Program Paslon AMERTA Realistis Tutup Kebocoran Dengan Sistim Digitalisasi Tingkatkan PAD


Denpasar, suryadewata.com

Debat kandidat pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar periode 2020-2025 berlangsung sengit, Sabtu (28/11) malam mengangkat tema sinergisitas antara Pemerintah Kota dengan Provinsi dan Pusat.

Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Nomor Urut 2, Gede Ngurah Ambara Putra – Made Bagus Kertha Negara (Amerta)  yang diusung Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai NasDem ini   untuk memaparkan sekaligus menjawab tudingan programnya tidak realistis oleh Paslon kandidat lawan.

Pada kesempatan ini Paslon Amerta  mempertanyakan rendahnya pendapatan pasar yang dikelola PD Pasar jumlahnya ada 16 pasar, dengan Jaya Negara sebagai Wakil Wali Kota Petahana,banyak  terjadi kebocoran terutama retribusi pasar yang jumlahnya cukup besar.

Menanggapai tudingan lawan yang menilai program Amerta tidak realistis,  terkait dengan program santunan untuk seke teruna, banjar, prajuru Desa Adat, PKK, kelahiran dan kematian, Paslon Amerta menjawab dengan lugas. Meskipun, APBD Kota Denpasar defisit Rp 100 miliar pada tahun 2021,

Paslon AMERTA  mengaskan masih banyak potensi yang bisa digali dan ditumbuhkembangkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Denpasar, yang selama ini diabaikan atau memang sengaja dibiarkan, jiha memnerikan stimulus untuk UMKM,  mendukung kegiatan pro rakyat, serta efisiensi kegiatan seremonial yang menghabiskan banyak biaya.

“Dengan sistim digitalisasi seperti yang dilakukan kota-kota lainnya di Indonesia bisa meningkatkan PAD. Kami komitmen memanfaatkan digitalisasi terintegrasi , menggali potensi-potensi yang ada di Kota Denpasar untuk meningkatkan PAD,”tegas Ngurah Ambara.

Paslon Amerta  yang dikenal Satya Wecana dan Satya Laksana  berlatar belakang pengusaha ini akan berupaya menggenjot PAD untuk memajukan pembangunan Kota Denpasar dengan menutupi kebocoran-kebocoran dengan sistim Digitalisasi. Berkomitmen akan membuat perubahan lebih baik bagi Kota Denpasar seperti aspirasi dan harapan sebagian besar masyarakat.

Paslon Amerta menilai aneh jika Denpasar masih tertinggal dengan Kabupaten Gianyar yang Pendapatan Asli Daerah (PAD) malah lebih besar dibanding Denpasar. Ngurah Ambara pun menuding telah terjadi kebocoran pendapatan dari seluruh pasar yang dikelola Pemkot selama ini.

Padahal, dengan 16 pasar tradisional yang ada seharusnya uang Kota Denpasar melimpah. Menurutnya, pasar tradisional sebagai indikator menggeliatnya perekonomian daerah. Apalagi di pasar tradisional terdapat UMKM yang kedepannya harus terus digenjot dan diperhatikan.

Melalui visi misinya untuk bisa mewujudkan Denpasar Berseri (Bersih, Sejahtera dan Indah berlandaskan Tri Hita Karana), Smart City, Berbudaya, dan Berdaya Saing. Dengan menggeliatnya UMKM, maka lapangan kerja terbuka dapat mengurangi jumlah pengangguran

Calon Wakil Wali Kota Denpasar, Made Bagus Kertha Negara menambahkan Kota Denpasar sangat perlu perubahan. Salah satunya manajemen tata kelola pemerintahan harus berbasis digital.

Pemerintahan yang dijalankan dengan sistim digitalisasi akan berjalan lebih efektif, efisien, akuntabel dan transparan. Menuju Kota Denpasar menjadi Kota Metropolitan berbasis digital, dan kota berbudaya

“Sebagai kota metropolitan, berbasis digitalisasi terintegrasi  bisa menambal  kebocoran PAD Kota Denpasar akan meningkat untuk kesejahteraan masyarakat kota Denpasar,”  pungkasnya.

Previous Asah Kemampuan Prajurit, Kodim Badung Gelar Latihan. Menembak
Next Koramil Dan Aparat Kecamatan Petang Intensifkan Penegakan Protokol Kesehatan

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *