Kota Denpasar begini-begini saja

Kata dia, infrastruktur banyak yang belum mendapatkan sentuhan perbaikan.
Kalau di ruas jalan Gajah Mada dicontohkan, memang mulus,” tapi coba masuk ke gang-gang ya hancur semua,” terang Sugawa Korry yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, seraya menambahkan,“ Ini tanggung jawab Amerta untuk memperbaikinya. Tidak perlu lama-lama, tiga tahun sudah beres semua itu,” jelasnya.

Selain masalah infrastruktur, Sugawa Korry juga menyoroti masalah sampah yang belum kunjung tuntas. Yang diharapkan nantinya AMERTA yang akan menyelesaikannya dari hulu hingga hilir melalui pelibatan desa adat. Begitu pun masalah  pendidikan yang setiap tahun selalu ribut dan belum juga ada solusi yang menggembirakan orang tua dan siswa. “AMERTA punya program bagus untuk memperbaiki sistem pendidikan kita di Kota Denpasar. Salah satunya pemberian subsidi bagi sekolah swasta agar terjadi keseimbangan antara sekolah negeri dan swasta, sehingga tidak perlu lagi berebut sekolah setiap tahun ajaran baru,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan Paslon Amerta, Wayan Mariyana Wandhira mengatakan bahwa tugas saksi yang sekaligus menjadi relawan ini tidak hanya dalam menjaga suara di TPS saja.

Akan tetapi juga menyampaikan kepada saudara, sahabat, dan juga kepada masyarakat bahwa Pilawali ini Amerta adalah pilihan tepat karena berbagai program pro rakyat.

“Kita ingin Amerta menang. Karena selama dua puluh tahun, ide dan aspirasi kita tidak bisa diwujudkan. Namun jika menang, maka semua itu bisa diaplikasikan. Untuk itu, sebagai relawan yang membawa pesan kepada masyarakat, sampaikan bahwa program Amerta adalah pro rakyat, sehingga jangan sampai kehilangan kesempatan,” tegasnya.

Wandhira menambahkan, program yang diusung paslon nomor urut 2 ini sangat riil, sederhana dan mudah untuk direalisasikan.

Dalam kesempatan itu, Calon Walikota Ngurah Ambara membeberkan program pro rakyat yang akan ia jalankan bersama calon Wakil Walikota, Made Bagus Kertha Negara.

Di antaranya, program bantuan untuk kelahiran Rp 1 juta
Di antaranya, program bantuan untuk kelahiran Rp 1 juta, santunan kematian Rp 10 juta, Sekaa Teruna-teruni Rp 25 juta, PKK Rp 5 juta, Prajuru Rp 30 juta, subsidi untuk sekolah swasta, dan pengratisan BPJS kepada masyarakat yang bekerja di sektor non formal.

“Program-program ini kami akan realisasikan dengan cara mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan sistem penerimaan secara digitalisasi terintegrasi, sehingga mampu mencegah terjadinya kebocoran,” pungkasnya.

Previous Paslon AMERTA Kunjungi Pasar Sahira Degungkan Perubahan Kota Denpasar
Next GIAN Provinsi Bali Laksanakan Penyegaran Pengurus

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *